nhk

MotoGP 2014; Darah Muda, Pembalap Energik. Nasib Rossi?

 

ManiakMotor – Baru Jorge Lorenzo di jajaran pemain senior yang bisa meredam taktik untuk melawan energiknya Marc Marquez. Lorenzo mendapatkan cara agresif baru belakangan yang cenderung ‘keras lawan keras’.  Itu juga belum berhasil tapi bisa memanaskan suasanalah. Yakin dah, jurus Lorenzo menjadi reverensi semua pembalap bersaing 2014.  Apalagi mereka yang anak muda yang semangatnya masih menyala.

Seperti dibilang Marquez, dia punya keuntungan tersendiri pada 2013, lantaran para senior tidak memasukkannya sebagai hitungan di awal-awal seri. Ia juga masuk ke MotoGP dengan taktik yang sebenarnya ‘buta’ bagi lawan. Marquez pun leluasa menghimpun poin sembari lawan-lawannya terkesima oleh aksi yang gelantungan dan bertipe menyerang.

Berarti beda dong dengan 2014? Kan lapal Marquez telah dibaca dan lawan-lawannya lebih siap. Macam jurus digunakan Lorenzo harus sama-sama lincah dan ‘liar’, hehe. Berlebihan kalee disebut liar, tapi ya begitulah, toh sampeyan juga nonton di tv kan. Trik yang coba dipakai Dani Pedrosa saat di Valencia, walau itu bukan tipe Pedrosa. Dan hanya itu pula yang boleh digunakan Pedrosa untuk bisa juara dunia 2014. “Saya sudah bilang, MotoGP  2014 akan lebih ketat,” jelas Herve Poncharal, bos Yamaha Tech3 dan President IRTA (International Racing Team Association).

Cerita pembalap energik indentik mereka yang remaja para lulusan Moto2 yang saat ini hampir separuh menghuni Premier Class. Contoh Bradley Smith yang mulai pede. Ternyata ia bisa mendekati Marquez saat menggunakan M1 bekas dari Cal Crutchlow. Saat testing di Valencia dari akumulasi semua pembalap, ia yang kedua. Itu sama saja mengalahkan M1 pabrikan.

Smith pun mulai cerita kenangannya saat bertarung di Moto2 yang tak jauh-jauh dari Marquez dan sesekali duel keras.  Artinya, dia bisa saja seperti Marquez di MotoGP, hehehe. Disebut ‘hehe’, karena ia nggak sesumbar seperti itu pada Marc, masih tau dirilah. Ia hanya berharap diberi motor kompetitif sama  dengan Pol Espargaro yang satu tim dengannya.

Podo dengan potensi Pol. Ya iyalah, karena itu dia dikontrak pabrik Yamaha langsung. Andai Pol bisa berkerumun sesama pembalap Spanyol yang kuat itu, strategi bersaing dengan Marquez sudah di tangan. Kan contoh dari Lorenzo tadi. Pol bisa melakukannya asal dapat motor yang banter, karena darah mudah darahnya para remaja macam lagunya Bang Haji yang calon presiden. Ini belum menghitung darah muda lain Stefan Bradl, juga di sana ada Scott Redding. 

Bila Pol bisa masuk jajaran depan, peluang sama ada pada Smith yang minta motor setara. Itu sama saja suasana MotoGP 2014 meriah oleh tenaga baru mereka yang remaja. Para senior pun ‘terpaksa’ kudu mengikuti permainan. Termasuk Valentino Rossi yang siapa tahu berhasil menyetel M1-nya agresif sehingga umur jelang 35 tahun bukanlah hambatan bermain keras. Dan hanya determinasi macam itu juga yang bisa menghela The Doctor ke depan, harus lincah macam ABG itu. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2014: Lupakan Marquez Dan Pol, Redding Membidik Hayden

MotoGP 2014: Beda Gaji dan Potensi, Smith Saling Gempur Dengan Pol Espargaro

MotoGP 2014: Rossi Kembali ke Ferrari 2015, Duet Dengan Fernando Alonso

MotoGP 2014; Rossi Kehilangan Agresif, Korbannya Rem M1..?

MotoGP: Sisi Lain Marquez, Lebih Mudah Nyalip Lawan Daripada Pilih Kado

 

 

 

 

BAGIKAN