nhk

MotoGP 2014: Dibanding Yamaha, Honda Mengaku Diuntungkan Ban, Strategi 2015

 

 

 

ManiakMotor – Bukan pengakuan dosa di akhir tahun. Bukan pula dosa di telapak tangan, karena  kontak ban dengan aspal itu hanya setelapak tangan, namun epeknya sangat luar biasa untuk memegang trek. Lagian memang bukan sebuah dosa kalau Honda memborong 14 gelar dari 18 race musim 2014, hanya gara-gara selebar telapak tangan. Ban Bridgestone 2014 memang diakui menguntungkan RC213V dibandingkan M1.

Sejak awal seri 2014 Valentino Rossi dan terlebih Jorge Lorenzo gencar mengkritik kinerja formula kompon ban belakang baru Bridgestone. Yamaha M1 mereka amat sulit mendapatkan grip yang paling pas. Sementara Honda dengan ‘mudah’ dapat set-up bahkan pembalapnya dengan enak slide yang terukur di dalam tikungan. Kalau sudah slide tanpa mengurangi kecepatan, petanda suspensi dan kompon sangat kompak. “Ban itu hanya cocok buat Honda,” ucap mereka lantang dan berkali-kali, tapi sayangnya tak mendapatkan reaksi.

Dalam beberapa race, analisa di maniakmotor.com juga memaparkan betapa M1 memang kesulitan. Terutama di tikungan lambat yang disusul akselerasi deras, M1 sering kedodoran. Jokinya kerap mengontrol ulang selongsong gas untuk menahan laju agar pegangan ban tak lepas dari trek, bikin pembalapnya repot. Belum lagi, M1 memang punya titik lemah di sini dibanding untuk tikungan panjang yang punya speed. Berbagai varian set-up M1 baru berhasil sejak pertengahan musim 2014. Itu pun kedua pembalapnya masih mengeluh.

Jadi, repotnya Yamaha oleh ban bukanlah berita mengejutkan. Yang sikit bikin kaget pengakuan Vice President HRC Shuhei Nakamoto menjelang tutup tahun 2014. Lewat MCN edisi Senin (29/12) ia beri bocoran yang sebenarnya sudah bocor soal dominasi Marquez. Salah satu kunci terpenting adalah kinerja ban. Ia akui spek 2014 lebih cocok buat RC213V dibandingkan M1.

“Kekuatan utama kami adalah stabilitas saat pengereman, karena grip lebih bagus, juga di saat akselerasi kembali,” ujar Nakamoto seperti ingin menerangkan Marquez selalu bisa melakukan pengereman tajam ketimbang anak-anak M1. Yang dimaksud tajam sama dengan mengulur waktu pengereman dari titik yang sama dengan lawan. Analisa Nakamoto, grip ban mampu maka jarak pengereman lebih pendek. Maksudnya motor cepat memelankan diri dan menyesuaikan dengan  laju menikung.   

Ia akui, M1 lebih garang di tikungan cepat. Namun kata Nakamoto di saat bersamaan justru hal itu mempercepat keausan ban mereka. Sisi luarnya lebih cepat hanguss. Beda dengan Honda yang lebih memilih kekuatan di tikungan lambat. Selain ban mendukung, juga basis spek mesin RC213V yang ditransfer SSG mereka.

“Kita bisa lihat sebagian besar overtake Marc terjadi pada lap-lap terakhir. Ia memang berusaha terdepan sejak awal-awal balapan, tapi itu acap sulit karena ban lawan masih bagus. Terutama pada tikungan cepat. Marc harus menunggu kinerja ban Yamaha drop di beberapa lap akhir sehingga proses overtaking semakin mudah,” ucap Nakamoto seolah membuka rahasia. Tapi sampeyan tak akan pernah tahu apakah itu memang sebuah rahasia atau strategi ‘merusak’ eveluasi Yamaha sekaligus mengacak persiapan ke musim depan.

Pasalnya, RC213V tunggangan Dani Pedrosa sama sekali tak diuntungkan. Ia cuma menang sekali dan drop ke urutan 4 klasemen akhir. Dari fakta ini bisa disimpulkan, kalaupun pasokan Bridgestone lebih cocok dengan Honda, pada akhirnya berpulang pada skill joki.

Marquez jadi piawai lantaran karakternya pas dengan tipikal motornya. Lagian, Marquez untuk saat ini nggak mikir motor enak atau tidak, yang penting gas terus. Ada lagi, Marquez tahu kontak ban dengan aspal hanya selebar telapak tangan. Ia secepatnya menegakan motor saat tikungan belum usai dan hanya badannya yang gelantungan, agar motor dan takan ban siap diberi power besar. Andro

BACA JUGA

London Show Bike 2015: Jual Nama Besar Rossi, Pamerkan 8 Motor Bersejarah, Termasuk Eks Sentul

MotoGP 2015: Marquez Tak Ingin Buru-Buru Melawan Marquez

MotoGP 2014 & 2015: Tahun Penentuan Buat Valentino Rossi, Belajar Jadi Pembalap Baru

MotoGP 2014: Suppo Tantang Pedrosa Yang Diam Saja, Buktikan Diri di 2015

 

 

 

BAGIKAN