nhk

MotoGP 2014 Jelang Brno Ceko: Jangan Bosan Nonton Marquez, Nih Alasannya

 

 

ManiakMotor – Penonton MotoGP 2014 terusik oleh Marc Marquez. Pemain ‘baru’ tapi langsung acak-acak MotoGP. Tahun ini dominan. Kemarin di Indinanapolis, Amrik menang ke-10 kalinya berturut sejak seri pertama. Spaniard 21 tahun ini disebut membuat MotoGP membosankan. Bahkan, Valentino Rossi, sebelum di Indianapolis kemarin, sampe memohon, “Demi menyelamatkan MotoGP, harus ada yang bisa mengalahkan Marc (Marquez)!” seru Rossi dan masih berharap bisa menghadang Marquez di sirkuit Brno, minggu ini atau 17 Agustus.

Sebenarnya itu nggak fair, bro! Munculnya talenta baru biasa saja dan memang seharusnya begitu, masak sih nonton yang tua-tua mulu. Tiap era, selalu ada pembalap yang jadi dewa. Coba buka buku sejarah MotoGP. Dari era 90-an, di kelas para raja, ada 3 pembalap. Pada 1990 sampai 1992,  Wayne Rainey 3 kali juara dunia berturut. Lalu, giliran Mick Doohan mengangkangi GP500 mulai 1994-1998.

Terakhir, Rossi sendiri yang 7 kali juara dunia GP500 dan MotoGP, lima ali di antaranya beruntun sejak 2001-2005. Nah, selama itu juga, tak ada yang protes tuh, lantaran Rossi membawanya dengan gaya menghibur. Kira-kira sembari mempermainkan lawan-lawannya untuk mencapai juara. Penikmat malah nunggu-nunggu, aksi mereka di tiap balapan.

Yang membela Rainey, akan bilang joki asal Amerika Serikat ini punya gaya asyik ditonton. Selama jaya dengan Yamaha, Rainey nggak menang terus-terusan. Yang senang Doohan juga akan mendewakan sang Maestro asal Australia itu. Apalagi fans Valentino Rossi, semua akan bilang, The Doctor lebih hebat. The Doctor memberikan sisi hiburan dengan gaya uniknya.

Kalau Marquez diakui gampang bikin bosan, lantaran sudah rutinitas. Kemenangan ke-10 Marquez di Indianapolis kemarin seperti sudah tak bikin geleng pala lu, hus. Tapi, itu kudu dipikir lagi, deh. Alasannya, boleh mengutip omongan Sito Pons. “Marc membawa teknik baru ke MotoGP. Teknik ini membuat ia tampil superior,” cetus pemilik tim MotoGP yang juga eks pembalap ini.

Maksudnya, sebenarnya Marquez setara Rainey,  Doohan dan Rossi. Mereka para pembawa gaya balap. Gaya itu membuat mereka dominan di zamannya. Rainey, menyempurnakan teknik rear wheel steering ala Kenny Roberts, Sr.. Karena mereka sesama Amerika yang kebanyakan dibibit dari motocross. Gaya balap kaya geeetu memang jadi ciri joki asal negeri Om Sam. Doohan, lebih halus gayanya. Tapi, Doohan sering kali kabur dari rival-rivalnya.

Giliran Rossi membawa skill ampuh untuk menghibur penonton. Bila  di tinju dia seperti Muhamad Ali. Menari-nari tak langsung memukul KO lawannya. Gaya paling tenar buat Rossi saat duel ketat. Semakin dia bertempur, kian berwarna tekniknya. Taktik bermain pepet-pepetan yang tipis-tipis dan kadang acak racing line seperti caranya menekuk Casey Stoner di Laguna Seca. Ia juga dikenal penggeber motor paling halus mengerem dan mengangkat power. Gaya menikungnya juga muncul dengan mengukur kemiringan motor dengan siku.

Marquez membawa gaya gabungan dari yang pernah ada dan ada yang barunya, revolusioner. Di tikungan, dia rebah dengan siku dan badan sebagai stabilisator. Dia juga memperkenalkan gaya yang bikin power motor terus tersalur. Caranya, sebelum selesai radius menikung motornya sudah ditegakkan dibanding lawan, tapi badan tetap melawan arah laju motor, sehingga dia kelihatan gelantungan.

Masuk tikungan pun, Marquez piawai menggeser roda belakang ke sisi luar tikungan, persis di sudut paling dalam, ia yang paling miring, paling tiduran. Teknik ini persis real wheel  steering yang ia tiru dari para pelaku sejarah MotoGP. Ia rutin bermain dirt track seperti yang ia lakukan untuk latihan handling. Hasilnya Marquez jadi agresif. Satu lagi, ia masih muda yang no fear dengan jiwa berantam yang menyala, hehe.

Musim lalu, orang masih terpana. Sekarang, sudah beberapa pembalap mencoba gaya pengguna motor bernomor start 93 itu. Tapi, pembalap MotoGP lain belum persis menirunya. Dengan mulainya joki-joki MotoGP meniru, tinggal tunggu waktunya, mereka bisa meyamai. Artinya, tinggal tunggu waktu juga, Marquez dapat pesaing ketat, dan mengalahkannya.

Semua itu tergantung kemampuan kuda besi masing-masing joki. Selama Honda masih serius menelateni Marquez sebagai ujung tombak, mustahil joki Honda lain bisa mengalahkannya. Harapan terbesar Rossi justru bisa direalisasi oleh pembalap-pembalap Yamaha. So, jangan bosan. Nikmati gaya Marquez. Dan, tinggal tunggu, deh! AwAs

BACA JUGA

MotoGP 2014: Di Indianapolis Dovi/Ducati Bintang 15 Putaran, Di Brno Ditambah

MotoGP 2014; Usai Dari Indianapolis, Rossi dan Marquez Ketemu Lagi di Brno

MotoGP 2014 Indianapolis (Pasca Race): Lorenzo Bilang Makin Sulit Kalahkan Marquez

MotoGP 2014 Indianapolis (Pasca Race): Rossi Ke-3 Tapi Puas

 

BAGIKAN