nhk

MotoGP 2014: Lampu Kuning Buat Yamaha dan Lorenzo

 

 

ManiakMotor – Masa belajar setahun di MotoGP dilalui Marc Marquez dengan status juara dunia. Tak seorang pun yang memperkirakan itu sejak awal musim, termasuk Marquez dan petinggi Honda macam Shuhei Kanemoto dan Livio Suppo. 

Yamaha dan Lorenzo bisa bilang paling banyak menang musim ini, di delapan seri sedangkan Marquez hanya 6. Boleh juga bilang selisih poin hanya 4 (334 versus 330). Silakan juga mengkambinghitamkan nasib sial Lorenzo yang patah tulang di Assen dan dampak negatifnya terasa di Sachsenring, Laguna Seca dan Indianapolis. “Jika kasus Assen tak terjadi pasti lain ceritanya. Banyak faktor menjadi juara dunia, antara lain adalah kecepatan dan nasib,” kata Lorenzo. 

Asyik nih mencermati faktor kecepatan, antara M1 versus RC213V. Kolo nasib, itu urusan yang di atas dan yang di bawah  tak sanggup menjangkaunya, kecepatan, statistik musim 2013 Honda memang oke. Marquez betul-betul meraja di sesi single lap. Ia borong 9 pole position, sementara Lorenzo hanya 4. MM juga orangnya dominan tercepat di setiap sesi Free Practice. 

Kemudian JL meraih 8 kemenangan dan MM hanya 6, tak bisa lepas dari strategi cari aman MM sejak menjuarai seri Aragon. Apalagi kasus senggolannya dengan Dani Pedrosa, berbuah teguran keras dari manajemen tim. Kanemoto terang-terngan menginstruksikan agar MM mengubah gaya bertarungnya untuk menghindar risiko buruk. Maka, MM pun mulai main safe di seri Malaysia dan seterusnya sampai final Valencia. Bermain aman dalam empat putaran terakhir membuat Lorenzo nyaman memenangi 3 seri sementara satu jatah di Malaysia jatuh pada Pedrosa. 

Seandainya MM tetap dengan riding style-nya yang asli dan tetap pada semangatnya untuk selalu finish terdepan, sangat bisa terjadi posisi sebaliknya, yakni MM yang lebih banyak juara. Kan pole dan FP tanda kecepatan. Silakan sampeyan analisa sendiri antara M1 dan  RC213V. Beberapa seri yang dimenangi JL adalah  faktor cerdik dan pengalaman JL.  

Harusnya jadi lampu kunig, sebagai peringatan buat Yamaha memasok M1 2014. Bukan nasib baik, tapi hanya pacuan kencang yang bisa mengembalikan gelar juara dunia kembali ke kubu Yamaha. 

Khusus Marquez, siapa yang berani tidak mengunggulkannya musim depan? Silakan menyepelekan Pedrosa, tapi itu sama sekali tak boleh terhadap MM. Anak ini sudah matang sebelum waktunya seperti dikatakan Livio Suppo. “Kami sama sekali tak mengharapkannya sesukses ini. Ia hanya kami harap beradaptasi dan banyak belajar. Tapi, ia pintar, belajar sembari menyerang. Tadinya kami berpikir ia bisa bersaing pada musim 2014, tapi faktanya ia sudah matang setahun lebih awal,” ujar Team Principal Repsol Honda itu. 

Dengan kata lain, Suppo mengatakan MM akan jauh lebih siap musim depan. Melawan siapa pun. Dan, itulah peringatan buat Yamaha dan Lorenzo. Ayo, benahi M1 untuk musim depan! Andro

BACA JUGA

MotoGP; Kata Burgess; Rossi Berjudi Melepasnya Untuk MotoGP 2014

MotoGP 2014: Sama-Sama Gelantungan, Marquez vs Pol Espargaro?

MotoGP 2014: Crutchlow Mengancam, Dovi Bereaksi

MotoGP 2014; Rossi Ganti Burgess, Dua Mekanik Lorenzo Mengundurkan Diri

MotoGP 2014: Crutchlow Bisa-lah Melawan, ‘Spek-nya’ Pas Untuk Ducati

 

 

 

BAGIKAN