nhk

MotoGP 2014: M1 Sesuai Maunya, Pembuktian Terakhir Rossi, Ayo Lakukan…!

 

ManiakMotor – Betul coy, musim 2014 jadi pertaruhan karir Valentino Rossi. Kontraknya usai dengan Yamaha dan umur pun pas 35 tahun. Jika M1 tak kompetitif, itulah saat memutuskan lanjut atau tidak di musim 2015. Targetnya pun tidak main-main, harus masuk dalam duel segitiga Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Jadi saat semua merayakan Tahun Baru 2014 dengan ceria, Rossi mungkin sedang berpikir triknya untuk terget tersebut. “Saya sendiri ingin lanjut beberapa tahun lagi, tapi itu hanya bisa terwujud jika tampil kompetitif musim depan,” tandas sang legenda Italia.

Kompetitif dalam pikiran Rossi adalah jika M1-nya secara konsisten bertarung di depan, meraih podium lebih banyak dan juara beberapa kali. Dengan begitu, masuk dalam pertempuran tiga Spanyol tersebut. “Itu target yang harus terpenuhi. Untuk mengejarnya motor musim depan harus berubah, harus disesuaikan dengan riding style-ku. Yamaha sangat memahami itu dan akan menyediakan pacuan yang cocok,” papar pemegang 7 gelar juara dunia kelas primer itu,  baru lalu.

Memacu M1 2013 di mana sepenuhnya Jorge Lorenzo yang terlibat dalam pengembangannya, Rossi merasa bahwa kendalanya musim ini adalah motor. Bukan umur atau mental bertanding. Dan, itulah yang ingin dibuktikan musim depan. Ini pula yang sepertinya ada kaitan dengan pemecatan Jeremy Burgess sebagai kepala mekanik.

Rossi maupun Yamaha tak pernah secara tegas menyebut alasan pendepakan JB. Tapi, mencermati maunya Rossi musim depan dengan filosofi JB selama ini, pastinya tak lagi ada kata sehati keduanya. Rossi merasa motor harus sesuai dengan riding style-nya. Sedangkan JB bersikukuh dengan filosofi 80/20-nya, yakni menjadi juara ditentukan 80% oleh pembalapnya dan hanya 20% dari faktor motornya.

Dari konsep berpikir JB itu maka kegagalan Rossi meraih lebih dari satu kemenangan musim ini bukanlah karena faktor M1, tapi jelas karena kemampuan dirinya yang menurun. Dan, itulah yang tak bisa diterima Rossi dan ingin membaliknya musim depan. Apalagi JB pun pernah berucap, setelah kecelakaan berat pada 2010 maka sulit bagi Vale46 kembali ke performa awalnya.

Filosofi 80/20, sampeyan pun bisa melihat kiprah Marc Marquez musim ini. Ia sama sekali tak berpengalaman menggeber RC213V sebelumnya, tapi toh ia mampu cepat berdaptasi dan meraih banyak podium. Silakan mengkira-kira, berlakukah konsep 80/20 buat MM?

Kembali kepada The Doctor. Saat seusia MM, motor macam mana pun bisa dibawa kencang olehnya. Tapi, fakta selama di Ducati bicara sebaliknya, bahwa motorlah yang kini harus menyesuaikan diri dengan maunya Rossi. Begitu pun M1 untuk 2014. “Saya tak sabar lagi ingin mencoba pacuan itu, seberapa besar perubahannya,” tandas The Doctor.

Sama bos, seluruh penggemar ente juga ndak sabar! So, buktikanlah nanti! Ngomong-ngomong Selamat Tahun Baru 2014 ya.  Andro

BACA JUGA

MotoGP: Diorama Rossi vs Stoner di Corkscrew 2008, 48 Lembar

MotoGP 2013: Weleh..Weleh… Rossi Cuma Ke-6, Dikalahkan Crutchlow dan Espargaro!

MotoGP 2014: Kejar Marquez, Redding Menunggu Takdir

MotoGP: Buon Natale 2014 Gaya Valentino Rossi

 

 

BAGIKAN