nhk

MotoGP 2014: Open Class Mulai Cerah, Honda Gerah dan Serius Mau Kabur

 

 

ManiakMotor – Bukan sekali saja HRC mengancam cabut dari ajang MotoGP jika ECU jadi diseragamkan pada musim 2017 mendatang. Kali ini ancaman itu makin serius. Sukses Aleix Espargaro denganr Yamaha FTR dalam tes Sepang1 lalu membuat banyak orang mulai optimis menyongsong balapan yang bakal lebih murah dan kekuatan merata  di antara kontestan. 

Setidaknya jadi penyemangat Ducati, Aprilia, Kawasaki, dan Suzuki untuk bermain di level itu. Tontonan pun makin seru, banyak penonton, sponsor tentunya juga makin mudah. Itulah tujuan Dorna Sports saat menyusun regulasi itu. Petinggi Ducati sudah incar kemungkinan ke Open Class, keputusan finalnya diambil saat tes Sepang2 akhir Februari. Tak jadi pun, toh mereka sudah sempat berpikir untungnya. Sedang  Suzuki yang ingin kembali ke MotoGP musim 2015 pun sudah menjajal ECU seragam berlabel Magneti Marelli di Sepang. Hasilnya diakui lebih mantap dari ECU yang mereka gunakan selama ini.

Semua respons positif itu membuat CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta makin yakin kalau Open Class adalah masa depan MotoGP. Yang lebih murah namun sekaligus lebih kompetitif antartim. Tapi, itu tak mudah. Ada penentang muka lama yang gigih melawan rencana Dorna menstandarkan ECU.

Tak lain tak bukan adalah Shuhei Nakamoto orangnya, Vice President HRC. Komentarnya kali ini lebih keras dan lebih pedas dari sebelumnya. “Itu gagasan Carmelo doang. Posisi Honda sangat jelas. Kami di sini untuk melakuan riset dan pengembangan teknologi. Jika itu dihalangi, Honda berhenti balapan. Ini bukan pendapat pribadi saya tapi keinginan dewan petinggi Honda,” tandas Nakamoto yang punya teknologi elektronik tersendiri.

Ia tambahkan, pengalaman para insinyurnya di medan balap selalu dan sangat penting untuk pengembangan pacuan yang diproduksi ke pasar komersial. Balap buat Honda hanya laboratorium untuk harian dan sekaligus promosi. Lagipula, peralihan dari ECU milik Honda ke Magneti Marelli pun tak mudah dan tak murah.

“ECU milik Honda lebih kecil, lebih murah, tapi kapasitasnya besar. Hardware Magneti Marelli 50% lebih mahal dari milik kami, sangat mahal. Kalau dalam komputer, ini seperti perubahan sistem dari Mac ke Windows.  Hardware, software dan analisis datanya semua berubah. Sungguh tak masuk akal,” tandasnya sembari bilang ancamannya tak main-main.

Yamaha sebagai musuh bebuyutan pun mendukung tantangan Honda. Mereka pun tak sudi standarisasi ECU di MotoGP. Bedanya, mereka ngomong lebih alus macam neng geulis. Ndak pakai ancaman segala.

Apa kata Ezpeleta? “Yang harus digarisbawahi adalah hubungan pribadi saya dengan Mr. Nakamoto selama ini sangat baik. Yang dilakukan Dorna adalah demi pengembangan MotoGP itu sendiri dalam komunitas balap dunia. Saya yakin kami akan menemukan solusi untuk mengatasi hal ini,” ujarnya.

Wah, berarti bakal kompromi lagi dong judulnya? Seperti  regulasi musim ini yang membolehkan tim pabrikan bawa ECU sendiri dengan berbagai kompensasi seperti jatah bahan bakar dan ban yang berbeda. Andro

BACA JUGA

Moto2/3 2014 Tes Valencia: Rabat Berkelebat, Tim Rossi Masih Mumpuni

MotoGP 2014; Kinerja M1 Rossi Menggiurkan Dari Hasil Testing Sepang1

MotoGP 2014; Apa Kata Orang, Pedrosa Puas Selesaikan Test 1.062 Kilometer

 

 

BAGIKAN