nhk

MotoGP 2014: Rahasia Rossi Depak Burgess, Reshuffle Kabinet?

 

ManiakMotor – Valentino Rossi menolak menyebut alasan pemecatan Jeremy Burgess sebagai Kepala Mekaniknya. Burgess pun tak tahu apa sebab ia dibuang. Lantas, kenapa ya kira-kira? Mudah-mudahan bukan reshuffle kabinet seperti dilakukan pemerintah dalam posisi penyegaran, kinerja kurang dan paling sering saat panik lantaran terdesak.

Kedekatan Rossi dengan Burgess  mustahil reshuffle dengan alasan  penyegaran dan suasana berbeda. Ketika hengkang dari Honda ke Yamaha dan kemudian dari Yamaha ke Ducati, seterusnya balik lagi ke Yamaha, Rossi toh nggak pernah bosan dengan Burgess, meski kepindahan itu juga katanya cari suasana baru. Sedemikian bergantungnya Rossi sehingga proses pindah selalu satu paket dengan Burgess. 

Tak masuk akal jika Burgess dibuang hanya untuk penyegaran, terlebih karena ikatan  kontrak Rossi di Yamaha tinggal musim 2014. “Ini keputusan yang sangat sulit. Jeremy sudah seperti ayah buat saya. Ini keputusan saya sendiri,” ujar The Doctor saat pertama kali mengumumkan ‘pemecatan’ itu. 

 Makin ‘tak masuk akal’ penggantinya ternyata Silvano Galbusera yang banyak pengalamannya di Superbike. Rekam jejak dan reputasi, Burgess lebih meyakinkan ketimbang Galbusera. Burgess murid langsung mekanik legendaris Erv Kanemoto. Ia bayak belajar dari teknisi top Jepang kelahiran Amerika itu. Burgess telah  sukses tangani sejumlah nama besar macam Randy Mamola, Freddie Spencer, Wayne Gardner, Michael Doohan, dan akhirnya Rossi. Lucunya, Rossi sendiri belum pernah bekerja sama dengan Pak Galbu itu. 

Karenanya ada dugaan, sekali lagi dugaan nih, pemecatan Burgess sebenarnya bukanlah kehendak Rossi. Tapi, kehendak Yamaha dan The Doctor kudu setuju karena bargaining position-nya tak sekuat dulu lagi semasa berjaya. Kini bukan saatnya Rossi yang bikin persyaratan. Apalagi, motivasi Rossi untuk musim 2014 bukan lagi mengejar gelar dunia tapi untuk sekadar bertahan di level atas. Artinya reshuffle Kabinet dalam posisi terdesak atau tidak, muncul dari Yamaha.

Yamaha mungkin menilai Burgess sudah mandek dalam usianya yang 60 tahun. Ia tak sanggup lagi mengikuti perubahan teknologi MotoGP yang demikian pesat, khususnya peran elektronik yang semakin krusial dan perubahan kapasitas mesin ke 1000cc. Dalam dua hal itu, Burgess dianggap ‘terbelakang’ makanya sepanjang musim 2013 sangat sulit membuat setingan mumpuni buat Rossi. 

Jika itu alasannya, langkah Yamaha tepat. Pasalnya, filosofi Burgess yang terkenal dan ia pegang teguh persentase 80/20. Artinya, ia meyakini sukses di balapan itu 80% ditentukan oleh skill pembalapnya, hanya 20% karena faktor pacuan. Itu yang kini tak bisa jadi pegangan lantaran semua kinerja komponen motor sudah diatur elektronik yang bekerja seperti otak manusia.  

Kolo begiicu,  sesungguhnya hanya Yamaha dan Rossi yang tahu. Biarkan saja itu menjadi rahasia mereka sembari menunggu karya Pak Galbu lebih hebat. Walau, Opa Burgess sendiri mengaku bingung dengan pemecatannya. “Saya dipanggil Valentino untuk berbicara secara khusus. Tadinya saya pikir soal bonus untuk Natal nanti, eh nggak tahunya lain. Saya tercengang,” ujarnya, entah bercanda atau serius.

Sekali lagi semoga bukan reshuffle ala pemerintah dalam posisi ‘terdesak’. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2013; Valentino Rossi Sama Bagusnya Mendribbling Bola Dan M1

MotoGP 2014; Kata Rossi, Metode Burgess Dan Galbusera Berbeda

MotoGP 2013: Tak Mau Lebay, Marquez Tolak Istilah Era Baru MotoGP 2014

MotoGP 2013: Pesta di Cervera, Atribut Marquez di Seputar Kota

MotoGP 2013: Koleksi Rekor Marquez, Kejar Valentino Rossi

MotoGP: Tim Mekaniknya Kian Solid 2014, Marquez Tambah Pede

 

 

 

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353