nhk

MotoGP 2014; RC213V Sudah Punya Modal, M1 Rossi Terus Dibangun.?

 

 

ManiakMotor – Yang agak tenang saat ini para peramu Honda RC. Mereka libur dalam arti yang benar, bebas euy. Tenang menghadapi MogoGP 2014. Tidak peduli juara dunia mereka lewat Marc Marquez kalah jumlah menang seri dari M1 Jorge Lorenzo (Yamaha Factory Racing). Toh, dari akumulasi rekor sirkuit sampai jumlah QTT lantas digabung dengan hasil Dani Pedrosa, ya pastilah mereka unggul.

PD-nya masih ditambah sesi testing di Valencia dengan motor edisi 2014 kembali tercepat. Jadi 2014 boleh dikata mereka hanya ‘poles-poles’ ala MotoGP. Ya macam poles livery anyar yang tetap oranye, hehe.  Seperti dibicarakan Shuhei Nakamoto, bos HRC. “Ke depan kami hanya meningkatkan motor di tikungan cepat, Yamaha menang di situ,” jelas Nakamoto tanpa sebut-sebut bagian yang akan dikorek? Yaaah tak jauh-jauh dari rangka dan suspensilah.   

Tapi sirkuit model disebut itu jumlahnya sedikit dalam perhelatan MotoGP 2014. Yang benar-benar macam itu hanya Mugello, Silverstone dan Assen. Selebihnya menengah ke bawah dan satu dua sirkuit mendekati macam di Oztrali. Selebihnya pendek-pendek jadi santapan SSG yang telah matang di kubu Honda dan kembali didukung konstruksi rumah kopling yang baru. 

Sedang Yamaha lewat para petinggi Yamaha Factory Racing mengklaim kemenagan Lorenzo separuh musim kemarin tidak semata SSG. Karena sebelum pakai SSG pun ada empat  juara seri yang bisa diraih Lorenzo. Atau Valentino Rossi menang di Assen belum ada perangkat seamless shift gearbox  itu. Tetapi kekalahan M1 justru di sirkuit-sirkuit ‘kecil’ yang motornya butuh lincah. Peran SSG di sana besar, walau bukan sepenuhnya, membantu iya.

Intinya, saat liburan tukang insinyur M1 saat ini sibuk memainkan diagram dan simulai terbaik untuk M1 2014. Boleh badan mereka istorohat selagi libur balapan, tapi otak cari solusi M1 Lorenzo bertenaga di trek pendek yang patah-patah, tentu itu  tidak menghilangkan kelebihan M1 yang disebut Nakamoto.

Dari segi joki sih, Lorenzo tidak kalah galak membawa M1. Tapi kan ada baiknya dibantu motor. Supaya dua-duanya klop, jadi pertarungan 2014 makin ‘liar’, hehe . “Kami tetap fokus membangun motor sesuai karakter pembalap dan apa maunya mereka,” jelas Lin Jarvis, bos YFR di akhir 2013 saat memyimpul perjalanan timnya 2013 dan siap-siap 2014. “Congrats Cristiano!” teriak Lorenzo. Nah itu kalimat terakhir Lorezo 14 Januari 2014 di twitter mengucapkan selamat pada pemain bola Ronaldo saat dinobatkan pemian terbaik Eropa. Wah, nggak nyambung.   

Bicara Yamaha tentu ada M1 Valentino Rossi. Mekanik Rossi bisa jadi saat repot kontek-kontekan soal startegi memperbaiki M1 Rossi. Apalagi Pak Silvano Galbusera yang jadi kepala mekanik baru, wuih ini pertaruhan, pak. Fokusnya sesuai keluhan Rossi sepanjang 2013 sulit ketemu set-up tepat, distrubusi bobot belum mantap dan digerogoti soal rem. 

Di testing Sepang pada 4 – 6 Februari 2014 yang sangat sibuk adalah mereka, pasukan Rossi terus membangun M1 sesuai ganyanya. Tapi namanya riset, bila ketemu, cepat perubahannya. Misalnya saat test Sepang nanti ditemukan apa yang dimau, Rossi pasti langsung memberi pernyataan, ‘Motorku wenak. Semakin di depan!”

Ya semoga juga memang faktor M1 yang belum dapat settingan.  Ito

BACA JUGA

MotoGP 2014: Dimulai Ducati, Regulasi Baru Simalakama Buat Dorna

MotoGP 2014: Terus Berbenah, Ducati Panggil Tardozzi

Jelang MotoGP 2014: Marquez Jatuh di Super Final Dirt Track, Tak Jumpa Pol

Jadwal Test MotoGP 2014: Di Qatar Tanpa Rossi Cs

MotoGP 2014: Betul Kata Rossi, Bila Ducati Main Open Class

 

 

BAGIKAN