nhk

MotoGP 2014; Rossi Kehilangan Agresif, Korbannya Rem M1..?

 

ManiakMotor – Mic Doohan masih berharap Valentino Rossi untuk tetap di MotoGP. Baginya belum ada sosok penggantinya saat ini untuk hiruk pikuk kelas para raja. Namun, “Rossi harus dapat motor yang diiinginkannya. Ia masih punya kemampuan kok,” jelas Doohan, mantan juara dunia lima kali GP500 dan pernah jadi mentor Rossi.

Omongan Doohan sama artinya, motor harus menyesuaikan dengan Rossi. Berbeda dengan Rossi masih ABG, dia yang menyesuaikan dengan motor. Karena Doohan tidak menampik, umur memang berpengaruh terhadap perjalanan kariir dan penyesuaian dengan motor. Itu yang dialaminya di ujung karir. Doohan sampai patah-patah kaki hingga sikile  disekrup di mana-mana.

Rem yang selalu dikeluhkan Rossi misalnya. Bisa jadi, ia telah berusaha mengajak M1 lebih lincah. Tapi ia lebih banyak mengontrol dengan memanfaatkan rem, ketimbang manuver luwes dari gerak tubuhnya yang dulu-dulu khas dilakukannya. Akibatnya, rem terima ban berlebihan. 

Kolo getu, bisa saja masalah ada di rem, sebaliknya rem baik-baik saja. Ada buktinya dari yang dibilang Jeremy  Burgess, mantan kepala mekanik Rossi. “Rem M1 Lorenzo tak masalah, tapi kok di Rossi selalu menjadi gangguan,” jelas Burgess yang mengaku bingung dengan keadaan tersebut. Omongan Burgess ini bisa dipatahkan dengan alasan, M1 2013 dirancang atas dasar karakter Lorenzo, bukan Rossi.  

Supaya rem tak terbebani, gaya Rossi yang kudu menyesuaikan. Berharap itu, kayaknya sulit dah. Dengan alami bertambahnya usia, telah terkikis kekayaan gerak dari anatomi The Doctor. Tanya saja pada pembalap yang pernah muda lantas menua tapi masih membalap, pasti ‘otaknya’ lebih banyak memerintah untuk segera memeras rem. Dikit-dikit rem, karena memang otak yang memerintah alias refleks bro. Pemirsa, eh, pengklik, ini hanya dugaan portal ini, belum tentu begitu.

Karenanya, Silvano Galbusera ditarik menggantikan Burgess. Pak Galbu dianggap bisa melakukan set-up motor sesuai gaya pembalap dan sirkuit. Beda dengan Opa Burgess yang menurut Rossi, masih terpaku gayanya untuk diteruskan pada set-up motor. Atau cerita Doohan, Rossi masih mampu asal dia dapat motor yang dinginkan. Maksudnya, M1 2014 wajib diiarahkan sesuai karakter Rossi dari tangan Pak Galbu.

Ada fata lain masih seputar rem. Maklum, alat penghenti laju ini yang terlihat kasat mata dan selalu jadi omongan. Belakangan, rem diberi corong untuk menangkap udara mendinginkan kampas, master dan cakram rem. Faktanya tindakan itu nggak menolong. Ya harus ditemukan distribusi bobot yang enak melenggang dan otomatis mengurangi kerja rem seperti yang terjadi di Assen dan  selanjutnya untuk semua sirkuit pada 2014. Semoga…

Menjadi ciri atlet yang digerogoti usia yang butuh kenyamanan. Juga mulai sensitif dengan alat yang ia gunakan. Termasuk Rossi yang tahun depan sudah 35 tahun, umur yang tidak muda untuk bersaing meliuk adu cepat. Makanya, selain penyesuaian ECU dengan menyusutnya aturan bahan bakar 2014, khusus Rossi test di Sepang nanti akan berkutak-atik distribusi bobot menolong lincahnya Rossi, sehingga mengurangi beban rem, kalau perlu saat ketemu motor yang cocok, nggak perlu pakai rem, hehe. Husss…  Ito   

BACA JUGA

MotoGP 2014: Beda Gaji dan Potensi, Smith Saling Gempur Dengan Pol Espargaro

MotoGP 2014: PR Mekanik Rossi Cs, Hemat BBM Namun Tetap Terbang

MotoGP; Rossi Beramal Ke Yayasan Anak Dengan Mobil Corak VR46

MotoGP Libur Natal&Tahun Baru 2014; Marquez ‘Anak Mama’, Rossi Main Salju, Lorenzo Ke Tempat Hangat

MotoGP: Marquez di Markas Repsol, Obral Janji 2014

MotoGP 2014; Motocross Jadi Latihan Fisik Populer Para Pembalap Para Raja Di Akhir Tahun

 

BAGIKAN