nhk

MotoGP 2014; Spanyol Makin Banyak Dan Kuat, Rossi Jangan Mau Jadi Penonton

 

ManiakMotor – Tahun ini atau 2013, MotoGP punya warna  tegang. Ditandai Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo yang bekerja ekstra keras dengan bersimbah keringat dan cidera. Lalu, Rossi cukup jadi penonton dari posisi empat klasemen dan yang dijalaninya dan cuma sekali di depan saat di Assen.

Siapa lagi yang membuat demikian kalau bukan Marc Marquez, pemuda yang awalnya bagi Pedrosa dan Lorenzo dianggap baru akan belajar 2013, dan Marc sendiri berpikiran begitu. “Ini juara dunia yang lebih cepat dari dugaan. Diusahakan dengan sekuatnya dipertahankan,” jelas Marquez yang saat ini lebih banyak berlibur bersama keluarganya ketimbang berbicara di depan umum. Tapi, penegasan dipertahankan janji permainan alamiahnya diumbar tahun depan.  

Oleh dia, ya oleh Marc semua keterampilan Lorenzo dan Pedrosa dipaksa dikeluarkan demi membendung dan mengejarnya. “Ke depan saya tetap bersemangat. Karena itu, segera melakukan operasi cidera lama. Tindakan itu agar gerakkan badan saya lebih luwes,” kata Pedrosa seperti geram untuk melakukan pembalasan dengan teman setimnya di Repsol Honda Team (RHT), ya nanti 2014.

Tahun ini adalah pengharapan buat Pedrosa untuk juara dunia setelah delapan tahun membela RHT. Ia telah berusaha dengan disiplin elmu balap, namun hasilnya hanya ke-3 di klasemeni. Padahal telah ubah gaya yang tadinya ogah side by side ‘terpaksa’ harus ia ladeni demi harapan tersebut. Mungkin, Pedrosa tetap pembalap yang belum direstui Tuhan untuk menjadi juara dunia.

Usaha sama datang dari Lorenzo untuk juara dunia ke-3 kalinya. Tahun lalu, Lorenzo hanya sekali melakukan duel keras dengan Pedrosa di Aragon. Mundur lebih jauh lagi, bertempur sampai keringatan dan ngotot yang dilakukannya kebanyakan terjadi dengan Rossi edisi 2008, 2009 dan 2010. Tapi tahun ini, ia nyaris setiap seri harus umbar nyali, otak dan otot melawan Marquez yang bergantian dengan Pedrosa. Bahkan jujur saja, di akhir-akhir seri ia pinjam style agresif Marquez untuk melumpuhkan ‘liarnya’ Marquez. Teknik keras lawan keras memang mempan, tapi terlambat.    

Penasaran Lorenzo masih terlontar baru lalu saat dia menghadiri acara amal. Katanya, kalau dihitung-hitung ia lebih banyak juara seri dibanding yang lain. Ia juga dengan cepat mengejar selisih poin yang tadinya sempat menjauh akibat cidera. “Saya tak pernah lempar handuk. Hanya keburuntungan yang membuat saya gagal,” jelas Lorenzo.

Penjelasan Lorenzo dan Pedrosa ini walau berbau ‘dendam’ tapi asyik buat penonton seperti kita 2014. Itu tanda pertarungan ke depan lebih togang ketimbang 2013. Apalagi ‘manuver politik’ The Doctor yang tentu tak mau hanya jadi penonton tiga Spanyol berebut podium.  “Penggantian kepala mekanik, demi penyegaran dan motivasi. Saya masih ingin bermain di papan atas,” janji Rossi yang berharap dengan penyegaran ini kinerja M1-nya jadi galak.

Tapi Doc, Spanyol 2014 sudah bertambah lagi dengan darah muda yang punya nyali ‘putus’ juga. Itu dia Pol Espargaro yang tentu tak mau kalah dengan Marquez yang tahun lalu di Moto2 bisa dilawannya. Memang si Pol belum terbukti. Toh, sama saja dengan Marc pertama kali ke MotoGP. Pendeknya, yang dilawan Rossi kian banyak orang Spanyol. Wah seru dong. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2014: Di Ducati, Dovi dan Gigi Berjodoh, Sama-Sama Makan Spaghetti

Valentino Rossi Runner-up Reli Monza, Tetap Semangat MotoGP 2014

MotoGP 2014: Lampu Kuning Buat Yamaha dan Lorenzo

MotoGP; Kata Burgess; Rossi Berjudi Melepasnya Untuk MotoGP 2014

 

BAGIKAN