nhk

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): M1 Rossi Kembali Ke Perfoma Asli, Jangan Percaya Latihan

 

ManiakMotor – Sudah berulang-ulang diceritakan sesi latihan hanya dipakai Valentino Rossi bikin set-up M1-nya. Dan memang begitu fungsi free practice kan. Di umurnya sekarang, dia sudah tak bernafsu ambil risiko cepat-cepatan di single lap, kecuali ada kesempatan. Bukannya ngeper dan juga bukan pura-pura pelan, tapi cerdik, kalee..!

Dia simpan tenaga dipakai untuk race. Karena race ada ukurannya soal menghasilkan poin. Lalu di akhir seri akan menempatkannya posisi doski di akhir klasemen, agar  masih layak dikontrak lagi untuk mengisi rekening tabungannya sekalian ketenarannya. “Motor tidak terlalu buruk. Time masih dekat-dekat dengan papan atas,” kata Rossi setiap kali usai melakukan sesi latihan dan kualifikasi dalam tiga seri 2015.

Kalimat standar ini terlontar tak peduli dia tertinggal jauh dan dekat oleh lawan. Lihat saja di Q2 di sirkuit Termas de Rio Hondo, ia terpaut jauh 1.088 detik oleh yang tercepat. Lalu cek lagi saat lomba. Jangan repot-repot mengeceknya bro, tuh ada difoto capture di tulisan ini. Itu catatan fastest lap alias yang tercepat saat lomba berlangsung dalam 25 lap di Argentina. Namanya lap record. Buktikannanti recor-record, pasti nama Rossi yang menggantikan Dani Pedrosa tahun lalu yang 1’39.222 dan sekarang jadi 1’39.019 oleh Rossi.  Ya M1 Rossi itu yang tercepat dengan 1’39.019 yang disusul Marc Marquez di Termas saat race.

Tidak sekadar cepat, tapi punya konsisten menggelinding pada racing line yang tepat setiap lapnya. Ada 19 kali M1 Rossi mencetak 1’39. Dari lap ke-11 sampai finish semuanya 1’39 sesuai ban ekstra kerasnya setalah menyatu dengan aspal Termas. Bukan sekadar ban pula, tapi M1-nya memang sanggup. Di belakang 39 detik ini semakin ke sini makin koma kecil. Makanya dia bisa kejar Marquez yang justru 39 detik-nya mulai koma besar. Marquez juga satu-satunya yang bersaing banyak-banyakan rutin berlari 1’39.

Intinya M1 Rossi sudah kembali seperti periode awal dia membangun M1 ketika masuk ke Yamaha 2004. Lalu dikembangkan sampai jadi dan akhirnya malah dimanfaatkan Jorge Lorenzo. Itu yang bikin dongkol Rossi saat itu sehingga paddock mereka dipisah. Kini dua tahun membangun M1 setelah babak belur di Ducati, motor sudah jadi seperti tuntutannya. Ia menyesuaikan riding style sembari curi elmu dari para anak muda, termasuk trik Marquez yakin ada yang diserapnya. “Penyesuaian ini penting karena tuntutan teknologi motor seperti itu,” kata Rossi berkali-kali.  

Ingat-ingatlah ketika dia datang kembali ke Yamaha, katanya distribusi bobot M1 harus dibikin ulang karena menyerang pengereman. Distrbusi bobot berhasil diatasi masalah rem masih sekali-sekali muncul. Rem bisa ditanggulangi ternyata kalah akselerasi mulus, karena tanpa SSG. Saat SSG muncul, nyatanya  kurang mulus lagi saat turun gigi yang bikin kalah konsisten masuk-masuk tikungan. Saat full SSG muncul, ya lihat saja dalam tiga seri awal 2015 ini, M1 telah teruji di sirkuit tersulit macam Austin. Sebenarnya bila ban depan tak bermasalah di Amerika pasti bisa mendekati Marquez yang telah memimpin. Ito

BACA JUGA 

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Minggu Menyesakkan Buat Honda, Marquez Merasa Benar

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Bos Honda Ogah Salahkan Rossi, Sabar Bro..!

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Sejak Awal Rossi Telah Baca Pikiran Marquez, Asli The Doctor Ya!

MotoGP 2015 Argentina (Race): Rossi Nyesal Marquez Jatuh, Marquez Sadar The Doctor Masih Sang Idola

MotoGP 2015 Argentina (Race): Rossi Juara, Marquez Kena Batunya Oleh The Doctor

 

 

 

 

BAGIKAN