nhk

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Minggu Menyesakkan Buat Honda, Marquez Merasa Benar

 

 

ManiakMotor – Raceday GP Argentina pada Minggu (19/4) betul-betul menyesakkan buat Repsol Honda. Pulang tanpa bawa sebiji poin pun. Ironis kalilah itu, kata orang Medan. Kata orang Gorontalo, palasila. Kata Betawi, busyeet dah…

Tim sekaliber Repsol Honda yang tahun lalu ‘merampok’ 45 poin di GP Argentina, kali ini gatot alias gagal total. Dua pembalapnya, Marc Marquez dan Hiroshi Aoyama, bahkan sampai terjungkal-jungkal di lintasan. Mulai saja dari Marquez yang telah diceritakan dalam berita terdahulu di portal ini. Meski Race Direction menetapkan itu race incident, silakan saja kalau masih ada yang berpendapat berbeda. Bahwa kejadian itu adalah buah kecerdikan Valentino Rossi.

Rossi terlihat menoleh untuk amati posisi motor Marquez saat senggolan kecil pertama. Sejurus kemudian yang seharusnya bikin manuver banting stang kemudi ke kiri ia malah menggiring motornya ke kanan sikit seolah out dulu baru in ke tikungan kiri. Aksi itu bikin roda belakang Rossi ‘memukul’ roda depan Marquez. Karena saat yang sama Marquez buru-buru memasukan RC213V searah tikungan. Kira-kira di otak Marquez, Rossi akan melakukan hal sama sehingga bisa beriringan masuk di R14 itu.

Dan brakkkbrukkkbrakbrukkk…, itu RC213V dan jokinya langsung terpental dan nggak finish. “Saya selalu akui Valentino idola dan referensi dalam balapan. Semua saya pelajari dari dirinya,” ucap Marquez, yang maksudnya mungkin termasuk belajar bagaimana menyikat lawan tanpa langgar aturan macam insiden jelang finish GP Argentina itu.

Contoh lain ‘ajaran’ Rossi yang cerdik meski terkesan ‘kotor’ adalah manuver The Doctor menusuk Casey Stoner di Laguna Seca 2008 lewat jalur offroad. Persis di lokasi sama dan dengan cara sama, Marquez menyikat Rossi pada musim 2013. “Valentino adalah Valentino yang strateginya di lintasan acap tak terduga. Jadi, saya memang harus belajar apa saja dari dirinya,” tegas Marquez yang mungkin saja akan pakai cara yang sama di kemudian hari.

Ia sendiri merasa benar soal strategi pakai ban belakang keras sementara lawannya pakai ekstra keras. Memang benar, 7 laps jelang finish ia kendurkan speed dan pengereman untuk merawat ban agar stabil hingga lap ke-25. “Sebelum kejadian, saya kembali geber motor untuk main 1:39 koma kecil sekaligus menguji daya tahan ban. Saat itu saya pastikan bisa fight hingga akhir lomba. Strategi saya benar dan bekerja seperti harapan. Nasib sial saja yang bikin kecelakaan itu,” terang Marquez menampik anggapan doski salah pilih ban.

Sialnya lagi, Aoyama yang jadi pembalap pengganti Dani Pedrosa pun sama apesnya. Juga terjungkal saat berada di zona poin, urutan 11. Beda dengan Marquez, Aoyama justru diseruduk Danilo Petrucci (Pramac Ducati) di lap terakhir. Untuk kasus ini, Race Direction memutuskan Petrucci bersalah dan mengganjarnya dengan hukuman poin. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): M1 Rossi Kembali Ke Perdoma Asli, Jangan Percaya Latihan

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Bos Honda Ogah Salahkan Rossi, Sabar Bro..!

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Sejak Awal Rossi Telah Baca Pikiran Marquez, Asli The Doctor Ya!

MotoGP 2015 Argentina (Race): Rossi Nyesal Marquez Jatuh, Marquez Sadar The Doctor Masih Sang Idola

MotoGP 2015 Argentina (Race): Rossi Juara, Marquez Kena Batunya Oleh The Doctor

MotoGP 2015 Argentina (Warm Up): Masih Marquez Yang Tercepat

BAGIKAN