nhk

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Perang Ban Rossi vs Marquez, Begini Analisa Bridgestone

 

ManiakMotor – Bukan soal jenis kompon yang berbeda, tapi bagaimana masing-masing pembalap memperlakukan ban pilihannya. Kira-kira macam begitulah penilaian Bridgestone yang punya barang dalam menanggapi perang strategi karet hitam Honda vs Yamaha, khususnya Valentino Rossi lawan  Marc Marquez yang berakhir heboh di GP Argentina.

Kompon baru extra hard tyre diproduksi khusus Bridgestone untuk GP Argentina sopasti lewat olahan data mendalam dari tahun lalu. Kompon lebih keras diperlukan menghadapi kasarnya aspal sirkuit Termas de Rio Hondo yang tahun lalu sangat menyiksa ban belakang. Dengan alasan yang sama, pabrikan ban Jepang itu juga meng- up grade kompon medium dan hard agar nge-grip dari musim lalu.

Itulah alokasi ban belakang yang dipasok untuk tim pabrikan Honda dan Yamaha. Tim lain ndak boleh pakai jenis ekstra keras. “Diserahkan pada masing-masing pembalap yang memutuskan pilihannya. Itu berkaitan dengan strategi balapan, setingan motor, dan faktor cuaca,” kata Masao Azuma, Chief Engineer Bridgestone Motorsport Development Department.

Kompon hard dan extra hard itu jelas punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yang keras sudah langsung enak dipakai sejak awal balapan, namun punya daya tahan terbatas untuk 25 lap durasi lomba disbanding yang ekstra. Ekstra keras bisa bikin susah di awal balapan, tapi begitu jadi sampai finish akan kuat. Belajar dari M1 Rossi sih, sejak lap ke-11 dia sudah mulai membuka throttle dengan enak dan makin enak di lap-lap akhir.

Rossi memang pilih ekstra keras dan Marquez pakai yang keras saja. Menurut Azuma tak ada yang salah pada pilihan mereka. Dari data balapan, keduanya punya potensi jadi juara jika kemudian tak terjadi senggolan. “Sesungguhnya ban milik Marquez pun punya daya tahan tarung hingga lap akhir. Indikatornya adalah ban RC213V Crutchlow yang bikin 1:39,474 pada lap ke-25 jadi fastest lap yang bersangkutan. Hard tyre itu masih sehat hingga lap terakhir,” ucap Azuma yang tentu tak cerita kemampuan mesin RC213V Cal yang versi satelit yang beda dengan garangnya mesin Marquez.

Apalagi, Marquez pun bilang sudah atur ban dengan  kendurkan laju begitu tahu Rossi mulai mendekat gap kisaran 4 detik. “Setelah itu saya kembali ke pace 1:39 koma kecil dan berpikir akan tarung ketat dalam 2-3 lap terakhir menuju  finish,” katanya yang kemudian tak terjadi lantaran jatuh atau dijatuhkan Rossi hehehe!

Yang ‘nuduh’ Marquez kurang mampu memenej ban belakangnya justru Crutchlow. ”Marc bermain terlampau keras di awal balapan,” katanya sembari mengaku  sukses merawat bannya dengan taktik seperti pembalap F1. Dugaan Crutchlow tepat dengan fakta yang ada. Melihat time di lap-lap awal, Marquez memang cenderung ingin secepatnya bikin jarak dengan pembalap di belakang. Ia sudah bikin fastest lap-nya, 1:39,071 pada lap ke-2. Rossi sendiri baru bikin fastet lap-nya di putaran ke-20 dengan catatan 1:39,019 sekaligus jadi rekor baru fastest dan circuit lap di Termas de Rio Hondo. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Jerez: Aksi Rossi Sesuai UU Lalulintas Di Argentina

MotoGP 2015 Jelang Jerez: Apalagi Alasan Lorenzo? Eh Malah Memuji Rossi

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Cruthclow Ungkap ‘Rahasia’ Honda, Utamakan Marquez, Perhitungkan Rossi

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Marquez Mau ‘Tipu’ Rossi Soal Ban, The Doctor Nggak Ngaruh

BAGIKAN