nhk

MotoGP 2015: Bentrok Kepentingan, GP Ceko Terancam Bubar, Cermin Buat Indonesia

ManiakMotor – Politisasi olahraga bukanlah hal baru dan terjadi dimana-mana. Begitu pula soal uang besar yang beredar di event olahraga, bisa juga mengundang petaka. Itu yang bikin GP Ceko di Sirkuit Brno terancam bubar tahun ini. Gelimang uang dan kepentingan jadi pokok masalah.

Sejak tahun lalu terjadi perdebatan sengit antara pemilik sirkuit Brno, Karel Abraham Sr dengan pemerintah daerah Moravia Selatan yang dipimpin Gubernur  Michal Hasek. Kedua pihak berebut hak penyelenggaraan MotoGP di Brno. Abraham mengkalim sokongan dana pemerintah 1,2 juta Euro untuk musim 2014 saja belum diterima. Karena itu ia bilang tak mampu  membayar fee penyelenggaraan kepada promotor Dorna sebesar 2,73 juta Euro atau sekitar Rp 40 miliar. Ya, setiap penyelenggara memang harus setor duit pada Dorna yang menguasai seluruh aspek komersial MotoGP. Mereka yang terima hasil iklan di sekitar sirkuit dan hasil penjualan TV right yang jumlahnya seabrek-abrek. Uang masuk pnyelenggara hanya dari tiket masuk. Ya, memang begitu aturan mainnya, dari zaman GP500 sampai era MotoGP. Hal sama berlaku saat Sentul menghelat GP Indonesia 1996 dan 1997.

Klaim Abraham ternyata sulit diterima pihak Hasek. Pasalnya, GP Brno yang selalu padat pengunjung itu pada musim 2014 menghadirkan 170.000 penonton saat raceday. Total pngunjung sejak sesi FP tercatat 240.000 orang. Harga karcis termurah saat itu adalah 68 Euro. Menurut hitungan rata-rata, maka perolehan dari penjualan tiket mencapai 9,4 juta Euro. Jauh melebihi sanctioning fee kepada Dorna yang hanya 2,73 juta Euro. Dipotong biaya macam-macam berikut jatah tiket gratis (800-1000 untuk tim MotoGP, 400-500 untuk itm Moto2 dan 3), dan tiket-tiket gratis lainnya untuk aparat dan pihak sponsor, maka jumlah yang tersisa masih sangat besar. Artinya,tak mungkinlah tak ada dana untuk penyelenggaraan musim 2015.

Yang kemudian jadi isu besar justru penggunaan uang masuk itu. Abraham dinilai lebih banyak menghamburkan duit pengelolaan untuk membiayai putranya, Karel Abraham Jr di kancah MotoGP.

Itu yang kabarnya membuat Hasek ogah memberi bantuan dana lagi dan sebaliknya justru minta kepada Dorna agar pemerintah lokal jadi penyelenggara GP Ceko berikutnya. Tapi, di sisi lain, maneuver sang gubernur pun dicurigai hanyalah untuk menaikkan citra dirinya dalam rangka pencalonan ulang dalam  pilkada di daerahnya.

CEO Dorna Carmelo Ezpeleta pun pusing jadinya. Menurutnya tak mungkin memberi hak penyelenggaraan kepada pemda setempat padahal kontrak terikat dengan Abraham selaku pengelola sirkuit. Makin sulit karena pihak sirkuit dan pemerintah lokal tak lagi mau berdiskusi cari solusi.

“Jika sampai minggu pertama Juni belum ada kejelasan, mau tak mau GP Ceko akan dicoret dari kalender 2015,” tegas Ezpeleta yang baru pulang dari Indonesia untuk jajaki kemungkinan menggelar GP Indonesia mulai 2017.

Setelah itu ya pastinya jatah Rep.Ceko untuk 2016 pun tanda tanya besar. Tapi, soal itu mah Ezpeleta tak terlalu pusing karena banyak negara yang antri jadi penyelenggara. Termasuk Thailand yang sudah siap dengan sirkuit baru dan terbukti sukses menghelat seri 2 WSBK 2015.

Jika GP Ceko harus tercoret maka itu adalah sebuah tragedi besar karena inilah salah satu seri terbaik di dunia.  Ezpeleta menetapkan deadline pada awal Juni dan setelahnya pasti akan banyak perubahan. Saat sama ia juga minta pihak Indonesia untuk merampungkan proposal 2017 dalam tiga bulan ini. Semoga saja tim yang dibentuk mampu menyusun dan meyiapkan segala sesuatunya sesuai persyaratan yang ditetapkan FIM dan Dorna selaku pemilik hajatan MotoGP. Tapi, boleh dong para fans MotoGP Indonesia berharap dan mengingatkan agar sejak awal sampai akhirnya nanti penyelenggaraan GP Indonesia bebas dari kepentingan-kepentingan berbeda, terlebih untuk kepentingan sesaat dan sesat. Andro

Baca Juga

MotoGP Indonesia 2017: Bersaing Keras Dengan Thailand

MotoGP Indonesia 2017: Penentuan Dalam Tiga Bulan ke Depan, Semoga Bukan Sekadar Kampanye

MotoGP 2015: Bos Dorna Janjikan Indonesia Gelar MotoGP, Tapi Harus Bla..Bla…Bla!

BAGIKAN