nhk

MotoGP 2015: Berjudi Dengan Resep Pak Galbu, Rossi Yakin Dapat Gelar Ke-10

 

 

ManiakMotor – Seorang The Doctor macam Valentino Rossi selalu bicara realistis. Tak berbekal janji macam wakil rakyat di gedung sebelah. Kalau 2015 Rossi bilang bisa fight berebut gelar juara dunia, pastinya ia yakin punya modal kuat. Sama dengan janjinya pada 2013, bahwa 2014 dia akan selalu naik podium.

Kesekian kalinya Rossi bilang siap untuk titel MotoGP 2015 pada usia 36 tahun. Jika dapat maka itulah gelar ke-10-nya (ke-8 kelas primer) sejak debutnya di GP125 cc pada 1996. “Hasil sepanjang 2014 menjadi kuncinya. Saya punya keyakinan kuat untuk itu,” tutur Rossi yang selalu bicara apa adanya soal peluang.

Ia punya modal Silvano Galbusera yang telah membuktikan punya  terobosan teknis mengutak-atik M1 yang pas untuk The Doctor. Pada saat yang sama, Pak Galbu mengarahkan Rossi untuk mengubah riding style, agar karakter M1 yang disetelnya tak sia-sia. Katanya akan mudah bila mekanik yang wujudnya pada karakter motor sama-sama dengan pembalap mengubah gaya masing-masing.

Itu yang dilakukan keduanya yang maksudnya seiya sekata. Pak Galbu berusaha menyatukan ‘roh’ M1 pada The Doctor, sebaliknya Rossi juga begitu. “Pada 2014 saya kuat, rutin hadir di podium. Hanya dapat dua kemenangan sedang Marc (Marquez) dapatkan 13.  Perbedaan besar, tapi kecepatan semakin dekat. Pasti sulit  tahun depan, apalagi Jorge (Lorenzo) pun semakin kuat. Tapi, di dalam hati ini tersimpan percaya diri untuk gelar ke-10,” yakin Rossi yang saat ini sangat serius latihan fisik dan handling motor lewat dirt track.

Prospek itu merupakan rangkuman Rossi dari berbagai faktor. Fisiknya mumpuni melakoni balapan panjang, performa M1 yang meningkat di beberapa seri akhir 2014. “Kini Silvano punya pengalaman setahun penuh di MotoGP. Kami sudah punya resep menghadapi kompetisi 2015. Semuanya akan dijalankan dengan kerja tim yang lebih keras,” yakin Rossi berstrategi.

Pak Galbu makin tahu kekuatan dan kelemahan Rossi, tahu pula lemah dan kuatnya rival, dan makin paham pada sektor mana dan bagaimana caranya M1 bisa dikembangkan. Resep itu yang diserahkan pada insinyur racing Yamaha seperti lahirnya sasis M1 di ujung serial 2014. Juga makin mulusnya akselerasi dari pengembangan SSG. Belakangan tinggal soal turun gigi yang katanya belum semulus lawan.

Seperti Rossi bilang, pilihannya pada Galbusera memang perjudian  2014. Kini pun ia masih berjudi dengan resep yang disiapkan 2015. Namanya resep, tentunya ya butuh pembuktian pada hasil akhirnya, apakah gurih atau sebaliknya. Tensinya pun masih ditest di Sepang1 pada awal Februari 2015. “Meski sulit melawan Marc dan Jorge, tapi faktanya mereka bisa dikalahkan,” tegas The Doctor lagi.

Lanjutkan Ros…! Andro

BACA JUGA

MotoGP 2014: Marquez Juara Dirt Track Superprestigio DTX Di Barcelona, Spanyol

MotoGP 2015: Marquez Dikritik Keras Pindah Ke Andorra, Dia Masih Anak Mama..!

MotoGP 2014: Besut Ferrari, Lorenzo Balap Ketahanan di Abu Dhabi

MotoGP 2015: Teka-Teki Ducati, GP15 Masih Misterius

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353