nhk

MotoGP 2015: Honda Akui Gila-Gilaan Promosikan Miller, Loncati Pakem Jenjang

 

 

ManiakMotor – Kontrak sudah diteken dan Jack Miller sudah resmi jadi rider MotoGP pada 2015. Statusnya sudah tak bisa ditarik, namun kontroversinya tetap jadi bahasan. Anak Oztrali berumur 19 tahun itu langsung ngegas dari Moto3 ke MotoGP, nggak pakai lewat Moto2.

Kejadian pertama karena biasanya pembalap Moto3 bukan sekadar berjuang dulu di Moto2. Tapi seperti itulah penjejangannya, bertingkat pengenalan motornya, dan terutama powernya. Urutannya Moto3 ada 55 dk, Moto2 sekitar 150 dk dan MotoGP  260 dk ke atas. Sebab tugas pembalap membawa motor, bukan dibawa-bawa motor. Yang dimaksud dibawa-bawa motor, powernya akan sulit kepegang Miller bila sebelumnya belum pegang power yang bertingkat sesuai jenjang.Kolo sudah ditarik-tarik tunggangan, hasilnya kebanyakan tutup gas yang akhirnya pelan. Bila memaksa, ya bahaya. Begitu ilmu kira-kiranya… Semoga bisa sebaliknya, agar seru.

Langkah kontroversial itu langsung disambut Dorna karena punya nilai publisitas. Tidak demikian dengan tanggapan pembalap MotoGP yang khawatir Miller akan kesulitan dan punya risiko tersendiri. Valentino Rossi dan Marc Marquez, misalnya, kukuh punya pendapat sebaliknya Miller main di Moto2 lebih dulu. Karena dua talenta hebat itu, tetap lewat penjenjangan. Rossi dari GP250 di eranya dan Marquez dengan Moto2 yang 600 cc.

Vice President HRC (Honda Racing Corporation) Shuhei Nakamoto mengakui ide itu datang dari dirinya. Itu memang terkesan gila-gilaan dan berjudi besar. “Kami sangat tertarik pada talenta Miller. Ide ini datang dari Honda dan ditawarkan pada Lucio Cecchinello pemilik tim satelit Honda, LCR, dan ia mendukung,” tegas Nakamoto.

Pak Nakamoto itu bilang juga langkahnya terkesan konyol. “Konyolnya dari Moto3 ke MotoGP lompatan yang sangat jauh. Saya punya feeling bagus untuk proyek ini. Tak peduli bagaimana pribadi Miller, buat saya yang penting kecepatannya,” tegas Nakamoto yang kemudian menitipkan Miller di LCR Honda namun dengan dukungan penuh orang-orang HRC.

Sosok Miller jadi properti panas jelang tes pramusim di Sepang, Februari 2015. Selain ekspres ke MotoGP, juga motor anyar Honda RC213V-RS untuk Open Class. Versi ini berubah total dari RCV1000R yang dinilai gatot alias gagal total  musim 2014 ndak mampu melawan Yamaha M1 versi Open Class. RC213V-RS motor pabrikan yang dimodifikasi sesuai regulasi Open. Sudah pakai pneumatic valve alias klep bertekanan tidak seperti sebelumnya menggunakan pegas yang sering floating di putaran tinggi.

Dua hal yang harus dibuktikan Miller tahun depan soal layaknya doi tembak langsung ke MotoGP, sekaligus pembuktian RC213V-RS memang lebih tokcer dari RCV1000R. Dan, tak kalah menarik tulisan berikutnya seputar Miller. Komentar datang dari Jeremy Burgess, eks kepala mekanik Rossi yang terkenal dengan teori 80/20. Apa katanya, silakan tunggu naskahnya yang sedang diketik hehehe! Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015: Teori Jeremy Burgess Buat Rossi, Berlaku Untuk Miller

MotoGP 2015 Test Pramusim Sepang: Apa Yang Kamu Bisa Perbuat Miller Dengan Power 250 dk?

MotoGP 2014: Bos Red Bull Beli Sirkuit, Bawa MotoGP ke Austria

MotoGP 2014: Lorenzo Kecelakaan di Abu Dhabi, Menang di Kelas Gentlemen

MotoGP 2015: Berjudi Dengan Resep Pak Galbu, Rossi Yakin Dapat Gelar Ke-10

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353