nhk

MotoGP 2015 Indianapolis (Jelang): Alasan Lorenzo Berubah Lagi, Kali Ini Ban

 

 

ManiakMotor – Waduh, susah juga menangkap alasan Jorge Lorenzo yang tepat. Saat mau masuk ronde 9 dia bilang sirkuit Sachsenring yang menikung sembari berakselerasi di gigi rendah itu, tidak sesuai gayanya. Juga katanya sasis baru dikeluarkan Yamaha tak boleh disebut berhasil atau disebut gagal pada motornya, biasa-biasa saja.

Tapi usai dari Sachenring dia malah protes ban. Katanya ban yang dikeluarkan Bridgestone yang model asimetris tidak semuanya cocok dengannya. Lorenzo tak satu irama dengan senyawa ban pada aspal saat nilkung kiri dan kanan. “Seperti pemain tenis, tidak semua turnamen dia bisa juara, karena perbedaan lapangan. Sama dengan saya, tidak semua sirkuit  cocok, apalagi menggunakan ban yang berbeda-beda,” kata Lorenzo.

Bridgestone memang kerap melakukan rekayasa ban pada setiap sirkuit, kendati mereka sudah punya asimetris sesuai sirkuit yang dituju. Katanya sih, modifikasi tersebut untuk meningkatkan grip. Sayang, Bridgestone enggan mengungkap trik tersebut, karena rahasia dagang. “Itu dilakukan demi pegangan ban terhadap trek,” kata Masao Azuma, petinggi Bridgestone yang saban balapan nongol di sirkuit.

Kelemahan utama seperti cerita Lorenzo ketika berakselerasi sesuai tuntutan sirkuit Sachsenring. Di sirkuit ini akselerasi dilakukan sangat variaso dari percepatan persneling rendah sembari menikung pula. Itu bikin Lorenzo kurang ‘nyali’.  Kurang pede. Maka dia mengaku sulit mengembangkan kecepatan seperti Valentino Rossi sesama penunggang M1, apalagi dengan Honda.

Lorenzo sudah mulai khawatir soal gayanya menuju Indianapolis yang model sirkuitnya mirip-mirip dengan Sachsenring. Sebab model ban yang sama akan digunakan di Sachsenring. “Penggunaan ban akan kembali normal ketika di Brno yang bisa pakai kompon lembut,” kata Lorenzo. 

Tapi kalau dilihat dan digali lebih dalam sih, hanya masalah gaya. Lorenzo dikenal pembalap road race murni. Dia lebih suka model menikung parabolic yang roliing speed alias melengkung-lengkung. Ketemu macam Sachsenring yang harus ditekuk tajam, kelabakan dia. Ditambah pula Sachsenring bukan tipikal M1 yang disebut tadi, banyak berakselerasi dari tenaga bawah. Ito

BACA JUGA

 MotoGP 2015 Sachsenring (Pasca Race): Lelet di Lintasan, Crutchlow Dihukum Penalti

MotoGP 2015: Masuk Paruh Kedua Kompetisi, Suzuki Siapkan Sasis Baru dan SSG

MotoGP 2015 Sachsenring (Pasca Race): 9 Seri Sisa, Rossi Yakin Fight di 6 Sirkuit

MotoGP 2015 Sachsenring (Pasca Race): Tes di Misano, Marquez Ingin Lebih Kencang Lagi

MotoGP 2015 Sachsenring (Pasca Race): Dihajar Rossi 4,3 Detik, Lorenzo Bilang Mimpi Buruk

BAGIKAN