nhk

MotoGP 2015 Jelang Argentina: Rossi ‘The Oldest Man on the Grid’, Wartawan Pernah Ragu, Ngaku Dosa

 

ManiakMotor – The Doctor  yang kini juga bergelar The Oldest Man on the Grid alias banyak umurnya – nggak bilang pembalap tertua loh – di lintasan. Ia kembali menegaskan hasrat balapan sepanjang yang ia bisa. “Semoga ini bukan kontrak terakhir,” katanya.

Di umur 36 tahun untuk kali perdana dalam lima tahun terakhir, namanya terukir kembali sebagai pemimpin klasemen. Walau itu sementara dengan dua podium di GP Qatar dan Austin. Pujian bertubi pun bermunculan, tak hanya dari dalam negerinya Italia.

“Semangat tinggi tak pernah membuat Rossi tua di MotoGP. Saat ia diabaikan dan tak diperhitungkan wartawan, saat itu pula ia akan bikin fakta sebaliknya dengan motivasi ekstra. Sangat menyenangkan melihat bagaimana pembalap setua dia bisa menyikat anak-anak muda dengan teknik-teknik baru dan stamina yang mantap,” kata Jeremy Mc Williams, mantan pembalap yang pernah naik podium bareng Rossi di GP Inggris dan kini jadi komentator.

Tentu saja bukan cuma Williams yang puji Rossi. Wartawan MotoGP yang pernah bikin analisa Rossi percuma saja balik ke Yamaha pada 2013 lalu pun mulai pada ‘ngaku dosa’. Mereka menegaskan sebaliknya bahwa The Doctor memang belum layak diabaikan. Tapi nggak termasuk maniakmotor.com loh, hehe.

Rossi sendiri tak terpengaruh oleh puja-puji di sekitar. Prioritasnya tetap olah fisik dan pengembangan motor untuk selalu siap tempur. “Memang sih penting unggul sementara saat ini, terlebih setelah Austin yang selama ini sangat menyulitkan. Tapi, itu tidaklah terlalu penting,” kataThe Doctor.

Lantas, apa yang penting Kang? Eh, jawabannya ternyata soal masa depan. Tapi,  bukan soal pernikahan dan keinginannya punya anak, bukan pula untuk melebarkan gurita bisnis VR46 sebagai perusahaan, tapi soal durasi balapan. “Saya dikontrak Yamaha hingga 2016 dan ingin ini bukanlah kontrak terakhir,” ucap Rossi yang sangat sadar kalau performanya harus tetap terjaga jika kontrak baru musim 2017 ingin didapat. Doski harus rutin berada di podium.

Target terdekat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, pekan depan. The Oldest Man on The Grid harus kembali naik panggung agar posisi klasemen tetap kuat, apalagi jika finish di depan Marc Marquez.Tapi, bisa ndak Kang? “Ada kesempatan setelah lihat M1 di Austin. Tahun lalu di Argentina kami cukup bagus,” tegas Rossi yang selalu termotivasi seperti dibilang Williams.

Kalau begitu, mangga hatuh Kang…digoyang deui! Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Argentina: Duel Seperti Foto Ini, Kata Rossi Biasa! Skill Tingkat Dewa

MotoGP 2015 Austin (Pasca Race): Pol Dan Bradl Sangat Dongkol, Cilaka Akibat Joki Lain

MotoGP 2015 Austin: Poin Perdana Miller, Sayangnya Bikin Jatuh Korban

MotoGP 2015: M1 Merapat di Austin, Tolok Ukur Rossi Masuk Trek Eropa

BAGIKAN