nhk

MotoGP 2015 Jelang Indianapolis: Rossi Berhasil Membangun M1, Modal Layani Marquez

 

ManiakMotor – Valentino Rossi berani melayani Marc Marquez duel ketat, karena ada modalnya. Modalnya banyak dah. Bandingkan dengan dua tahun lalu atau lebih dekat tahun lalu, Rossi cenderung ‘mengalah’. Sebab memang kalah motor yang sama saja kalah laju untuk melayani Marquez dengan RC213V-nya yang lagi di atas angin.

Tahun lalu Rosssi setiap kali komentar sebut satu-satunya penghalang dirinya untuk juara dunia si Marquez. Tahun ini kalimat ini tetap ada tapi tinggal sayup-sayup. “Marc masih tetap harus diwaspadai, kendati dia sudah tertinggal di klasemen. Dia masih cepat bila keadaan memungkinkan,” wanti Rossi terhadap dirinya dewek untuk mengarungi separuh musim 2015.

Terlepas Rossi gagal meracik Ducati dua tahun di sana, toh logo The Doctor dengan VR46-nya tetap muncul pada Rossi ketika dia balik kembali ke garputala. Masih membuktikan pembalap sekaligus periset motor untuk mencapai balapan maksimal. Pokoknya itu motor harus sejiwa, sehati, seotak dan sepikiran dengan hendlingnya. Macam M1 saat ini yang separuh musim sudah membawanya memimpimpin point. Jelas itu hasil setelannya, walau dia mengakui dirinya juga kudu disetel terutama gaya mengendara dengan teknologi M1 sekarang dan gaya mebalap anak muda.

Nah itulah modal Rossi yang tahun ini berani melayani Marquez yang tahun lalu seperti segan pepet-pepetan habis. Rossi memang sebut kemampuannya saat ini belum 100 persen. Namun bila dilihat kinerja motornnya, memang layak adu nyali bukan hanya dengan Marquez, tapi siapa saja. Rossi sudah bisa masuk tikungan dengan gesit. Memang sih awal kompetisi 2015, Yamaha mengumumkan menggunakan SSG aktif turun gigi yang tak bikin motor tertahan di depan tikungan  diukur dengan Honda.

Itu yang bikin Rossi tak banyak ketinggalan dengan Marquez ketika masuk tikungan tajam. Ukuran  yang pas memang hanya Marquez, lantaran duel menarik separuh tahun ini di MotoGP hanya terjadi antara Rossi vs Marquez. Rossi bisa menggiring motornya masuk bersama Marquez di tikungan yang dulu hanya santapan Honda. Maaf ini hanya analisa portal ini, karena setiap media harus punya pendapat sendiri, hehe. Iya dong, jangan hanya terjemahan muuuluuu….  

M1 sekarang salah satu modal Rossi berani melawan. Selanjutnya jelas modal pengalaman untuk memancing emosi para juniornya. Jangankan Marquez yang masih anak muda yang punya darah panas. Seorang senior macam Jorge Lorenzo saja sering masuk perangkap permainan Rossi di dalam sirkuit maupun di luar sirkuit lewat komentarnya menghangatkan lomba. “Valentino memang pembalap cerdik. Pembalap lain nggak tahu apa yang harus diperbuat, dia sudah tahu duluan,” puji Marquez yang sebenarnya memuji sembari menyindir waktu kasus di Assen.

Modal selanjutnya Rossi, pastilah pola hidup termasuk disiplin di dalamnya. Coba dengar baik-baik ketika dia mau berlibur separuh musim 2015 ini. Memang paling utama istirahat. Tapi di dalamnya, ia masih sebut motor. “Saat istirahat separuh musim, waktunya berlibur. Saya juga ingin bermain motor dan berkumpul dengan teman-teman,” papar Rossi yang tak ikut bersiul Libur Telah Tiba. 

Main motor yang disebut Rossi, pastilah soal dirt track di ranch miliknya di Italia sana  menggunakan special engine. Di sana pula ia bisa berkumpul bebas dengan anak didiknya dan konco-konco. Berarti sembari berlibur mebentuk lengan Rossi tetap kuat, fisik tetap prima dan naluri bertarung tetap terawat. Itulah modal pamungkas Rossi sehingga dia tetap berharap juara dunia di umur 36 tahun, eh dalam 9 laga lalu semuanya podium dan tiga kali juara. Ito  

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Indianapolis: Separuh Musim Rossi Baru Keluarkan Kemampuan 90%, Loh..!

MotoGP 2015 Test Misano: Suzuki Juga Dapat 1;32, Masih Kalah Dari Ducati

MotoGP 2015 (Jelang Indianapolis): Ikut Tes Misano, Ducati Gaspol 250 Lap

MotoGP 2015 Test Misano: Baru Uji Coba, Honda RC213V 2016 Lampaui Rekor Misano

MotoGP 2015 (Jelang Indy): Laverty Belum Pasti, Aprilia Tarik Anak Moto2

BAGIKAN