nhk

MotoGP 2015 Jelang Jerez: Aksi Rossi Sesuai UU Lalulintas Di Argentina

 

ManiakMotor – Sejak kapan Undang-Undang Lalulintas dibawa ke sirkuit balapan? Tapi, begitulah analisa insiden Valentino Rossi – Marc Marquez yang bikin heboh di GP Argentina.

Para fans Marquez mungkin belum puas dengan keputusan Race Direction yang memtuskan hal itu sebagai race incident atau kejadian yang normal. Salah satu dari fans yang penasaran itu mungkin saja sampeyan. Jadi, perlu sampeyan simak uraian di bawah agar paham mengapa Rossi tak dapat hukuman karena bikin Dek Marquez klontang.

Rada ‘bohong’ kalau Rossi bilang saat kejadian tak tahu persis posisi Marquez. Putar deh rekamannya dan perhatikan bahwa The Doctor sempat menoleh ke kanan di mana RC213V itu berada saat senggolan pertama.  Sejurus kemudian, ia goyang sikit ke kanan M1-nya sebelum banting stang ke kiri.

Salahnya Marquez, ia tak menduga sedikit pun manuver ke kanan itu. Mungkin ia pikir Rossi langsung melajukan motornya ke kiri dan ia pun ikut banting stang ke kiri. Tapi ternyata tidak demikian dan terpaksalah roda depannya menghajar roda belakang Rossi. Atau bisa juga roda belakang Rossi yang menggebuk roda depan RC213V Marquez, karena epek Rossi goyang kanan  dulu baru banting ke kiri. Ya itu teknik bro untuk  menghambat laju Marquez, namum Marquez tidak antisipasi!

Tapi, akan gegabah sekali jika asumsi di atas yang jadi acuan Race Direction. Para pengampil keputusan lomba itu pastilah telah memutar balik rekaman kejadian dari semua sudut (angle) berbagai kamera, termasuk kamera dari helikopter, kamera pada motor Rossi/Marquez dan bahkan CCTV sirkuit. Kesimpulannya, laju M1 saat itu memang sedikit lebih cepat dan Rossi sendiri pakai racing line yang sama dengan lap sebelumnya.

Dan, yang paling penting dari semuanya, adalah soal posisi motor masing-masing. Sangat jelas M1 berada di depan, karena motonya Semakin Di Depan, hehe. Maka sesuai aturan di FIM, kewajiban pembalap di belakanglah untuk  mengontrol dan mengantisipasi segala kemungkinan manuver pembalap di depannya. Yang di belakanglah yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

Masbro dan mbaksist sekalian, bagian terakhir itulah yang juga sesuai dengan UU Lalulintas di negara manapun. Sebagai bikermania, sampeyan yang harus antisipasi situasi di depan. Kalau nabrak biker di depan, apapun ceritanya ya sampeyan yang salah. Ndak peduli yang di depan itu meleng, ngerem dadakan atau lagi mainkan HP hehehe. Sampeyan yang wajib antisipasi.

Jadi, sangat benar kalau Rossi bilang, “Lha, dia yang nabrak kok. Saya kan di depan, nggak lihat ke belakang. Lagian saya nggak tahu benturannya ada di sebelah kiri atau kanan motor, saya nggak tahu,” jelas Rossi seperti membatah ia tahu posisi Marquez saat itu dengan cara menoleh sebelumnya.

Soalnya kalau dibilang dia tahu posisi Marquez, berarti ada unsur kesengajaan di situ. Maka ulang lagi di Jerez deh. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Jerez: Apalagi Alasan Lorenzo? Eh Malah Memuji Rossi

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Cruthclow Ungkap ‘Rahasia’ Honda, Utamakan Marquez, Perhitungkan Rossi

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Marquez Mau ‘Tipu’ Rossi Soal Ban, The Doctor Nggak Ngaruh

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): M1 Rossi Kembali Ke Perfoma Asli, Jangan Percaya Latihan

MotoGP 2015 Argentina (Pasca Race): Minggu Menyesakkan Buat Honda, Marquez Merasa Benar

 

 

 

 

BAGIKAN