nhk

MotoGP 2015 Jelang Misano; Mantap Penguasaan Rossi Terhadap Sirkuit, M1-nya Mendukung

 

ManiakMotor – Kecepatan rata-rata sirkuit Misano dari akumulasi hambatan 16 tikungan yang 10 ke kanan dan 6 ke kiri hanya 160 km/jam. Jauh  dari Silverstone yang seri sebelumnya digunakan bisa sampai 175 km/jam rata-ratanya. Top speed Misano juga hanya bermain di bawah 300 km/jam. Panjangnya juga setara sirkuit Sentul yang dulu 4.2 km tapi Sentul hanya 12 tikungan. Trek lurus Misano hanya 560 meter.

Dari segi karakter seharusnya sirkuit Misano yang dipakai untuk ronde 13 MotoGP 2015 dan raceday pada Minggu 13 September ini adalah milik Honda RC213V. Tetapi keberuntungan lebih banyak di Yamaha di sana sejak sirkuit tersebut digunakan pada 2007. Seperti itu datanya setelah ‘diacak-acak’. Ini sikuit model pelan, tapi lumayan mengalir. Best lap di situ 1 menit 32.915 atas nama Marc Marquez yang dicetak 2013.

Kondisi terkini yang up to date, terutama best lap akan ‘mudah’ dilewati, mengingat beberapa tikungan dibenahi kerb-nya. Juga aspalnya sedang mulus-mulusnya. Persoalannya, Honda masuk ke Misano tahun ini bukan lagi kandidat kuat sebagai juara dunia, kendati Marquez masih punya peluang namun tipis, tipis dan tipis sekali.

Duel fokus pada dua M1 Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Honda sebagai pengacak poin keduanya. M1 sudah lebih baik menghadapi Misano yang pendek-pendek dengan ramuan SSG-nya yang kian matang. Ditambah pula sasis M1 Rossi yang kian lincah. Akselerasi mesin pun sudah kontan nggak pakai kredit dengan knalpot tebas bambu. “Khusus M1 Rossi lebih baik di tikungan-tikungan lambat. M1 saya oke di tikungan cepat,” kata Lorenzo. Nah di Misano ini masih terhitung sirkuit pelan.

Walau peluang Honda tipis juara dunia, tetap diingat perjalanan mereka di sini. Pada 2011 saat balapan antara kering dan basah,  Casey Stoner salah pilih ban. Cerita 2011 itu Lorenzo dari Yamaha yang beruntung dengan pilihan karetnya. Lupa entah pilih getah apa dia? Pada 2012  sama juga dalam posisi Dani Pedrosa yang sedang kejar poin. Akibat kesalahan tekniks pada lampu start, RC213V Pedrosa saat itu hidrolik remnya tak mau balik. Maka ia dianggap terlambat masuk grid dan start dari belakang saat start ulang.Tahun lalu atau 2014 giliran Marquez yang jatuh.

Misano memang butuh keahlian menari-nari dengan motor alias menikung terus ke kiri dan kanan. Bahkan perpindahan percepatan terjadi saat motor sendang ‘tiduran’. Khusus Valentino Rossi zaman sekarang tentu diuntungkan penguasaan sirkuit. Maksudnya tutup mata saja dia bisa hapal tuh Misano. Saat di Ducati saja Rossi bisa memperbaiki keadaan dengan Ducati-nya di situ.

Di Yamaha tahun lalu dia juara dengan penguasaan sirkuit yang mantap. Dia sangat tahu menempatkan motornya. Seharusnya dengan SSG yang sudah aktif turun-naik gigi 2015, Rossi kian jadi di sirkuit dekat rumahnya itu. “Misano salah satu dari enam sirkuit setelah paruh kedua yang seharusnya saya juara,” janji Rossi yang di Misano juga didoping fans fanatik, karena kampung Rossi di Tavuilla yang hanya 10 km dari Misano.

Ilmu kira-kiranya, walau banyak menikung tidak banyak terjadi perubahan mendadak pada distribusi bobot pada motor, ya mengalir. Motor akan tetap meluncur dengan teratur walau tak kencang-kencang amat setiap masuk-keluar tikungan. Biasanya Rossi sangat rapi dan konsisten ketemu sirkuit macam itu. Ito 

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Misano: Marquez dan Pedrosa Main Lepas, Merusak Rivalitas Rossi dan Lorenzo

MotoGP 2015 Jelang Misano: Amal YZR-R1 Rossi Untuk Anak-Anak, Muluskan Juara

MotoGP 2015 Jelang Misano: Berpotensi Bikin Rekor Baru, Marquez Kirim Peringatan Buat Joki Yamaha

MotoGP 2015 Jelang Misano: M1 Rossi Katanya Lebih Lelet Dari M1 Lorenzo, Menanti Head to Head

MotoGP 2015 Jelang Misano: Rossi Sudah Taklukkan 23 Sirkuit, di Misano Skor 3 – 3 Dengan Lorenzo

BAGIKAN