nhk

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Bangun Motor Sendiri, Main di Trek Sendiri, Mantaplah Rossi!

ManiakMotor – Valentino Rossi tegaskan tak ada kata lain kecuali menang lagi agar tetap kokoh memimpin klasemen sementara. Momen terbaiknya di Gran Premio d’Italia pada 31 Mei, di tengah gemuruh puluhan ribu tifoso The Doctor.

Tanding di Mugello wajib hukumnya jaga kehormatan bagi seluruh rider Italia. Kalau Andrea Dovizioso bilang podium saja tak cukup di Mugello dan harus menang, begitu juga pikiran Il Dottore. Ia terfavorit masuk Mugello musim ini, tak lain karena M1 miliknya terbukti ampuh di semua trek. Sebagai pembalap yang besar di Mugello, Rossi sangat paham setiap lekukan sirkuit itu. Pemahaman itu sanggup dikonversinya menjadi 9 kemenangan di Mugello, 7 di antaranya secara berturut pada era MotoGP, 2002 sampai 2008. Dua kali di atas Honda dan 5 dengan Yamaha.

Setelah 6 musim ‘tertidur’ di Mugello, musim 2015 adalah momen terbaik VR46 untuk petik kemenangan kali ke-10 sekaligus kemenangan ke-3 musim ini. Macam mana peluangnya?

Massimo Meregalli, Direktur Tim Movistar Yamaha, menyebut faktor terpenting kebangkitan Rossi musim ini adalah motivasi dan kerja kerasnya yang tak pernah redup. Dalam usianya yang 36 tahun, Rossi sadar harus ubah diri sendiri untuk bertahan. Itu sebabnya ia datangkan Silvano Galbusera pada awal 2014 untuk penyegaran dalam tim teknis. Tadinya banyak yang bilang langkah beresiko dan aneh karena minimnya pengalaman Pak Galbu di MotoGP.

“Tapi, Valentino buktikan ia benar. Sejak itu ia bangun motornya sedikit demi sedikit, mengubah riding style dan juga mengubah methode latihannya. Ia masih memburu kemenangan dan saya tak tahu kapan akan berhenti,” katanya.

Dari ucapan Meregalli bisa diartikan M1 Rossi memang spesial karena dirancang dan dibangun oleh dan untuk dirinya sendiri. So, ia paham betul karakter dan di mana plus dan minusnya. Logikanya ya pasti lebih tokcerlah kalau dibawa main ke Mugello yang istilahnya trek sendiri karena paham betul detilnya. Apalagi, Pak Galbu sudah punya semua data trek Mugello berkat pengalaman di 2014.

“Jangan lupa, Marquez belum bisa diabaikan. Ducati pun sepertinya akan kuat di Mugello. Masalah utama sebenarnya datng dari Lorenzo. Mugello juga trek favoritnya dan Yamaha selalu cocok di sana. Tapi, saya sangat percaya diri dan selalu ada kekuatan ekstra di sana,” ucap Rossi yang mengaku sangat bersemangat karena di sepanjang lintasan Mugello selalu melihat antusiasme pendukungnya.

Dan, jangan lupajuga Brosist soal kekuatan lain bernama lucky factor, ya factor keberuntungan. Pasalnya, Il Dottore juga acap apes di Mugello. Musim 2010, misalnya, ia alami kecelakaan fatal yang memetahkan tulang kakinya dan harus istirahat 3 seri balapan. Berikutnya di musim 2013, motornya dihajar telak oleh Alvaro Bautista di awal balapan dan harus keluar arena.

Tahun lalu Rossi podium ke-3. Bisakah jadi numero uno (nomor 1) tahun ini? Kali ke-10 di Mugello dan dalam rangka merebut gelar dunia ke-10 musim? Andro

Baca Juga

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Italian Fever di Semua Kelas, Rossi Terharu

MotoGP 2015: Bentrok Kepentingan, GP Ceko Terancam Bubar, Cermin Buat Indonesia

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Gairah Iannone, Italiano Ke-3 di Kelas Primer

MotoGP 2015 Jelang Mugello: Podium Saja Tak Cukup Bagi Ducati, Harus Menang

BAGIKAN