nhk

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Petuah Rider Senior Untuk Rossi dan Lorenzo, Jangan Bikin Salah

 

ManiakMotor – Wayne Rainey adalah pembalap Yamaha legendaris dengan tiga gelar jurdun di kelas primer. Ia kini duduk di kursi roda, tapi antusias memberi petuah buat yuniornya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang tengah ‘perang’ di kejuaraan 2015. Termasuk menghadapi Silverstone di Inggris pada 30 Agustus nanti.

Punya poin sama 211, rivalitas Rossi dan Lorenzo pasti mendatangkan tekanan mental tersendiri. Apalagi di tengah mereka ada Marc Marquez yang bisa rusak situasi. Rainey sendiri beberapa kali mengalami tekanan mental dari 1988 sampai 1993. Pada 1989, misalnya, Rainey memimpin klasemen sampai ronde terakhir, namun pada partai final itu justru dikalahkan Eddie Lawson yang kemudian meraih gelar jurdun ke-4-nya. Pada masanya Rainey melawan para jawara macam Kevin Schwantz dan Mick Doohan.

Karir Rainey amat pada 1993 usai kecelakaan high side yang hebat di Sirkuit Misano yang mematahkan tulang punggungnya. Insiden itu membuat rider AS itu harus duduk di kursi roda sampai saat ini. “Tapi, situasi kami dulu sangat berbeda dengan Rossi-Lorenzo saat ini. Keduanya di atas Yamaha, dengan ban yang sama, tim sama dengan perlakuan yang sama. Bisa jadi penentuan gelar dalam tujuh balapan ke depan akan ditentukan oleh siapa yang bikin salah duluan. Sedikit saja salah, bisa besar akibatnya,” kata Rainey sembari mengingatkan Rossi dan Lorenzo pantang membuat salah meskipun kesalahan kecil.

Namun Rainey yakin keduanya bisa memenej ketenangan diri masing-masing, Keduanya  para pemegang gelar dunia dan sudah banyak makan garam kehidupan MotoGP. Karena itu parameter utma untuk memprediksi peluang Rossi dan Lorenzo adalah kecepatan masing-masing. Dalam konteks itu, Rainey berpendapat pace Lorenzo lebih mumpuni dan konsisten. Tapi di sisi lain Rossi punya kelebihan karena punya gairah yang tetap tinggi dan berusaha keras membangun motornya. Lho bukannya Rossi yang konsisten masuk podium, Lorenzo empat kali nggak berdiri di podium, loh. Itu jawabab dari portal ini, hehe.

“Jika ukurannya kecepatan maka saya akan bertaruh memilih Lorenzo. Tapi, ingat, dalam balapan itu tak selamanya kecepatan menjadi penentu kemenangan. Bisa saja balapan di tengah hujan sehingga semua berubah, dan satu hal lagi apa saja bisa terjadi saat balapan,” kata Rainey panjang lebar di MotoGP.com.

Ia sependapat kalau Rossi harus meningkatkan ketajaman di garis start agar bisa mengimbangi Lorenzo. Ia harus perbaiki sesi Q2 untuk dapatkan grid position ideal. “Kemenangan seringkali ditentukan oleh performa di lap-lap awal. Itu harus direbut sejak start dan memperjuangkannya sampai akhir balapan. Dalam situasi Rossi dan Lorenzo ke depan, mereka akan saling menunggu siapa yang duluan bikin kesalahan,” tandasnya. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Rossi Vs Lorenzo, Juara Dunia Rossi, Dia Konsisten

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Rossi Jadi ‘Warga’ Inggris, Modal Semangat di Silverstone

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Rossi Ogah Berpikir Terlalu Jauh, Ingin M1 Lincah Terkendali

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Redding ke Ducati, Zarco Naik ke MotoGP

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Ayo, Bantu Marquez Dengan Doa!

BAGIKAN