nhk

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Rossi Vs Lorenzo, Juara Dunia Rossi, Dia Konsisten

 

 

ManiakMotor – Analisa kan harus bisa menjagokan juara dunia sejak dini dengan argument masuk akal. Kena tidaknya urusan belakangan, hehe. Macam Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi yang di seri 11 Brno, Ceko kemarin menyamakan kedudukan pada klasemen. Keduanya sama-sama mengantongi point 211. Kalau menunjuk, Rossi juara dunia. Benaran loh.

Disebut begitu, permainan Lorenzo masih terbawa situasi dirinya dia sendiri dan set-up motor di tempat. Yang dimaksud di tempat itu, di mana sirkuit yang dipijak saat itu. Contoh di Brno kemarin, Lorenzo dan para mekaniknya sakses menyetel M1 pada semua sektor. 

Setelan asyik itu didapat sejak awal sesuai Brno, bro. Bayangkan lawan-lawannya Lorenzo ketakutan akan karet hitam over heat sehingga pakai hard di belakang, Lorenzo dengan pede medium-medium. Motor pun dikebut sampai limit dari awal lap sampai finish. Dia tancap terus. “Motor memang lagi mau diajak kencang. Memang jempol ini M1 saya,” kata Lorenzo.

Lalu ditunjang diri Lorenzo. Istilah orang kita, entah mimpi apa sebelum dia datang ke Brno. Ah atau mungkin dia lagi baikan  sama pacarnya. Suasana hatinya lagi tentram. Tapi, ingat suasana hati Lorenzo mudah goyah. Goyag oleh dirinya sendiri dan motornya, boleh disebut kurang konsisten dibanding Rossi. Lihat saja ulang dari 11 laga lalu, dia empat kali nggak masuk tiga besar, gagal podium.

Beda dengan Rossi yang dari 11 laga semunya semprot-semprot sampanye pada cewek pendamping di podium. Ya stabil atawa konsisten. Dalam keadaan apa pun Rossi bisa mengatasi motornya dan dirinya untuk bertahan. Boleh dikata dalam 7 seri  ke depan modal Rossi adalah konsisten. Apalagi keadaan genting seperti persamaan point, Rossi punya pengalaman sudah berulang mengatasi hal demikian. Kan sudah juara 9 kali dan paling lama di MotoGP dari peserta sekarang.

Tentu saja paling berumur di antara peserta. Di Indonesia disebut sudah lumutan di MotoGP. Rossi tahu memainkan perannya. Bahkan soal konsisten ini yang dikhatirkan si Horhe “Valentino hanya tiga kali menang seri, saya lima kali, tapi poin sama. Dia memang langganan podium. Itu yang akan saya coba ke depan, konsisten,” kata Lorenzo.

Apalagi menghadapi paruh musim, memang Rossi sudah menunjuk tiga sirkuit awal macam Indy, Brno dan Silverstone dia akan bertahan. Tapi kalau ada peluang, ya maju  terus. Bahkan ke Silverstone dia sudah memu-muji Lorenzo. “Jorge sejak masuk MotoGP sudah senang Silverstone. Di kuat di sana dan jadi pekerjaan berat saya menghalanginya,” kata Rossi yang ada aroma sportif.

Jadi melihat soal konsistensi, jelas Rossi juara dunia 2015. Semoga konsisten terus. Miolo     

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Rossi Jadi ‘Warga’ Inggris, Modal Semangat di Silverstone

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Rossi Ogah Berpikir Terlalu Jauh, Ingin M1 Lincah Terkendali

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Redding ke Ducati, Zarco Naik ke MotoGP

MotoGP 2015 Jelang Silverstone: Ayo, Bantu Marquez Dengan Doa!

MotoGP 2015 Brno (Pasca Race): Start Dari 0-0, Lorenzo Siapkan Rencana Menjegal Rossi

 

BAGIKAN