nhk

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Bos Honda Bicara, Tetap Hormati Rossi

ManiakMotor – Petinggi Honda Racing Corporation (HRC) Shuhei Nakamoto akhirnya bicara panjang lebar soal kisruh Rossi – Marquez di Sepang. Paparannya panjang dan hanya inti-intinya saja yang bisa ditampung di halaman ini.

Dengan cerita tanya jawab, paparan Nakamoto kemudian disebar lewat rilis ke berbagai media MotoGP, termasuk maniakmotor.com. Paling utama, katanya, semua pihak harus bicara sesuai fakta yang terjadi, bukan asumsi. Fakta melahirkan hanya satu interpretasi, kalau asumsi bisa bermacam-macam dan tergantung di pihak mana menempatkan diri atau kepentingannya.

Untuk itu Nakamoto ingin memulai dengan tiga fakta penting sebagai berikut:

       Marc Marquez memenangi GP Australia dengan menyalip Jorge Lorenzo di lap terakhir sekaligus mengurangi 5 poin Lorenzo dari seharusnya jika jadi juara.

       Pada Kamis sebelum balapan GP Malaysia, Valentino Rossi menuduh Marquez menghalanginya di Philip Island untuk membantu Lorenzo.

       Di GP Malaysia, Rossi menggiring motor Marquez keluar racing line dan menyebabkannya terjatuh. Race Direction sudah menghukum Rossi dan diperkuat oleh FIM.

“Itulah fakta yang terjadi. Kalau hanya berasumsi maka hal itu hanya memperburuk keadaaan seperti saat ini yang tidak akan mengubah realita yang ada,” kata Nakamoto yang rajin menemani pembalap Honda di lintasan.

Garis besarnya, ia sangkal semua tuduhan Rossi terhadap MM. MM, katanya, adalah tipe pembalap yang selalu bertarung 100% untuk menang, karena itu ia disukai dalam timnya. Tak ada bukti ia melambatkan motor di Philip Island maupun mencegat Rossi di Sepang. “Di Philip Island jelas sekali terlihat Marc dan Rossi bersalaman dengan ceria usai balapan. Andrea Iannone pun bertarung ketat lawan Rossi di sana tapi tak ada yamg memasalahkan. Begitu pula Dani (Pedrosa) yang fight dan mengalahkan Rossi di Aragon, tak ada masalah,” tambah Nakamoto.

“Soal Jorge Lorenzo yang dibilang mudah melewati Marc di Sepang, tak lain karena Marc bikin sedikit kesalahan dan melebar,” kata Nakamoto yang mengaku punya bukti dari motor Marquez kalau Rossi menendang dan injak pedal rem motor MM. Itu yang membuat roda depan terkunci dan itulah yang bikin RC213V ambruk ke gravel. Ia pun mempersilakan kalau Dorna, FIM, atau pihak media ingin mengeceknya.

Nakamoto akui tetap hormati Rossi sebagai pembalap besar MotoGP. Apalagi umurnya yang 36 tahun namun masih bisa konsisten dan kompetitif berebut gelar di event yang besar.  “Jika meraih gelar tahun ini maka ia memang pantas mendapatkannya. Saya hanya tak mengerti tuduhannya di Philip Island dan manuvernya di Sepang. Saya harap Valentino melupakan itu dan kemudian menyadari kesalahannya.”

Masuk seri terakhir di Valencia, Nakamoto berharap pembalapnya bisa tarung jadi juara sebagaimana target yang selalu dikedepankan Honda. Akan lebih bagus jika Honda finish 1-2 sehingga tak dikaitkan lagi dengan pertarungan gelar 2015 anatara Rossi dengan Lorenzo. Soal gugatan Rossi ke lembaga peradilan olahraga CAS (Court of Arbitration for Sport), Nakamoto pun hanya berkomentar singkat. ”Itu hak dia. Kami akan hormati keputusan CAS.”

Gimana, puas? Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Valencia: KTM RC16 Mengaspal Di Tengah Kisruh MotoGP, Tunggu Pedrosa dan Zarco 2017

MotoGP 2015 Jelang Valencia (Catatan): Politik Kepentingan Menuju Partai Final

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Marquez Dilaporkan Balik ke Polisi

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Rapatkan Rossi dan Lorenzo Jelang Final, Isu JL ke Ducati Kembali Muncul

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Waduh Kok Jadi Gini? Marquez Berkelahi Dengan 2 Wartawan Italia

 

BAGIKAN