nhk

MotoGP 2015 Jelang Valencia (Catatan): Politik Kepentingan Menuju Partai Final

 

ManiakMotor – Gugatan Valentino Rossi di CAS (Court of Arbitration for Sport) tengah digodok. Yang mengolahnya para pakar hukum yang berpengalaman menangani berbagai sengketa di kancah olahraga. Hasilnya ditunggu pada Jumat 6 November 2015 sebelum seri pamungkas dimulai di Valencia, Spanyol.

Rossi dalam suratnya memohon CAS membatalkan 3 penalty point di GP Malaysia atau setidaknya mengubah jadi 1 angka seperti ia terima di GP San Marino. Tapi, diterima atau ditolak, buat The Doctor akan sama saja: tetap harus fight di Valencia. Jika diterima berarti Rossi ikut balapan normal lewat jalur kualifikasi. Jika ditolak, ya harus jalani balapan dari grid belakang. Yang bisa diharapkan, apapun putusan CAS yang bermarkas di Swiss itu haruslah bebas dari kepentingan politis dan bisnis.

Apa boleh baut, eh buat, olahraga saat ini memang sudah menjadi permainan poltik dan saat sama juga bisnis alias kangktaw, kata anak racing. Ribet diprediksi dan harus melihat berbagai faktor untuk memahaminya. Begitulah disampaikan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy lewat akun twitter pribadinya. Sebagai pemimpin, ia wajib menjaga harmonisasi rakyat Spanyol dan Italia yang terusik oleh kasus Rossi-Marquez. “Dalam olahraga saat ini, seperti halnya politik, tak semua hal bisa diprediksi,” katanya.

Ia tak jelaskan detilnya, tapi bicara politik maka hanya satu yang paling kental, yakni kepentingan. Pikiran dan prilaku para politikus bisa berubah-ubah macam bunglon sesuai kepentingan yang ditarget. Sebagai pemimpin Spanyol, Rajoy jelas berkepentingan untuk meredam konflik yang mulai berimbas antara warga Italia dengan Spanyol.

Macam itu juga Perdana Menteri Italia Matteo Renzi yang tidak bersudara dengan Matteo di Indonesia itu, secara khusus menelpon Rossi di sela kunjungan diplomatiknya ke Amerika Selatan. Ia sekaligus menyemangati The Doctor untuk tetap fight di partai final nanti. Apapun hasil akhirnya yang penting sudah tarung maksimal dan sesuai regulasi. Begitu katanya.

Susahnya, Rossi tak hanya bertarung dengan Jorge Lorenzo di klasemen, terbuka lagu berhadapan dengan Marquez. Soal regulasi tak  masalah jika MM kembali tak menarget kemenangan, tapi semata menjauhkan Rossi dengan Lorenzo. Jika kepentingan MM adalah mendukung JL maka tak ada pasal peraturan yang bisa melarangnya, buktinya dia nggak kena sangksi kan. “Memang kalau ada bukti kuat bisa ditelusuri. Tapi sangat susah bila racing line bersih. Kasus Rossi di Sepang juga, kalau Rossi tidak menengok sebelum dan sesudah Marquez jatuh, bisa jadi Race Direction beranggapan tak sengaja,” papar Bambang Gunardi, mantan juri MotoGP dalam 20 tahun terakhir.

Karena itu, Marquez bebas menentukan akan tarung melawan  siapa?  Itu sepanjang  yang ia inginkan. Soal etis atau tidak, perkara  lain. Samalah dengan para politikus yang acap abaikan etika sepanjang sesuai dengan regulasi. Lorenzo juga begitu. Andai jadi jurdun 2015, gelar itu sah secara aturan terlepas ia dapat bantuan dari pembalap lain atau tidak. Bukankah saling membantu di olahraga sudah umum terjadi, sesuai kepentingan masing-masing. Di Piala Dunia sepakbola saja sering terjadi kongkalikong untuk meloloskan atau menghambat satu tim tertentu.

Dorna Sports selaku promotor MotoGP pun jelas berkepentingan. Bukan tak mungkin institusi ini menyiapkan skenario  menyelamatkan bisnis raksasa di MotoGP. Salah satu yang menjadi rumor adalah antisipasi jika Rossi tetap harus start belakang. Jika itu terjadi maka wajib hukumnya bagi pembalap lain di grid tengah dan belakang untuk memberi jalan. Jika ada yang menghalanginya maka hukuman sudah menanti. Tapi, sekali lagi, ini baru rumor lho! Tapi kalau dilihat spek motor dan Rossi, ia akan bisa ke posisi empat, hanya saja posisi Lorenzo saat itu ada di mana, lalu Marquez bermain seperti apa?

Tentu pula The Doctor punya kepentingan sendiri sehingga memutuskan tetap ke Valencia setelah tadinya berpikr boikot. Ia harus tegakkan citra diri sebagai rider profesional yang tegar, tidak cemen dan tidak pula ngambekan. Kepentingan tim, sponsor, dan kelompok pendukungnya jadi prioritas.

Sampeyan semua juga punya kepentingan. Yang dukung VR, JL, atau MM pasti beda maunya. So, sementara ini hanya bisa menunggu apa keputusan CAS dan dampaknya pada proses akhir perburuan kejurdun 2015. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Marquez Dilaporkan Balik ke Polisi

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Rapatkan Rossi dan Lorenzo Jelang Final, Isu JL ke Ducati Kembali Muncul

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Waduh Kok Jadi Gini? Marquez Berkelahi Dengan 2 Wartawan Italia

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Kisruh Rossi – Marquez, Race Direction Mulai Disorot

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Nih Tiga Sosok Race Direction Pengadil Rossi vs Marquez, Versi BG

BAGIKAN