nhk

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Iannone Ingin Pecahin Matador di Podium, Mungkinkah Pembalasan Rider Italia?

ManiakMotor – Bukan hanya komunitas balap Italia yang sebel atas kasus Sepang dan akibat buruknya pada rider bintang mereka, Valentino Rossi. Pemain sepakbola pun ikut nimbrung.

Sampeyan yang sudah diizinkan begadang pada tahun 2006, tentu ingat sosok Marco Materazzi, pemain timnas Italia yang bikin gempar Piala Dunia 2006. Dia mencolek dan memprovokasi  Zinedine Zidane dari Prancis. Materazzi pun dibalas Zidane dengan tandukan kepala botaknya membuat Materzzi terkapar. Dari kasus itu hanya Zidane yang dikartu merah yang bikin permainan Prancis kocar-kacir.

“Dalam kasus Sepang, jelas sekali Marquez yang jadi provokator tapi hanya Valentino yang dapat hukuman. Memang kasusnya beda dengan yang saya alami di Berlin 2006, dan ini sangat tidak adil. Sulit berharap terjadi keajaiban di Valencia, tapi inilah realitas dalam olahraga saat ini, realitas kehidupan,” kata Materazzi yang sekarang berumur 42 tahun.

Pesepakbola yang bicara lebih pedas tentu ada, apalagi fans MotoGP di Italia. Sebagian malah mengimbau rider Italia melakukan pembalasan di Valencia, sama dengan harapan sebagian fans Rossi di Indonesia. Tapi, mungkinkah?

Mungkin atau tak mungkin, tak ada yang tahu apa isi hati Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci. Mereka semua pembalap profesional yang tak boleh terlalu baper (bawa perasaan) karena tanggung jawab utama adalah kepentingan tim dan sponsor.

Dovi jelas tuding MM melakukan provokasi di Sepang dan itu terkait dengan tuduhan Rossi sebelumnya. “Marc jelas sekali mengganggu Valentino. Sayangnya, reaksi Valentino berlebihan dan terjebak oleh situasi yang dibuat Marc,” ucap Dovi yang tentu tak perlu menanggapi harapan publik untuk tarung demi kepentingan nasional di Valencia. ”Saat terjadi foul di sepakbola, hakim garis yang lebih tahu siapa yang sebenarnya salah,” ucap Petrucci diplomatis, yang jenjang karirnya masih panjang di MotoGP dan siapa tahu suatu saat ditarik pabrikan Honda hehehe.

Beda dengan Iannone yang bertekad perang di Valencia dan naik podium memecah All Spanish Podium. Alasannya tentu profesional, bukan dalam rangka membantu teman senegaranya yang tengah didzolimi Race Direction. Memang berseliweran kalimat-kalimat Iannone, namun sumbernya meragukan. Jadi tak perlu ditulis di sini.

Motivasi Iannone adalah kembali ke-4 Besar klasemen karena posisi itu dicaplok Dani Pedrosa setelah menang di Sepang sedangkan Iannone sendiri tak dapat poin. Kini DP punya poin 190 sedangkan Iannone 188. Selisih dua poin itu yang ingin dipertaruhkan iannone di Valencia. Tak ada kaitannya dengan Rossi, tapi jika dalam rangka podium itu ia bisa menggusur Jorge Lorenzo, ya lihat nanti saja. “Semua orang tentu tak ingin melihat kasus Valentino dengan Marc terjadi. Saya menilai Marc memang melambatkan motornya untuk halangi Valentino. Kalau ia mau, ia sebetulnya bisa bersaing lawan Pedrosa dan Lorenzo meraih posisi terdepan,” kata Iannone.

Lantas, mampukah mereka menolong Rossi di Valencia? Jika lintasan kering, di atas kertas tak ada faktor teknis yang memungkinkan trio Ducati itu melibas trio Matador (MM, JL, dan DP). Mungkin saja di lap-lap awal bisa beri tekanan atau main ruci, eh itu kata orang Manado alias main kotor. Tapi untuk konsisten 30 lap sangatlah meragukan. Lain soal kalau hujan, trio ini sudah terbukti mumpuni di trek basah.

Hujan, nggak, hujan,nggak, hujan……tanya saja sama tokek. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Nih Tiga Sosok Race Direction Pengadil Rossi vs Marquez, Versi BG

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Ini Syarat Rossi Dan JL Jadi Jurdun 2015

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Rossi Tetap Tarung di Valencia

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Agostini Minta Lorenzo Tak Ikut Bacot

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Petisi Cabut Hukuman Rossi, Fans Indonesia Diperhitungkan, Sehari Sedot 325.000 Pendukung

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Marquez vs Rossi, Raja Tega Sang Pengidola!

BAGIKAN