nhk

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Nih Tiga Sosok Race Direction Pengadil Rossi vs Marquez, Versi BG

 

 

ManiakMotror – Langsung saja ya, nggak usah bertele-tele tiga sosok pengembil keputusan kasus Valentino Rossi dan Marc Marquez di Sepang. Ketiganya dikenal sebagai Race Direction (RD).  Yakni Mike Webb, Franco Uncini dan Javier Alonso.

Webb asal Autralia sebagai perwakilan dari IRTA (International Road Racing Teams Association) atau asosiasi yang  membawahi tim dan pembalap. Webb juga mantan pembalap GP250 era 90-an, di Sepang sekalian jadi Race Director atau setara pimpinan lomba. Uncini sebagai FIM Safely Officer atau perwakilan FIM. Uncini mantan pembalap papan atas pada era 1976 sampai 1985 berasal dari Italia. Terakhir adalah Javier Alonso. Ini sosok dari Spanyol karena perwakilan promotor atau Dorna Sport yang jabatannya Managing Director of Events Area.

Sebelum cerita banyak, kenalan dulu dengan Bambang Gunardi atau yang disapa BG. Sosok ini suda dikenal di percaturan MotoGP karena 20 tahun lebih sebagai juri atau stewart  utusan FIM (Federation of International Motorcycling) di MotoGP. Satu tahun belakangan, Bambang kurang aktif, karena kesehatan. Tapi kalau cerita kasus Sepang antara Valentino Rossi dan Marc Marquez masih sangguplah.

Hanya saja, Bambang membatasi pada peran para pengadil, karena dekat dengan kerjaannya di MotoGP tempo hari. “Sistem Race Direction ini sudah berjalan 10 tahun lebih. Biasanya dijalankan untuk satu event yang diselenggarakan satu promotor, seperti Dorna. Tidak seperti sebelumnya, peran pimpinan lomba dan juri sangat kuat. Sekarang RD yang memutuskan semuanya,  dengan meminta berbagai pihak soal kasus terjadi di lapangan,” jelas Bambang yang satu-satunya dari Asia punya linsensi juri MotoGP.

Menurut Bambang ketiganya harus bulat mengambil keputusan dan sering terjadi argumentasi dari ketiganya. “Sangat sering terjadi dari ketiganya ada pro dan kontra. Tapi kan yang keluar adalah keputusan bulat. Kalau kasus Rossi dan Marquez dan hukuman jatuh pada Rossi, artinya ketiganya sudah sepakat. Itu lewat penyelidikan dari berbagai perangkat elektronik dan sebagainya merupakan alat bukti,” jelas Bambang yang belum mau cerita berandai-andai karena tidak bertugas saat di Sepang.  

Keputusan mereka bertiga lantas dilayangkan kepada tim tersangka. “Lalu ditunggu 30 menit banding. Banding dari tim langsung ke juri sebagai utusan FIM yang bertugas di MotoGP saat itu. Bila ada bukti dan dipandang keputusan RD tepat, kasus ditutup,” jelas Bambang sembari bilang kasus curiganya Rossi si Marquez menghalangi dan mengganggunya akan ditelusuri bila ada bukti-bukti kuat.

Belakangan Rossi melayangkan banding ulang ke pengadilan tinggi olahraga atau CAS. Rossi meminta peninjauan ulang soal penaltinya. Arbitrasi ini sedang berjalan dan keputusannya ditunggu sebelum 8 November 2015 saat race di Valencia. Langkah Rossi ini menurut FIM masih sesuai aturan pada pasal R37. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Pembalap F1 Malah Membenarkan Tindakan Rossi, Dukung Ke Valencia

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Surat Terbuka Presiden FIM, Isinya Imbauan Saja

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Konspirasi Lorenzo-Marquez Lewat Meeting di Andorra?

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Lorenzo Salahkan Wartawan, Tolak Rossi Jurdun Tahun Ini

MotoGP 2015 Jelang Valencia: Kasus Sepang Terjadi Ditambah Kinerja M1 Rossi

 

BAGIKAN