nhk

MotoGP 2015: Kata Mekanik Ohlins Datang Ke Sentul, Pedrosa dan Marquez Diperlakukan Sama

 

 

ManiakMotor – Sebagai official partner Repsol Honda di kancah MotoGP, Ohlins memang harus dipasang pada RC213V milik Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Tentu saja keampuhan sokbreker ini ikut menentukan performa mereka, malah sagat menentukan untuk ukuran power motor MotoGP. Tidak ada data yang rahasia dri speksifikasi setting suspensi dari keduanya. Sebab keduanya punya gaya dan bobot yang berbeda.

Aman dan nyaman adalah inti dari fungsi suspensi. Pada gilirannya akan ikut menentukan kecepatan begitu sokbreker menerima power mesin, karakter ban, tipe sirkuit, kontur sasis dan swingarm, kondisi cuaca dan suhu lintasan, sampai pada postur tubuh dan gaya balap sang joki.

Setidaknya begitulah penjelasan Paul Trevathan, pria Selandia Baru. Ia ditugaskan Ohlins untuk menangani suspensi RC213V Dani Pedrosa di Repsol Honda sejak 2010. “Hal terpenting yang harus dirasakan pembalap terlebih dahulu rasa aman dan nyaman di atas motornya. Dan itu, sebagian besar ada pada suspensi,” kata Paul yang nongol di Indonesia dalam rangka Track Day yang dilakukan Ohlins Indonesia di Sentul, 19 sampai 21 November 2014.

Paul juga datang demi pengembangan peranti yang memperbaiki kinerja suspensi depan teleskopik balap bebek Indonesia. Alat ini sudah tiga bulan dikembangkan di Swedia dan 19 November telah diuji di Sentul Kecil. Coba baca ini: BalapMotor Dan Harian: Temuan Terbaru Ohlins 2014, Kinerja Sokbreker Depan Bebek Mumpuni.

Perlakuan Ohlins selaku pemasok sokbreker, lanjutnya, sama saja antara Marquez dengan Pedrosa. Jumlahnya sama, jenis oli dan SEA-nya pun sama. “Yang sangat berbeda adalah setelannya karena bobot tubuh Dani jauh lebih ringan dari Marc. Itu sangat penting karena berpengaruh langsung pada ukaran tekanan pegas dan daya redam sokbreker,” katanya sembari menunjuk peranti-peranti kecil di depan mejanya.

Katanya semberi mencontohkan jumlah shim atau susun pelat tipis yang menjadi katup (valve) pengatur kompresi sokbreker dan rebound, antara Marquez dan Pedrosa jumlahnya berbeda. Semakin sedikit katanya, artinya sokbreker makin lembek, sirkulasi oli lebih cepat. Nah Pedrosa, jumlahnya selalu lebih sedikit di semua karakter sirkuit. “Karena ini soal cara bawa dan bobot Dani,” tambah Paul yang mengaku sangat tahu data suspensi dari Marcquez, karena pakai Ohlins. Lha wong yang tangani teman sekerjanya.

 Kelemahan terbesar Pedrosa dibandingkan Marquez menurutnya terletak pada postur tubuh itu tadi. Bukan pada kualitas tunggangan ataupun mental bermain. “Marc selalu lebih mudah menemukan set-up ideal, karena suspensi menerima beban dari power’ yang dibuka Marc sampai mentok. Jangkauan tangannya lebih panjang untuk mencengkeram setang motor, kakinya lebih panjang,  kokoh mengapit bodi, dan menekan pijakan kaki saat menikung. Berat badan 52 kg menjadi problem besar Dani dibandingkan lawan-lawannya, terlebih setelah bobot motor MotoGP meningkat,” lanjutnya.

Menurutnya, tahun depan pun masih akan sulit buat Pedrosa melawan Marquez. Perubahan riding style yang secara berangsur dilakukan Pedrosa tak akan banyak berpengaruh karena saat bersamaan perkembangan dan pengalaman Marquez pun meningkat. “Tapi, dalam balapan sangat banyak faktor yang saling mempengaruhi. Postur tubuh Dani memang kurang ideal, tapi ia juga punya kelebihan di berbagai aspek. Saya tentu ingin melihatnya lebih kompetitif tahun depan,” harap Paul yang menjadi sosok penting Ohlins di kubu Repsol Honda.

Mantap. Andro

BACA JUGA

BalapMotor Dan Harian: Temuan Terbaru Ohlins 2014, Kinerja Sokbreker Depan Bebek Mumpuni

MotoGP: Rossi Tegaskan Ulang Juara Dunia 2015, Jaminannya M1 Dan Mekaniknya

MotoGP 2014: Beralih Dari Honda RCV1000R ke RC213V, Redding Masih Kelimpungan

Moto2 2014 Test Pramusim 2015 Valencia: Rabat Tercepat, Marquez Terjatuh

 

BAGIKAN