nhk

MotoGP 2015 Losail Qatar (Jelang Race): Geometri Ducati GP15 Sudah Berubah Jauh Sekali

ManiakMotor – Saat di servis untuk sesi FP4 yang harus membuka fairing Ducati GP15 milik Andrea Dovizioso, itu motor harus ditutup. Tujuannya tak ada yang boleh mengintip apalagi memotret konstruksi onderdil di balik fairing Desmo GP15. Padahal yang ditutupi fairing adanya mesin dan girboks GP15.

Amati gerakan GP15 saat kualifikasi di sirkuit Losail, Qatar pada Sabtu 28 Maret malam di sana, GP15 sama gesitnya dengan motor-motor Jepang. Dovizioso sama cepat di tikungan-tikungan lambat, sedang dan kencang di Losail yang dulu-dulu jadi hambatan mereka.

“Sekarang kami tahu posisi sebenarnya GP15 lewat Q2. GP15 begitu laju berkat kerja keras selama dua tahun  buat semua yang berkepentingan. Kini kami dekat dengan motor-motor tercepat,” sumringah Dovizioso yang menggunakan karet hitam kompon soft saat QTT. Tahun lalu di kualifikasi Dovi kebanyakan menggunakan extra soft.  Ban sangat lembut ini saat dipakai di race hanya bertahan 7 lap. Tinggal tunggu nanti malam kalau pakai soft apakah bertahan di durasi balap di Losail menempuh 22 lap. Bisa jadi saat balapan Dovi pakai medium…   

Dari penggunaan ban saja, GP15 ini memang benar-benar baru. Sangat revolusi  dari tipe-tipe terdahulu.  Tidak mungkin hanya memermak sasis dan bodi untuk jadi ramping, tanpa diikuti konstruksi desain mesin. Dengan ilmu kira-kiranya, kalau hanya sasis dan bodi yang diubah bersama tatak leta suspensi, niscaya  hasilnya akan tetap sama dengan GP14.3 dan GP-GP lainya sebelum GP15, karena mesin tak akan kompak dengan onderdil lain. Geometrinya nggak ngaruh.

Tapi kalau yang disebutkan samar-samar benar GP15 pakai mesin V4 yang 90sama dengan Honda RC213V ya hasilnya geometri GP15 seperti di kualifikasi itu. Makanya bisa mengalahkan Honda di awal seri MotoGP 2015 dalam hal cepat-cepatan mencari grid.  “Semua komponen milik Ducati, dikerjakan seluruhnya oleh orang-orang Ducati. Kami masih pakai desmodromic sementara pabrikan lain menggunakan sistem pneumatic valve. Jadi, GP15 adalah Ducati sejati,” tangkis  Gigi alias Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna si perancang GP15 tanpa sebut konstruksi mesin aslinya.

Berarti menghapus mesin lama yang sejak dulu dianggap sebagai beban. Kan mesin era dulu Ducati walau mereka sebut V, namun kalau dilihat, modelnya ‘L’ pak. Dua slinder di depan  tiduran. Oleh para ahli kira-kira, model begitu ditenggarai membawa penyakit akut  understeering yang hanya cocok dengan gaya Casey Stoner.

Di GP15 yang namanya meleset dari racing line di tikungan atau malas belok, tak ada kelihatan saat kualifikasi di Losail. Entah itu GP15 yang digunakan Dovi dan GP15 yang dipakai Andrea Iannone, sama agresifnya. Katanya sih mesin sama dengan Honda itu bisa dianalisa dari penempatan girboks dan radiator. Radiator dan girboksnya memang persis Honda. Itu kan kira-kira bro.

Ada lagi keunggulan mesin GP15 torsinya saat lepas dari tikungan sangat deras di Losail. Itu yang membuat GP15 di sector finish line laju sendirian yang membuat Dovi pole position. Sayang saat ganti fairing motornya malah ditutup, jadi nggak kelihtan oleh paparazzi MotoGP tuh onderdil sebenarnya. Masih rahasia. Ntar lama-lama juga terdeteksi. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2015 Qatar (Jelang Race): Rossi Masih Tenang, Lorenzo Mulai Pesimis

Hasil MotoGP Losail Qatar 26, 27, 28, 29 Maret 2015

MotoGP 2015 Losail Qatar Q2: Dovizioso Dengan Ducati GP15 Pole Position Kualifikasi

MotoGP 2015 Losail Qatar FP4: Dua Ducati GP15 Di Depan

MotoGP 2015 Qatar Jelang QTT: Progres Suzuki Berlanjut, Siap Tarung Dengan Ban Lembut

MotoGP 2015 Qatar Jelang Kualifikasi: Sensasi Crutchlow, Berani Bidik Pole    

BAGIKAN