nhk

MotoGP 2015: Pasar Indonesia Alasan Suzuki Kembali Ke MotoGP

 

 

ManiakMotor – Davide Brivio dan Satoru Terada diperintahkan perusahaan Suzuki di Jepang untuk membangun MotoGP, semata promosi pasar untuk produksi umum. Dan Indonesia disebut-sebut sebagai pasar potensial. Itu alasan Suzuki kembali ke MotoGP 2015 walau tanpa sponsor utama. Sponsor ini alasan Suzuki ketika cabut dari MotoGP tiga tahun lalu.

Namun menurut Brivio yang jadi pimpinan Suzuki MotoGP sekarang, Suzuki tidak bisa menunda kembali ke MotoGP, karena epeknya besar buat penjualan umum. “MotoGP media promosi dekat dengan produksi massal. Lihat saja GSX-R untuk jalan raya, livery-nya sama dengan GSX-RR untuk MotoGP. Lebih dari itu cakupan luas ke seluruh dunia menyangkut ATPM di semua negara, delaer sampai karyawannya punya kebagaaan kalau Suzuki ikut MotoGP,” kata Brivio mencontohkan.

Brivio juga menepis soal perubahan aturan dari 2015 ke 2016 akan kembali memakan biaya yang tidak sedikit buat peserta MotoGP. Suzuki yang dulu mundur akibat keuangan dan saat ini tanpa sposor utama, juga akan terbebani. Tapi itu tadi jawabannya, pabrikan Suzuki memandang Suzuki di MotoGP bagian dari manajemen promosi global. Sekalian dampaknya pada Indonesia.

Ilmu kira-kiranya sama saja dari pada mengucurkan dana beriklan di televisi, koran, on-line dan pantas belum sampai ke maniakmotor.com, besarannya akan sama dengan ikut MotoGP. Buktinya, semua media tanpa dibayar pun dengan suka rela menulis dan mengulas kembalinya Suzuki ke MotoGP, hebat kan.

Sedangkan Terada berkomentar lebih spesifik pada pasar Asia Tenggara. Dicontohkan Honda dan Yamaha yang sengit di MotoGP, sengit juga di pasar umum di kawasan ini. Terada adalah pimpinan proyek Suzuki untuk MotoGP. Dia memang menyebut kawasan macam Indonesia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. “Ini adalah target pasar alasan kami membangun promosi dari MotoGP, tidak menunggu regulasi baru 2016. Malah harusnya 2014 tapi ditunda setahun,” jelas Terada.

Jelas Indonesia jadi sasaran. Setiap tahun yang laku di atas 6 jutaan unit motor. Bandingkan dengan negara lain yang tak sampai 30 persennya laku setiap tahun. Mau tahu? Ya mau! Contoh setiap bulan di Malaysia dari semua merek hanya laku 40 ribu unit. Di Indonesia sekitar 400 ribu unit, waw…

Ini sudah direspon Suzuki Indonesia. Perhatikan tahun ini mereka tiba-tiba sangat aktif di IndopPrix. Tahun depan diperluas lagi ke ARRC dengan OMR Suzuki FU. Khusus ARRC ada benang merahnya dengan Suzuki Jepang. Tapi itu tadi, sangat disayangkan, cerita soal seri MotoGP di Malaysia dan selanjutnya ke Thailand, Indonesia hanya jadi tempat jualan. Nggak kebagian seri MotoGP akibat ketiadaan sirkuit yang memenuhi syarat. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2015: Lorenzo Ingin Regulasi Wet Race Dirombak Tahun Depan

MotoGP 2015: Test Pramusim Jerez 25 November: Time Suzuki Tinggal Selisih 0.3 Detik Dari Fastest Lap

MotoGP 2015: Silakan Kalau Marquez Mau Main Lagi di Moto2

MotoGP 2015: Rossi Merasa Tetap Muda, Bisa Sikat Marquez Musim Depan

 

 

 

 

BAGIKAN