nhk

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Marquez vs Rossi, Raja Tega Sang Pengidola!

 

 

ManiakMotor – Tega betul! Generasi seangkatan Marc Marquez di MotoGP termasuk Marquez sendiri, yakin deh  Valentino Rossi adalah inspirator mereka, pemegang 9 gelar bro. Sedikit banyak mereka dapat elmu dari Rossi. Ada yang diajari langsung maupun tidak langsung. Ingat saat Marquez pertama kali masuk ke MotoGP, dia kerap membonceng eh maksudnya menguntit Rossi saat latihan demi intip jurus-jurus Rossi memilah racing line. “Sedikit kagok dan aneh karena satu lintasan dengan seorang Valentino Rossi. Senang karena banyak yang saya pelajari dari rider penuh pengalaman seperti dirinya meski hanya 3 laps,” tutur Marquez ketika test Sepang pada 2 Maret 2013.

Rossi sendiri tak keberatan saat itu ‘mengajari’ Marquez. Bahkan yakin deh  masih di rookie cup KTM Red Bull buatan Dorna juga, Rossi sudah menyumbang saran pada ortu Marquez dan sebagainya.  Itu wajar di sekolah balap di mana pun berada! Kan sering ketemu seperti foto-foto yang beredar. Tapi kok tega-teganya memancing permainan ‘kotor’!

“Sangat tega, Rossi menjadi inspirator dari Marquez pada karir balapnya, tapi Marquez sendiri yang memancing Rossi bermain kotor. Kotor ini pun dalam tanda petik, kotor terjadi karena ulah sang adik yang mengaku sangat pengidola terhadap Rossi. Dia sama sekali nggak ada rasa hormat-hormatnya,” beber Margaret Sondang dari Jakarta yang mengirim surat pada maniakmotor.com.

Sondang juga melayangkan foto-fofo semasa  kecil si dek Marquez dan Om Rossi masih berumur di bawah 30 tahun. Sondang yang di suratnya berkerja di konsultan hukum di kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu, mengaku penggemar keduanya. “Manusia selalu tak luput dari kesalahan. Tetapi dari kasus Rossi vs Marc ada sebab akibatnya. Saya lihat di Sepang, kontrolnya ada pada Rossi. Sedang mainnya Marquez sudah tak tega-teganya,” kata Sondang yang sudah pasti wanita yang umur nya 40-an dan mengaku tak pernah absen nonton langsung di Sepang, Malaysia sejak 2005 di sana. Teganya, teganya, teganya…

Maksud dia soal kontrol adalah Rossi ogah melayani permainan brutal. Saat Marquez bermain keras yang selalu menjaga jangan sampai senggolan dan sebagainya adalah si Rossi. “Rossi sempat memberi kesempatann Marquez melaju di depan setelah menyalip. Tapi yang terjadi Marquez melambat yang bisa dilihat dari catatan waktu. Masak belum satu lap, Marc dan Rossi sudah tertiggal 2 detik. Catatan personal pun langsung beda. Patokannya Lorenzo berlari 2 menit 1 detik koma kecil, Marquez dan Rossi berlari 2 meni 2 detik koma tipis. Ssebelum sampai ketemu Rossi, time Marquez 2 menit 1 detik koma kecil. Ini kan tanda itikad Marquez yang beda,” tambah Sondang di suratnya yang sangat panjang itu.

Tidak demikian dengan Marquez yang dari celah sempit nekat diterobos. Marquez memang tega, tak berpikir soal point. Beda dengan Rossi yang sedang membela klasemen. Makanya kendali kontrol ada pada Rossi saat berkali-kali tukar posisi dari lap 3 sampai 7 itu sebelum insiden.  Beda juga kasus lap 7, Rossi meluruskan motornya yang seharusnya belok kanan dan membuatnya dikenai sanksi karena menggiring Marquez dari racing line di tikungan 14.   

Sayang, situasi ini luput dari pengamatan Race Direction dan juri atau steward utusan FIM saat MotoGP Sepang. Mereka hanya terfokus pada jatuhnya Marquez. Yakni soal pasal yang tercantum di buku FIM  peraturan Road Racing World Championship Grand Prix pasal 1.21.2. Pasal ini mengatur soal tindak-tanduk mengendara. Para pengadil itu sama sekali tak mempersoalkan ‘tendangan’ Rossi.

Belakangan baru ketahuan, sang adik memang punya dendam dari Argentina dan Belanda. Dendamnya sudah  kusumat, sehingga tega amat!  Itu diucapkan Rossi. Rossi sendiri tahunya dari manajer langsung Marquez yang bernama Emilio Alzamora. “Marc berpikir, bahwa saya penyebab utama gagal dia meraih titel tahun ini. Ini saya konfirmasi langsung dari Alzamora. Marc benar-benar pecundang yang buruk,” marah Rossi seperti dikutip dari Mototorsport yang sebelumnya mempertanyakan soal Marquez mengidolakannya.

Raja Tega, memang! Tahu sendiri kan artinya. Mungkin beda dengan film Batman yang ada tokoh Joker..! Ito

BACA JUGA

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Ini Bukti Tak Ada Tendangan Rossi

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Rossi vs Marquez, Lorenzo Pun Layak Dipenalti, Layak Pula di PHK Yamaha?

MotoGP 2015: Kabar Dari Kantor Berita Italia, Rossi Akan Boikot GP Valencia

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Rossi vs Marquez, Ini Komentar Stoner

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Kasus Marquez Vs Rossi, Panitia Tidak Peka, Tuli Dan Buta..!

BAGIKAN