nhk

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Rossi vs Marquez, Lorenzo Pun Layak Dipenalti, Layak Pula di PHK Yamaha?

 

ManiakMotor – Adakah konspirasi alias kongkalikong antara Marc Marquez dengan Jorge Lorenzo? Silakan menduga dan berargumentasi. Tapi, faktanya, sampai saat ini belum ada terbukti. Lain cerita kalau nantinya terbukti dan Race Direction atau FIM bikin ketentuan baru. Kabarnya sih ada penyelidikan.

Manusia paling diuntungkan oleh kasus VR46 dengan MM93 adalah JL99 atau si Jolor kata media sosial. Ia bikin rekor bersejarah di MotoGP, yakni  favorit kuat juara dunia meski tengah tertinggal 7 poin. Kan biasanya yang memimpin kandidat bro. Kalau beberapa jam sebelumnya, poling pembaca MotoGP.com 77% unggulkan Rossi dan hanya 23% milik JL, maka masuk Valencia nanti di atas kertas 90% alias hampir pasti jurdun 2015 milik JL.  Walau sampai berita ini diketik antara FORZAVALE dan VAMOSJORGE malah naik yang menjagokan FORZAVALE jadi 80%, seolah menantang omongan Lorenzo yang katanya nama besar Vale tercoreng akibat kasus Sepang.

Di Valencia, Rossi harus mengejarnya dari grid paling belakang dan harus finish persis di belakang JL agar menjadi jurdun. Itu sangat sulit. Lebih lagi Marc Marquez masih menempatkan diri sebagai ‘penentu siapa juara dunia 2015’ seperti ucapan Rossi.

Pada race pamungkas 8 November di bumi Spanyol itu, jadwal balapan ada 30 laps. Misalkan saja Rossi berhasil menembus barikade para joki Open Class, rider satelit dan rombongan Factory2, tetap  sia-sia jika MM masih menempatkan diri sebagai ‘penentu’. Ia bisa kembali melepas JL dan mengatur diri sendiri agar finish di antara JL dan Rossi. Marquez bisa kembali menghalangi Rossi karena terbukti, hal itu  tak melanggar aturan seperti kata race direction dari peristiwa Sepang.

Yang paling mudah buat Rossi adalah JL terjatuh seperti sumpah serapah para pendukung Rossi. Cacian macam itu pada JL sudah  tercurah kala prosesi podium di Sepang. Penonton berteriak huuuuuuu untuk JL dan sebaliknya memuja Il Dottore. Di situ juga JL beraksi dengan ngeloyor meninggalkan podium. Ia tidak mengikuti prosesi resmi MotoGP yang juga diatur oleh regulasi. Prosesi yang wajib dilakoni, tapi dilanggar JL. So, kenapa Race Direction tidak mempenalti sikap itu, walau belakangan alasannya kepalanya pening?

Setelah itu JL pun habis-habisan mencela Rossi. Nah itu yang seharusnya mendapat tindakan dari Yamaha. Masak sih mencerca teman setim, malah membela lain merek??? “Sulit dipercaya, benar-benar tidak fair. Ia sikat Marc keluar arena, ia dapat poin 16 sementara Marc kosong. Harusnya ia didiskualifikasi. Sama sekali tak adil, mungkin karena ia punya nama besar sehingga tak dihukum lebih berat,” kata JL yang dalam rilis Movistar Yamaha akhirnya bilang harus menghormati keputusan Race Direction.

JL pun yakin prilaku Rossi di Sepang akan merusak nama besarnya sendiri. “Bukan hanya saya tapi banyak orang kehilangan respek kepadanya. Ia salah satu pembelap besar, tapi banyak orang yang akan berubah sikap,” tandas JL yang dari omongannya sebenarnya sudah tak simpati pada Rossi.

Begitulah kata Lorenzo yang melihat persoalan secara tidak fair. Ia bilang Rossi unfair tanpa melihat kronologi kasusnya, sebab akibatnya. Komentar Dani Pedrosa di jumpa pers malah jauh lebih terhormat karena ia melihatnya dari sisi Rossi maupun Marquez. Pedrosa ambil kesimpulan kalau regulasi MotoGP memang harus diperjelas.

Kasihan ya Pedrosa, proses kemenangannya tenggelam oleh kisruhnya Rossi dengan Marquez. Eh ngomong-ngomong Yamaha harus bertindak pada Lorenzo tuh. Kata lainnya mah di PHK. Berani nggak Yamaha? Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Ini Bukti Tak Ada Tendangan Rossi

MotoGP 2015: Kabar Dari Kantor Berita Italia, Rossi Akan Boikot GP Valencia

MotoGP 2015 Pasca Sepang, Jelang Valencia: Rossi vs Marquez, Ini Komentar Stoner

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Kasus Rossi vs Marquez, Regulasi atau Profesionalisme? (II)

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Kasus Marquez Vs Rossi, Panitia Tidak Peka, Tuli Dan Buta..!

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Banding Yamaha Ditolak, Rossi Kecewa, Lorenzo Hormati Keputusan

BAGIKAN