nhk

MotoGP 2015: Rossi Jadi Contoh Untuk Lorenzo, Ingin Kalahkan Kombinasi Marquez – Honda

 

 

ManiakMotor – Sebelas podium dan dua kemenangan musim 2014 menjadi prestasi spesial Valentino Rossi. Maklum, itu dicapai saat usia 35 tahun. Tak salah kalau Jorge Lorenzo menyebut The Doctor contoh baik bagi dirinya maupun pembalap lain.

Dikalahkan sang pembalap tua di klasemen 2014 tak bikin JL gundah, sebaliknya justru petik hikmah. Sejak kembali ke Yamaha di awal musim 2013, ia melihat betapa Rossi kerja keras memehami M1. Itu motor telah banyak berubah dibandingkan saat ia tinggalkan di ujung musim 2010. Pada saat yang sama, Rossi juga mengolah fisik yang keras agar tak mudah ‘dimakan’ para pembalap muda.

Rossi pun sangat termotivasi untuk memberi bukti. “Saya selalu katakan Valentino akan tampil lebih bagus dari musim 2013. Dua kemenangan tahun ini dan begitu banyak podium dalam umur 35 tahun, itu  prestasi yang lebih dari dugaan. Ia contoh baik buat saya maupun pembalap lain,” komentar JL yang gagal balapan benaran di Sentul Besar, dan kini berlibur di Bali sembari renang dan main sepeda untuk jaga kondisi fisik.

Lalu, apakah JL berkeinginan dan mampu lanjut balapan sampai umur 35 tahun seperti halnya The Doctor? “Mungkin saja. Itu sangat bergantung pada motivasi dan kinerja motor.  Jika hasilnya masih benar, aku bisa terus. Valentino sudah beri contoh, motivasinya yang besar sudah mengubah banyak hal,” tandas JL yang kini berumur 27 tahun.

Soal fisik, katanya, memang sangat penting di balap motor. Apalagi MotoGP yang setiap saat berkembang teknologinya. Ini menuntut power dari manusianya untuk mengimbangi tenaga mesin dan bobotnya pada setiap tikungan. “Hanya saja kekuatan fisik yang dituntut pembalap tidaklah sebesar atlet renang atau atletik. Buat pembalap sedikit lebih lunak sehingga usia prestasi bisa diperpanjang,” lanjutnya.

JL akui motivasinya masih sangat tinggi untuk menjadi juara dunia tahun depan. Ia ingin juara atau runner-up di setiap balapan, dan itu akan dikejar musim 2015. Untuk wujudkan itu ia pun sangat sadar kalau Marc Marquez adalah pembalap yang harus ia singkirkan dalam persaingan.

Bukan saja karena MM baru berusia 21 tahun, agresif dan cerdas saat balapan, tapi juga karena ditopang motornya. “Sebuah tantangan besar untuk mengalahkan kombinasi Marquez – Honda. Mereka hanya bisa dikalahkan jika kami punya motor yang lebih ampuh, fisik saya kuat dan mental bertanding yang  kokoh. Semua itu hanya bisa dicapai melalui kerja keras.”

Dan, itu yang tengah dan akan terus digenjot JL hingga akhir Januari nanti. Ia punya target fit 100% saat tes pramusim di Sepang, 4-6 Februari dan seterusnya berusaha memenangi seri pembuka di Losail, Qatar. “Kemenangan di seri-seri awal penting untuk menjelajah seri berikutnya. Saya kira persaingan akan sangat terbuka sejak awal kompetisi.”

Hmm, semoga saja begitu! Bagaimanapun JL masih tercatat sebagai lawan paling tangguh buat MM musim depan. Syaratnya itu tadi: dibekali M1, dibekali fisik dan dibekali mental. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015: Indonesia ‘Gila’, Pol Espargaro Sabar Menunggu Tahta!

MotoGP 2015: Setelah Pneumatic Valve, Aprilia Kini Serius Garap Teknologi SSG

Yamaha Asean Cup Race 2014: Lorenzo Ogah Balap Benaran Di Sentul, Ya Wajarlah!

Yamaha Asean Cup Race 2014 Sentul: Lorenzo Tetap Melawan Walau Tak Ikut Latihan Dan Kualifikasi

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353