nhk

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Kasus Rossi vs Marquez, Regulasi atau Profesionalisme? (II)

 

ManiakMotor – Tak semua tifoso Il Dottore mendukung tindakan Rossi yang terpancing provokasi Marquez saat race ronde 17 MotoGP di Sepang, Malaysia pada 25 Oktober 2015. Dalam  konteks itu, sama dan sejenis dengan Marc Marquez, Rossi pun dinilai tidak fair, tidak sportif, tidak elegan, dan tidak profesional serta merusak nama besarnya sendiri.

Seperti juga Marquez, Rossi bertindak macam itu juga punya alasan dan sebab tersendiri. Siapa yang tidak stres dihajar dan dipakai main oleh Marquez? Itu dalam kondisi perburun poin yang sangat genting? “Di Marc telah merampas permainan. Seolan dia penentu siapa yang jadi juara dunia,” cocor Rossi.

Marquez bermain api dari sudut sempit pun dihajar yang kalau dalam permainan normal tak mungkin celah itu diterobos. Jika The Doctor terus meladeninya, cepat atau lambat ia terbakar juga. Misalnya tubrukan atau jatuh sendiri yang jelas akibatnya sangat buruk di klasemen. Sialnya, M1 Rossi tak mampu ngacir dari RC213V Marquez dan kalaupun bisa berkelitsaat itu maka kesempatan mengejar Lorenzo sudah sangat berat akibat jalur bersihnya dikotori jalur Marquez.

Maka, terjadilah jurus sedetik yang bikin kisruh panjang itu. Pengakuannya bukan menendang tapi kaki terlepas dari pijakan dan itu juga akibat senggolan yang disebabkan Marquez. Itu kata Rossi dan Yamaha, karena sebuah tendangan tak akan menjatuhkan RC213V yang berbobot 157 kg. Kata Marquez dan Honda, jelas sebuah tendangan.

Tapi, dari bahasa tubuh sebelum dan sesudah kejadian, jelas sekali Rossi marah saat itu. Kakinya jelas mengarah ke motor Marquez. Sebelumnya dia memberm sampai keluar RCV Marquez, dan itulah yang divonis bersalah oleh Race Direction. Itu bukti, Rossi dengan pengalaman dan rekor panjangnya sehingga disebut-sebut dewa MotoGP, ternyata sama seperti sampeyan yang tak bisa tersakiti. Ia  juuuuuga manusiaaaaaa! Rossi jelas salah dengan tindakannya dari hukuman yang diterimanya.

Race Direction sudah jatuhkan vonis penalti 3 poin buat Rossi. Plus 1 poin penalti di Misano, membuatnya harus start dari grid terakhir di Valencia. Dalam tulisan terdahulu, portal ini sudah bilang itu keputusan kontroversial. Tidak bermaksud membela Rossi, tapi jelas sekali Race Direction menjatuhkan hukuman semata karena akibat. Marquez jatuh akibat ditendang Rossi. Itu langgar aturan, titik. Setidaknya itulah yang tertangkap dari keterangan Mike Webb.

Jika itu yang jadi pokok masalah, coba putar ulang rekaman lomba di Moto3 dan Moto2, akan banyak sekali momen di mana para pembalapnya menggunakan sikut dan dengkul masing-masing untuk menjatuhkan lawan, namun tak ada hukuman. Kalau Rossi dihukum saat dituduh menghalangi Lorenzo di sesi kualifikasi GP Misano, bukankah Marquez juga jelas bermain menghalangi Rossi di Sepang? Dalam aturan Penalty Point, manuver pembalap yang dinilai membahayakan pembalap lain juga harus dipenalti, lantas bukankah cara balap Marquez saat itu membahayakan Rossi?

Dani Pedrosa melihat persoalan ini lebih jernih dari sesama Spanyol lainnya macam Jorge Lorenzo yang bersikap keras mengkritik Rossi yang semua pihak tentu maklum kenapa-kenapanya. DP bilang ini salah satu akibat dari regulasi yang abu-abu, yang artinya tidak tegas, dan salah satu contohnya adalah prilaku balap di Moto3 dan Moto2 tadi.

Memang tak mudah menegakkan peraturan. Wajar juga kalau ada yang menilai Race Direction mengambil keputusan dengan cara tidak fair. Hanya melihat Marquez sebagai korban saat itu sementara Rossi menjadi korban yang lebih besar akibat dari tindakannya sendiri. Keputusan diambil dari sudut yang sangat sempit, bukan dari gambar utuh dalam hukum sebab dan akibat  yang memulai siapa. Akan lain jika Marquez juga dipenalti, setidaknya sanki peringatan untuk motivasi balapnya yang tendensius, bukan untuk gaya balapnya yang agresif.

Untuk kasus Argentina dan Assen, banyak orang menilai Rossi bebas dari hukuman karena nama besarnya dan demi kepentingan komersial MotoGP sebagai ajang hiburan. Kesan itu pastinya jadi benar sebenar-benarnya jika Rossi juga bebas dari kasus Sepang. Tapi, menghukumnya dengan start belakang di Valencia, sama saja ‘menghentikan’ perburuan gelar di tengah jalan dan ironisnya dalam kondisi Rossi unggul 7 poin. Memang sih masih ada kesempatan buat Rossi, tapi gimana gitu loh!

Buntut kasus ini pasti masih panjang. Di Valencia bisa muncul kontroversi berikutnya. Kontroversi demi kontroversi yang memang dibutuhkan untuk membangun kesemarakan sebuah kompetisi, namun bolehlah berharap tidak terjadi akibat sebaliknya, yakni membuat MotoGP tidur kembali karena kehilangan kepercayaan penonton. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Kasus Rossi vs Marquez, Regulasi atau Profesionalisme? (I)

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Kasus Marquez Vs Rossi, Panitia Tidak Peka, Tuli Dan Buta..!

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Banding Yamaha Ditolak, Rossi Kecewa, Lorenzo Hormati Keputusan

MotoGP 2015 Sepang (Pasca Race): Hukuman Rossi Berat, Marquez Bebas, Itu Penjelasan Race Direction

MotoGP 2015 Sepang (Race): Pedrosa Juara, Rossi Marah Diganggu Marquez, MM Sekalian Disentil Jatuh

BAGIKAN