nhk

MotoGP 2015 Silverstone Jelang Misano: Babak Baru Perang Rossi–Lorenzo, Musuh Utama Sudah Disikut


 

 

ManiakMotor – Musuh bersama, Marc Marquez, sudah susah bangkit di klasemen dan tersikut dari arena perebutan juara. Bisakah Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo pertahankan ‘keharmonisan’ mereka? Gejalanya mulai rawan tuh!

Keduanya memang bilang hubungan personal mereka kini membaik. Tak segaduh musim 2008-2010 yang cekcok melulu sampai tak tegur sapa, bahkan garasi dipisah. Meski tidak berteman dalam arti jalan bareng dan diskusi bersama, sejauh ini tak ada saling lempar kritik atau saling gertak. Keduanya sepakat bertugas bareng membangun M1. Tapi, itu sebelum Silverstone, saat si musuh utama masih tebar ancaman.

Kini, gejala perang jilid dua sudah terbuka. Tinggal VR dan JL yang tarung berebut gelar 2015. Kira-kira macam mana peperangan mereka dalam enam ronde ke depan. “Sekian tahun berlalu, hubungan kami membaik. Tapi, sekarang kami berebut hal yang sangat penting: gelar dunia. Jika terjadi duel yang penuh intrik di lintasan atau terlibat senggolan dan semacamnya maka hubungan itu akan bisa berubah,” tegas JL usai GP Silvertone.

Meski tak terus terang, Rossi juga membaca kemungkinan sama. “Kami sudah dewasa dan saling respek. Mungkin saja akan terjadi balap yang panas dan liar. Saya berharap hal itu tak mempengaruhi hubungan di luar trek,” harap alias tetap professional saja.

Sejauh ini sejak Rossi kembali ke Yamaha pada 2013, memang belum terjadi duel pol-polan dengan JL. Selain masih dalam proses membangun motor, dalam dua tahun ini mereka juga dihadapkan pada musuh yang sama, si Marquez itu tadi.

Gejala perang terbuka ke depan semakin dibuka oleh Rossi dengan sejumlah pernyataan yang bikin panas kuping JL. Di Silverstone, misalnya, menurutnya jauh lebih penting mengalahkan JL ketimbang Marquez. Di susul lagi usai lomba rada menyindir yang bilang di MotoGP siapa saja bisa menang. Sindirannya terhadap JL dan Marquez yang kencang bangat di sesi latihan sampai Q2, tapi justru dia yang juara saat race.

“Saat duel dengan Marc, saya tahu Jorge berada di P6. Saya berharap ia makin ke belakang lagi agar selisih poin lebih banyak. Pada akhirnya ia finish ke-4 dan marjin yang saya dapat hanya 12. Tapi, bagaimanapun itu adalah poin emas.”

Tuh kan. Siapa yang memulai memanaskan nih. Andro

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2015, Moto2 2015, Moto3 2015

MotoGP 2015 Silverstone (Pasca Race): Kaca Helm Berkabut, Penyebab Lorenzo Gagal ke Podium

MotoGP 2015 Silverstone (Pasca Race): Marquez Nyerah, Mulai Koreksi Cara Bermain

MotoGP 2015 Silverstone (Pasca Race): Super Rossi, Memang Pembalap Penghibur

MotoGP 2015 Silverstone (Pasca Race): Tarian Rossi Di Wet Race

 

 

 

BAGIKAN