nhk

MotoGP 2015: Teknik Dirt Track (Tanah) Terbawa Ke Aspal (MotoGP)

 

 

ManiakMotor – Belum ada kupasan khusus hubungan antara dirt track dan road race termasuk MotoGP. Melihat makin ramainya pembalap prototype bermain dirt track, tentu banyak manfaatnya. Karena belakangan bukan hanya Marc Marquez dan Valentino Rossi yang aktif. Tapi sudah menyebar ke semua kelas.

Dari dulu garuk tanah digunakan sebagai dasar sebelum ke road race. Dulu pun hanya motocross, kecuali pembalap Amerika. Tapi belakangan sudah murni dirt track yang sebenarnya mainan dari Amerika. Dulu pun masih gabungan tanah dan rumput, tapi bukan grasstrack yang ramai di Indonesia ya. Penah  dipakai Kenny Roberts Sr untuk sekolah balapnya di Spanyol sana awal 90-an.

Dirt track diplih karena bermain di sirkuit tanah yang datar dan tak ada loncat-loncatnya seperti motocross dan supermoto, dua mainan yang pernah digeluti Rossi. Dirt track lebih aman buat pemain road race. “Teknik-teknik sekarang sudah banyak berubah dari era Barry Shane. Sekarang para pemainnya banyak menggeser rodanya saat masuk, di dalam dan keluar tikungan. Itu semata-mata didapat dari permainan dirt track,” kata Daryl Beattie, mantan pemain GP500.

Beattie sebenarnya hanya  memuji  Marquez yang apik bermain dirt track dan teknik-tekniknya mampu dibawa ke MotoGP. Beattie mencontohkan pengereman serantak tanpa kehilangan gerakan yang dibutuhkan Marquez. Di jok RC213V Marquez seperti memperlakukan Honda SE CR450-F yang digunakannya untuk latihan dirt track. Masuk tikungan sangat tajam namun bisa mengontrolnya dengan posisi roda belakang bergeser banyak sejurus arah tikungan dan roda depan malah belok ke lain arah. Khas banyak bermain dirt track yang kata Bettie jadi alami saat membawa MotoGP.

Bisa begitu karena dirt track ada di tanah. Rodanya tanpa digeser-geser pun dia akan bergeser sendiri. Apalagi bila semakin besar kapasitasnya seperti yang dipakai Marquez dan Rossi di arena dirt track. Karena perilaku motor begitu, otomatis badan mengikuti menghendlingnya. Tentu juga awalnya Marquez dan Rossi pernah memiliki instruktur teknik mengendara garuk tanah, paling tidak kerabat yang mengertilah. Kalau ini ilmu kira-kira portal ini bro. Kiranya begitu. Yaaah… namanyua juga kira-kira, sampeyan kira sendiri juga monggo.

Kiranya yang lain adalah fisik dan refleks seperti Rossi yang di umurnya sekarang harus tetap gesit dan prima. Karena berlari di atas tanah motor tak pernah ‘diam’ yang ditambah mantul-matul terus. Pengedara dipaksa refleksnya menyeimbangkan motor dengan alami. Apalagi dengan karakter special engine yang melimpah torsinya. Joki selalu waspada akan tarikan-tarikannya yang ‘nakal’. Di sisi lain organ tubuh diolah alami juga pada pemain dirt track. Hasilnya ‘anak’ yang kuat, sehat dan pintar, hehe.     

Ada lagi elmu duga-duganya. Di saat liburan aturannya dilarang menggunakan motor MotoGP di sembarangan waktu. Yang ada special engine yang mesinnya tak kalah galak. Walau kapasitasnya untuk MX1 (kelas tertinggi professional motor SE) hanya 450 cc, tapi bila dikonversi berlari di tanah, hasilnya tak kalah galak dengan kapasitas di aspal seperti MotoGP dipakai Rossi dan Marquez.  

Kiranya begitu bro soal dirt track. Ito 

BACA JUGA

MotoGP: Rossi Serius Bidik Juara Tahun Ini, Awal 2015 Berlatih Keras Soal Hendling

MotoGP 2015: Konsep Motor Berubah, Ducati Bidik Menang

MotoGP 2015: Mantan Mekanik Stoner Akui Sempat Dirayu Lorenzo

MotoGP 2015: Iannone Yakin Rebut Joki Numero Uno Ducati Dari Dovizioso

 

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353