nhk

MotoGP 2015: Teori Jeremy Burgess Buat Rossi, Berlaku Untuk Miller

 

ManiakMotor – Jeremy ‘JB” Burgess cuap-cuap lagi setelah lama tak muncul. Mekanik legendaris di belakang nama besar Mick Doohan dan Valentino Rossi itu coba ‘meramal’ greget kompetisi 2015 dan sekaligus harapan kepada Jack Miller, remaja senegaranya (Australia) yang tembak langsung dari Moto3 ke MotoGP.

Ketika Rossi juara para raja bersama Honda, dibilang karena teknologi motornya yang aduhai. Bukan faktor The Doctor semata. Makanya Rossi dilihat sebelah mata saat pindah ke Yamaha yang kala itu memang kalahan mulu. Rossi ingin beri bukti sebagai juara sejati di atas motor yang berbeda. Begitu pula JB yang menjadi chief mechanic-nya.

JB punya teori yang dikenal 80/20. Motor ditentukan 80% oleh kemampuan pembalapnya. Si motor hanya 20%. Kemampuan pembalap yang dimaksud melingkupi skill mengendara dan keterampilannya  mengembangkan motor. Ia harus mampu mengidentifikasi kelemahan motor dan punya solusi memperbaiki. Kira-kira macam itulah mereka berduet di awal-awal bersama Yamaha, meski kemudian gagal dengan teori sama kala gabung di Ducati musim 2011-2012.

Dengan prinsip yang sama, JB melihat masa depan Miller tahun depan di atas RC213V-RS. Ia sama sekali tak persoalkan manuver Honda yang mempromosikannya dari Moto3 ke MotoGP. Kuncinya berada di tangan Miller sendiri. JB masih beranggapan peran pembalap lebih dominan dari motornya, ya 80/20 tadi bro!

“Tak ada keajaiban di MotoGP, semuanya berawal dari kerja keras dan cerdas. Saya harap Miller bisa melakoni itu dan petik hasil baik. Itu penting untuk menegaskan Moto2 tidaklah sepenting anggapan,” tegas JB yang sempat diapungkan menjadi kepala mekanik Miller di LCR Honda, namun urung karena HRC lebih memilih Cristian Gabbarini yang mantan mekanik Casey Stoner. 

Bila mampu cepat beradaptasi, Miller bisa jadi salah satu rookie menarik musim depan. Terutama jika bisa bersaing di kelompok medioker, sekitaran 10 Besar. Soal persaingan baris depan, JB melihat The Fantastic Four belum akan tergoyahkan. Persaingan masih seputar Marc Marquez, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Gap mereka dengan pembalap lainnya seperti jurang dalam dan terjal sehingga tak mungkin didekati.

“Sepanjang musim 2014 mereka yang dominan di podium. Dari total 54 podium 2014 hanya enam yang ditempati pembalap luar The Fantastic Four (yakni Andrea Dovizioso dua kali dan masing-masing sekali oleh Cal Crutchlow, Aleix Espargaro, Alvaro Bautista dan Bradley Smith),” ucap JB dan kemungkinan hal sama masih berlangsung pada 2015.

Karena kualitas motor yang jomplang antara pabrikan Honda dan Yamaha dengan tim satelitnya, maka kemungkinan besar para juara seri tahun depan akan bergantian antar pembalap pabrikan. Terakhir kali juara seri diraih rider nonpabrikan terjadi pada 2006 lewat pembalap tim Fortuna Honda Marco Melandri dan Toni Elias. Melandri juara di seri GP Turki, Prancis dan Australia, sedangkan Elias di GP Portugal. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2015: Honda Akui Gila-Gilaan Promosikan Miller, Loncati Pakem Jenjang

MotoGP 2014: Bos Red Bull Beli Sirkuit, Bawa MotoGP ke Austria

MotoGP 2014: Lorenzo Kecelakaan di Abu Dhabi, Menang di Kelas Gentlemen

MotoGP 2015: Berjudi Dengan Resep Pak Galbu, Rossi Yakin Dapat Gelar Ke-10

MotoGP 2014: Marquez Juara Dirt Track Superprestigio DTX Di Barcelona, Spanyol

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353