nhk

MotoGP 2015 Test Pramusim Sepang: Apa Yang Kamu Bisa Perbuat Miller Dengan Power 250 dk?

 

ManiakMotor – Apa yang bisa diperbuat Jack Miller di MotoGP yang tiba-tiba harus bawa-bawa mesin yang powernya 250 dk ke atas. Tenaga yang hampir lima kali lipat yang digunakannya di Moto3. Ia melompati jenjang Moto2 yang memang disediakan untuk  pembibitan bertingkat sesuai besaran tenaga.

Biasanya hanya ada dua kemungkinan, gagal karena putus asa yang tak kunjung cepat beradaptasi. Yang kedua tentu saja berhasil bila memang bakat Miller luar biasa. Percaya dirinya akan segera muncul, bila skill membetot tenaga gambot MotoGP tersedia. Motor segera kepegang.

Tapi itu tidak mudah untuk langsung bisa menyatu dengan tenaga MotoGP yang biasa dari Moto3 paling tinggi 50 dk. Biasanya bisa langsung putar gas di Moto3 mudah dihendling, di MotoGP saat putar gas dengan durasi sama akan muncul tenaga yang lima kali lipat tadi. Bikin kaget-kaget bro. Kira-kira seperti itu. “Memang pertaruhan besar menaikan Miller langsung ke MotoGP. Ini bisa jadi ide yang bodoh atau juga gagasan keren,” jelas Shuhei Nakamoto, bos HRC yang punya peran memilih Miller karena firasat. Semoga bukan firasat buruk.

Coba perhatikan dua sesi testing yang dilakukan Miller di Valencia 12 November  lalu dan di sirkuit Sepang pada 25 – 27 November. Di Valencia boleh dimaklumi karena masih belajar motor pertama kali, dia di urutan 21 dari 22 peserta. Menggunakan RC213-RS milik CWM LCR Honda catatannya masih beda 3 detik dari yang tercepat.

Di Sepang dia melakukan test sesuai izin yang diberi FIM dan Dorna seperti yang Suzuki, Ducati, dan Aprilia lakukan di Jerez, Spanyol pada waktu yang bersamaan. Pada hari kedua Miller sudah bisa memangkas 2 detik dari hari pertama. Catatannya 2 menit 3.1 detik.

Sebagai pembanding catatan tercepat di Sepang di bawah 2 menit. Catatan Miller itu bila diandaikan ikut kualifikasi saat seri Sepang 2014, dia berada di grid 18. “Saya mulai bisa menyatukan diri dengan motor. Saya juga terus mencari percaya diri di atas motor. Sebab hanya itu pelajaran utama datang ke testing ini,” kata Miller yang senegara Casey Stoner, Australia ini. 

Tuh kan percaya diri yang terus dibangun karena perbedaan dimensi motor dari Moto3 ke MotoGP. Terutama lagi dimensi power. Lantas bandingkan dengan sesama pendatang baru di MotoGP tapi dari Moto2. Ya pilih saja Maverick Vinales yang pakai Suzuki. Di Valencia masih lebih bagus Vinales, karena soal pengenalan tenaga yang lebih besar Moto2 dari Moto3. Makin besar tenaga bukan hanya butuh skill, tapi juga butuh jenjang untuk kebiasaan. Ito  

BACA JUGA

MotoGP 2015: Pasar Indonesia Alasan Suzuki Kembali Ke MotoGP

MotoGP 2015: Lorenzo Ingin Regulasi Wet Race Dirombak Tahun Depan

MotoGP 2015: Test Pramusim Jerez 25 November: Time Suzuki Tinggal Selisih 0.3 Detik Dari Fastest Lap

MotoGP 2015: Silakan Kalau Marquez Mau Main Lagi di Moto2

BAGIKAN