nhk

MotoGP 2015 Valencia (Pasca Race): Pakai Michelin dan ECU Seragam, Babak Baru Pengembangan M1 Rossi – Lorenzo

ManiakMotor – Tahun depan era baru MotoGP dimulai dengan ban Michelin plus pemberlakuan ECU (Elctronic Control Unit) seragam. Pastilah mengubah speksifikasi teknik dari nol.  Menarik menunggu bagaimana Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo beradaptasi dan mengembangkan motor mereka dari dua hal itu.

JL boleh mengklaim kesempatan Rossi mendulang gelar sudah tamat. Tapi, ia tak boleh lupa, bahwa kelebihan Rossi dibanding dirinya membangun dan mengembangkan motor. Rossilah orangnya yang meracik M1 sejak 2004 dan menyumbang berbagai gelar buat Yamaha setelah sekian tahun dibulan-bulani Honda. Jangan lupa, Rossi jugalah orangnya yang punya masukan-masukan jitu untuk pengembangan M1 sejak gabung balik pada 2013 dan membuat M1 meraja di musim 2015.

Rossi sendiri dikenal sebagai pembalap yang selalu tertantang dan bersemangat pada riset. Akan seperti itu pulalah The Doctor menyongsong musim 2016. Dan di situlan peran dia ‘dibutuhkan Lorenzo’ seperti ulasan sebelumnya. “Cerita panas 2015 berlalu. Tahun depan akan ada cerita berbeda. Akan berusaha dan berjuang merebut gelar seperti musim ini, kurang lebih dengan cara yang sama. Itu pun sangat bergantung seberapa cepat dan seberapa cocok M1 beradaptasi dengan Michelin, tapi saya siap,” kata Rossi.

Rossi masih akan jadi the oldest man in the grid alias pembalap tertua MotoGP tahun depan, yakni 37 tahun. Katanya sih itu tak masalah! “Angka 36 dan 37 beda-beda tipislah!” candanya.

Perubahan regulasi dan peralihan ban dari Bridgestone kepada Michelin, bukan hanya karakter komponnya yang berubah. Gelindingan motor juga berbeda. Ban Bridgestone memakai lingkar 16,5 inci yang bikin g-force motor ke bumi lebih dekat. Keseimbangannya lebih enak. Kalau Michelin 17 inci yang menjauh dari bumi. Beda 0,5 inci sekelas motor yang larinya sampai 300 km/jam bukan perbedaan yang kecil.

Gaya membawa motornya juga pasti berubah. Terakhir kali yang ngotot pakai Michelin sebelum diberlakukan ban tunggal, adalah Rossi sendiri. “Pada tes terdahulu sepertinya Yamaha tak cocok dengan Michelin. Tapi ini hanyalah masalah waktu. Saya harap bisa membuatnya klopd engan M1,” tandas Rossi yang sudah mulai memeta risetnya.

Belum lagi ECU yang seragam. Kira-kira di luar soal komponen mekanis, elektronik semua motor akan imbang. Di situlah  dibutuhkan peran periset dari joki untuk unggul. Karena itu musim depan buat Rossi bukan hanya kewajiban kontrak dengan Yamaha, tapi juga pembuktian kalau dirinya belumlah habis. Bukti yang ia tunjukkan sebagai runner up berturut 2014 dan 2015 setelah banyak yang pesimistis saat ia  balik ke Yamaha pada 2013.

Akan ada cerita berbeda, kata Rossi. Mungkin ceritanya masih terkait Lorenzo maupun Marc Marquez atau cerita jitu-jituan mengembangkan motor. Mungkin itu dendam yang baik buat Rossi. Andro

BACA JUGA
MotoGP 2015 Valencia (Pasca Race): Lorenzo Tetap Dengan Yamaha, Jawabannya M1 Pengembangan Rossi

MotoGP 2015 Valencia (Pasca Race): Lorenzo Kembali Sepelekan Rossi, Sudah Tamat..!

MotoGP 2015 Valencia (Pasca Race): Rossi Tak Tahu Kapan Bisa Memaafkan Marquez

MotoGP 2015 Valencia (Pasca Race): Marquez Bantah Jadi Bodyguard, ‘Salahkan’ Pedrosa Gagal Kalahkan Lorenzo

MotoGP 2015 Valencia (Pasca Race): Rossi Kalah Segalanya Dari Saya, Itu Kata Lorenzo

 

 

BAGIKAN