nhk

MotoGP 2016 Aragon (Jelang FP1/2): Marquez Pentingkan Jurdun, Bersedia Main Aman

Marc Marquez vs Valentino Rossi jelang Motegi 2016
ÿþ

 

ManiakMotor – Nggak juara di Aragon, bahkan juga gak juara di empat balapan terakhir, bukan persoalan buat Marc Marquez. Itu kalau dilihat dari klasemen, agar gelar juara terawat setiap seri ketimbang risiko jatuh. Tapi kalau dilihat dari gestur Marquez saat nggak naik podium, dia sangat kecewa tuh.

MM memang sudah pasang taktik main aman dan ogah ambil risiko. Tapi dalam hatinya tetap ingin juara macam di Aragon, Spanyol yang sesi FP1 akan berlangsung Jumat 23 September ini. “Yang akan diingat orang sepanjang masa adalah berapa kali Anda juara dunia, bukan berapa kali Anda menang lomba. Itu yang saya pelajari musim lalu. Jadi, sama sekali tak masalah jika dalam lima seri ke depan tidak jadi pemenang,” ucap MM dalam jumpa pers wajib jelang GP Aragon.

Tapi yang menghibur penonton secara praktis juga lomba setiap serinya, kan. Karena itu, penonton rela datang ke sirkuit untuk beli karcis, hehe. Itu jawaban dari portal ini. Lanjut… Marquez yang sudah unggulan 43 poin atas Valentino Rossi, hanya perlu merawat pointnya setiap race sisa, agar di akhir musim tetap teratas. Lain soal jika gelar jurdun sudah di tangan, maka gaya asli mainnya yang agresif akan keluar lagi. Apalagi di dua seri sisa Philip Island dan Valencia yang menurut MM sangat cocok dengan karakter RC213V

Hadir bersama Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Andrea Iannone di jumpa pers, prediksi juara 2016 memang menjadi topik utama. Peluang terbesar di tangan MM karena tak harus menang, tapi cukup finish di buntut Rossi saja sudah cukup menjadi jurdun.

Masuk akal jika MM siap bermain aman, terlepas itu perintah petinggi tim Repsol Honda ataupun keinginan sendiri. “Tahun ini segala sesuatunya berbeda. Anda bisa menang 10 detik di depan atau sebaliknya 10 detik di belakang lawan. Saya hanya akan coba fight menjadi pemenang jika memang ada kesempatan dan tidak berisiko,” tegasnya dengan jujur.

Walau RC213V-nya kini mulai garang dan kencang, MM kini tak lagi ngotot memburu kemenangan seri seperti tradisinya sejak di kelas nyamuk. Ia makin dewasa. Tambah pula peristiwa tahun lalu di Aragon saat jatuh akibat ngotot melawan Lorenzo. Nah, kalau masih ngeyel dan jatuh lagi, itu sama saja beri angin untuk Rossi di empat seri balap selanjutnya. Andro

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016