nhk

MotoGP 2016 Argentina Jelang Race: Marquez-Rossi Lupakan Dendam, Bersatu Hentikan Lorenzo

ManiakMotor –  Tantangan Valentino Rossi dan Marc Marquez di Argentina bukan hanya tenggelam peristiwa masa lalu. Dimulai dari duel Termas de Rio Hondo berakibat MM jatuh 2015 di situ. Di ronde kedua MotoGP 2016 di sirkuit sama ini, keduanya harus fokus menantang Jorge Lorenzo yang sedang apik dari akhir-akhir seri tahun lalu dan grafiknya meningkat setelah juara di ronde pertama di Qatar 2016.

Itu dikatakan Matthew Birt si pengamat yang sudah 21 tahun berkecimpung dengan MotoGP. “Keduanya harus melupakan dendam dan dengki. Tapi bagaimana caranya menghentikan Jorge yang akan bikin sejarah mempertahankan juara berurutan dalam karirnya. Hati-hati Jorge pembalap yang mudah beradaptasi dengan Michelin dan ECU terpadu, sebab dalam top performa,” jelas Birt. Kalimat terakhir itu ditambahkan oleh maniakmotor.

Benar juga sih. Rossi dalam 7 kali tampil sudah kehilangan empat podium dihitung sejak ronde 13 MotoGP 2015 sampai ronde 1 Qatar 2016 kemarin. Dan baru sekali menang dalam delapan kali penampilan. Beda dengan awal-awal tahun lalu, Rossi 12 kali tampil di podium. Mirip-mirip dengan Marquez yang biasa jagoan, dalam enam kali penampilan baru sekali menang. Dalam enam kali itu dua kali DNF alias do not finish, ya jatulah.

Bandingkan Lorenzo yang delapan kali berurutan, ada tiga kali juara dan semuanya podium. Statistik  Lorenzo akan terus membaik dengan cara adaptasinya, seperti dia perlihatkan pada tiga tes pramusim dan ronde pertama di Qatar. “Ini yang harus dipatahkan keduanya,” sebut Birt yang melihat kinerja Rossi masih sangat tinggi bersama Yamaha M1-nya, karenanya diperpajang lagi kontraknya oleh Yamaha 2017 – 2018.

Sedang Marquez masih berkutat dengan RC213V pada Michelin dan elektronik. Ilustrasinya, masalah motor tersebut jadi hambatan, butuh enam hari kotak-katik di Qatar 2016 dihitung dari tes sampai sesi latihan, dan hanya tertolong Marquez ketiga. Posisi itu menurut Marquez sudah seperti menang.

Selanjutnya lihat saja di Argetina, apakah masih mementingkan dendam? Tapi kalau cerita permusuhan ‘benaran’, justru tahun ini sudah diawali Rossi dan Lorenzo sendiri yang satu kubu di Movistar Yamaha. Lho bukannya sebaliknya juga seperti tahun lalu, Jl dan MM ‘bekerjasama’, rame. MM 

BACA JUGA

MotoGP 2016 Argentina Jelang FP1/FP2: Lorenzo Tidak Terprovokasi Fans Rossi, Nggak Peduli

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP 2016 Argentina (Jelang Race): Pertarungan Rossi Cs, Sama Nggak Punya Data Ban, Awas JL

MotoGP Argentina 2016 Jelang FP1: Tenaga Melimpah-Limpah Desmosedici, Modal Dovizioso dan Iannone

MotoGP Argentina 2016 Jelang FP1: Semua Baik Dari Rossi, Tinggal Balap Harus Lebih Baik

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Lorenzo Belum Jawab Kontrak Yamaha, Bicara Ronde 2 Dulu

BAGIKAN