nhk

MotoGP 2016 Austin (Jumpa Pers): Marquez Akselerasi, Rossi Roda Depan, Lorenzo Soal Kontrak

ManiakMotor – Honda sejak MotoGP di sirkuit Austin, Amerika jagonya di gigi-gigi rendah. Kalau sudah sebut gigi rendah, akan diawali akselerasi yang kuat pula, sudah begitu hukumnya. Podium 1 menjadi hak Marc Marquez dan kedua juga, kecuali tahun lalu Dani Pedrosa absen. Lawannya adalah Yamaha dan Ducati hanya bisa berdoa pada aturan baru bisa mengubah keadaan tahun ini. Tentu saja sembari berusaha.

Seperti itulah gambaran jumpa pers wajib berlangsung Jumat 7 April 2016 menghadapi ronde 3 GP Amerika. Acara tersebut dihadiri Marquez (Repsol Honda Team), Valentino Rossi, Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha MotoGP), Andrea Iannone (Ducati Team), Maverick Viñales (Team Suzuki Ecstar) dan  Eugene Laverty (Aspar Team MotoGP) yang dihadirkan lantaran ke-4 di Argentina.

Kesempatan bicara pertama tentu Marquez sesuai urutan klasemen. Bagi dia, gaya balapnya dan kelebihan RC213V menjadi satu paket yang bagus di Austin. “Ini sirkuit yang karakternya minta percepatan (akselerasi) yang kuat. Di masa lalu Honda unggul di situ, ditambah Austin sangat cocok dengan saya. Tapi percepatan ini dengan aturan baru dan ban Michelin yang membuat kami berjuang. Ini juga yang masih dilacak dan diperbaiki pada sesi latihan,” komentar Marquez sepertinya merendah karena di Argentinya hal itu sudah tertangani, tapi dia contohkan pada usaha mereka pada tes pramusim.

Beda lagi dengan Rossi yang berada di posisi dua klasemen dan bicara giliran kedua. Isu yang diangkat banyak. Tapi difokus saja pada sirkuit Austin yang katanya sangat teknik dan mengarungi 1 lap terasa begitu lama. Apalagi saat lomba. Maklum, dijalani dengan berbagai teknik mengendara dengan panjang trek 5.5 km yang dibagi 20 tikungan. “Sirkuit yang komplit. Bukan lintasannya Yamaha. Biasanya selalu mengalami persoalan wilayah depan (front end) pada motor. Tapi sekarang semua pakai ban punya persoalan sama, harus siap dan coba mengamati perkembangan selama latihan,” kata Rossi yang tahun lalu ban depannya memang ‘rompal’ setelah finish ketiga.

Tiba giliran Lorenzo yang masih bicara DNF-nya di ronde 2. Itu semua sampeyan sudah tahulah. Intinya dia kurang suka dengan flag to flag, menganggu konsentrasinya dan akan belajar dari kesalahan Argentina. “Saya berharap balapan di Austin berjalan normal dengan kondisi yang normal pula,” kata Lorenzo yang artinya jangan sampai seperti di Argentina. Soal kontrak? “Seperti kalimat-kalima saya di Argentina, nanti pada saatnya akan dijawab masa depan saya,” tegas Lorenzo menghindari pertanyaan lebih dalam mengenai kontraknya yang diisukan sangat kuat akan ke Ducati.

Sedangkan ketiga pembalap lainnya seperti biasa akan berusaha sebaik mungkin di Austin. Juga berharap aturan baru akan mengubah keadaan lebih baik buat mereka. Tapi masalah  ban yang sampai di Argentina harus segera bisa diatasi agar balapan berlangsung normal kembali. Ito

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP 2016 Amerika; Lorenzo Lihat Dulu Austin, Ke Ducati Akan Ditentukan Di Eropa?

MotoGP 2016 Jelang Amerika; Ducati Justru Lebih Cemerlang Awal Tahun Lalu

MotoGP 2016 Jelang Amerika: Rossi Berpikir Cepat Menyetel M1 Segera Pas Dengan Austin

MotoGP 2016 Jelang Amerika: Fisik Viñales ‘Jaminan’ Podium Di Austin 

 

BAGIKAN