nhk

MotoGP 2016 Ceko (Race): Main Pintar, Marquez Amankan Poin Krusial

ManiakMotor – Bukan cuma main aman, tapi sekali lagi Marc Marquez memperlihatkan kecerdikannya. Dia mengatasi masalah di lintasan yang basah. Doi memang pintar, dan itulah yangmembuatnya sukses menggapai P3 di GP Ceko sekaligus mengamankan 16 poin yang amat krusial di klasemen kejuraan dunia 2016.

Trek yang sangat basah, MM pakai lembut dan lembut dengan prediksi terjadi flag to flag race (pergantian motor) macam di Sachsenring. Doski tenang saja meski baru dua lap sudah ditekuk para awak Ducati macam Andrea Dovisiozo dan Andrea Iannone, dan belakangan juga ditekuk Scott  Redding dan Hector Barbera. Semua joki Ducati itu juga pakai ban lembut. Dalam benak MM saat itu, situasi aman sepanjang dua anak Yamaha (Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi) berada di belakangnya, merekalah pesaing utama di klasemen.

Apa boleh baut..eh buat… tak ada tanda-tanda akan terjadi flag to flag race, sementara ban lembutnya mulai kepanasan. Saat itulah akalnya Marquez keluar. Ia tak ikuti racing line yang mulai kering dan dipakai para pembalap Ducati di depannya. Ia justru cencari bagian-bagian lintasan yang masih tergenang untuk membasahi bannya. Tujuannya suhu bannya stabil, bro. “Itu efisien merawat daya tahan ban, mengantisipasi kemungkinan di lap-lap terakhir,” kata Marquez yang pada akhirnya memang diuntungkan strategi itu di akhir lomba karena anak-anak Ducati berguguran dari posisi podium sama copotnya kembang ban basah mereka.

Kecerdikan Marquez kembali teruji di pertenghan lomba. Saat disalip Cal Crutchlow di lap 12, ia sempat mengintip ban belakang sejawatnya di LCR Honda yang ternyata pakai ban keras. Mental petarung Marquez baru sedikit terusik kala Rossi yang menyalipnya pada lap 17. Ia tak boleh kehilangan banyak poin dari Rossi demi keamanan jalur di kejurdun. “Saya lihat garis di ban belakangnya, ternyata Rossi juga pakai ban keras. Bakal sia-sia mengejarnya yang jelas punya grip lebih baik. Saya putuskan fokus untuk menundukkan Iannone dan Barbera saja, yang sama-sama pakai ban lembut,” cerita Marquez penuh semangat.

Karena memilih racing line berbeda seperti diceritakan di atas, daya tahan ban MM memang lebih bagus dibandingkan joki Ducati. Tanpa perjuangan dan resiko besar, ia pun sukses menekuk Barbera dan Iannone di lap ke-20 dan akhirnya menuntaskan balapan 23 lap pada posisi ketiga dengan tambahan 16 poin. “Dalam situasi balapan seperti ini, sungguh sangat berarti poin sebesar itu,” imbuhnya.

Poin itu semakin berharga karena saat sama Jorge Lorenzo tak dapat poin sama sekali di GP Ceko sehingga peringkat 2 klasemen diambil alih Rossi. Artinya, rivalitas Rossi dan Lorenzo kini semakin tajam dengan silisih hanya 6 poin.  Bila Rossi dan Lorenzo tetap ’berantem’ satu sama lain di seri-seri selanjutnya, maka hal itu akan membawa keuntungan tersendiri bagi Marquez. 

 Bagi Marquez yang cerdik, momen pertarungan Rossi vs Lorenzo tentu akan dimanfaatkan sedemikian rupa. Termasuk memanfaatkan ‘jasa’ Lorenzo jika nantinya ancaman Rossi semakin berbahaya. Ya, hitung-hitung sebagai balas jasa kasus 2015 kala Marquez secara terang benderang ‘membantu’ Lorenzo menyingkirkan Rossi dalam perburuan gelar. Yah, kira-kira  begitulah masbro! Andro

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP 2016 Ceko (Race): Ngudek Marquez 53 Poin, Rossi Santai Beibeh

MotoGP Brno 2016: Lorenzo Jeblok Karena Kepala Kru Salah Mengerti

MotoGP Brno 2016: Cal Crutchlow Brilian, Kemenangan Pertama Buat Inggris Setelah 35 Tahun

MotoGP Brno 2016: Rossi Sempat Diskusi Sama Michelin, Hanya Tidak Seberani Cal Crutchlow

BAGIKAN