nhk

MotoGP 2016: Imanuel Pratna Ikut VR46 Riders Academy Bukan Kebetulan. Ini Kisahnya!

ManiakMotor Penggemar balap di Tanah Air tentu ingin bingit foto bersama Valentino Rossi. Lebih lagi dan sangat lebih ditulari ilmu balapnya sang maestro MotoGP. So, pasti sesuatu banget, gitu loh dan bisa diceritakan sama anak-cucu nantinya. Dan kesempatan langka itu bakal dialami Imanuel Pratna, pembalap motor masa depan Indonesia. Surprise!

Begitu teriak Imanuel saat mendapat kepastian dirinya bersama Galang Hendra Pratama akan dilatih The Doctor. Dia terpilih bersama tiga pembalap Asia lainnya untuk dilatih di Tavuilla, Italia, markasnya VR46 Riders Academy. Keduanya akan mengikuti program Master Champ pada 4-8 Juli 2016. Wajar lah kalo EL – begitu sapaan akrab Imanuel – sumringah. Ia tidak menduga bisa terpilih dan tak cuma jumpa, tapi diajari langsung sama The Doctor. Bangga, dong!

Terpilihnya El bukan secara kebetulan atau pake koneksi.  Boleh jadi, ini hasil positif saat berlaga di seri 3 ARRC Suzuka (3-5/6). “Senang  diberi kesempatan bisa belajar dengan Rossi. Prediksiku kecil bisa ikut program itu,” sebut pria kelahiran Jakarta, 5 September 1996.  Balap di Suzuka kemarin,  memang berusaha untuk bisa dapat point. Selain performa YZF R25 jauh meningkat, juga pengalaman bermain di Suzuka jadi modal,” kata si El.

Eit…,ternyata El punya prestasi bagus di trek Suzuka. Ia pernah naik podium pertama dalam lomba ketahanan balap motor. “Jangan lupa, Emanuel Pratna adalah juara Suzuka 4 Hours 2014,” ungkap M.Abidin, GM Motorsport& After Sales PT  Yamaha Motor Indonesia Manufacturing (YMIM).

Ketika berlaga di kelas Asia Production (AP) 250, awal Juni lalu, El memberi kejutan. Di luar dugaan, ia mampu menempatkan diri start di posisi ketiga, berada di barisan depan bersama dua pembalap Jepang Takehiro Yamamoto dan Ayumu Tanaka.

Sayang,  pada race 1 kurang optimal dan finish ke-9 lantaran sempat masuk gravel. Baru di race 2, putra pasangan Waryanto Pratna dan Antika Muliasary bisa finish ke-4. “Seri Suzuka, El kembali menemukan irama race yang selama ini sudah dia miliki. Mulai terlihat come back di dua seri terakhi Sunday Race. He is back on business!  tambah Abidin.


Berbicara soal balap motor, mahasiswa London School jurusan marketing komunikasi ini mengaku sudah tertarik sejak usia 5 tahun. Hanya, saat itu ia menggeluti cabang motocross SE50.
Beragam kejuaraan nasional dan UAM Asia juga ikut.

“Umur 10 tahun beralih ke gokart kelas kadet(kejurnas). Bahkan pernah podium ke-5  di kejuraan asia (Sentul Kecil) tahun 2008.  Umur 12 tahun (2009) mulai main di motor sport yakni IRS kelas Ninja 150 dan GP Mono,” ungkap Waryanto, sang ayah yang juga mantan pembalap di era 1987-1990.

Semangat!Ardel 

 

BACA JUGA

MotoGP Assen 2016 FP1: Iannone Tercepat, Chicane Terakhir Direhab, Unggulan Di Luar 5 Besar 

MotoGP Assen 2016 Jumpa Pers: Rossi Yakin Sepenuhnya, Marquez Lebih Dari Tes, Lorenzo Pada Nasib 

Maaf MotoGP Indonesia Tidak Jadi 2017, Tapi 2018 Kalau ….! 

MotoGP Assen 2016 Jelang: Rossi-Lorenzo Dramanya Dua Kali Sial, Marquez Baru Sekali

BAGIKAN