nhk

MotoGP 2016 Jelang Amerika: Karakter Sirkuit Austin Yang Komplet, Rossi Minta Michelin Siap

ManiakMotor – Sirkuit Austin di Amerika memang berbeda dengan Losail dan Termas. Karakter Austin menggabungkan semua laju motor yang dipakai ronde 3 MotoGP 2016 pada 10 April. Dari sangat pelan, lambat, sedang-sedang saja, sedang asli sampai kencang sekali. “Karakter yang sangat lengkap,” kata Valentino Rossi sembari meminta Michelin lebih siap menghadapi  GP Amerika untuk menyediakan ban yang siap pakai.

Karena berbeda itu, tantangan bukan hanya dari tim yang di dalamnya ada pembalap, menyesuaikan  regulasi baru dengan Austin. Juga official event macam Michelin si penyedia ban, harus belajar dari Argentina yang lombanya jadi tidak normal. Jangan sampai harus masuk pit ganti motorlah sembari jumlah lap dikurangilah, karena ban yang nggak kuku. Di situ tidak normalnya.

Itu semua gara-gara ban yang terdeteksi koyaknya ban pada Ducati Scott Redding di FP4 Termas. Yang tentu saja bikin ngomel semua tim dan pembalap, tapi harus tunduk pada safety soal format race berubah.  “Memang berat balap di Argentina yang sangat aneh. Tetapi sebagai peserta, harus menghormati juga aturan dari race direction semunya untuk keamanan pembalap. Semoga di Amerika balap normal lagi,” timpal Dani Pedrosa yang diiyakan Marc Marquez dari Repsol Honda Team.   

Kembali ke sirkuit Austin yang komplet rancangan Herman Tilke tersebut. Bisa jadi komplet karena memang panjang sirkuitnya 5,5 km, memungkinkan konstruksi tersebut. Habis itu dibagi dengan 20 tikungan yang 11 ke kiri dan 9 ke kanan. Kebanyakan kiri karena sirkuitnya melawan arah jarum jam. Semua karakter komplet itu terwadahi dalam 20 tikungan tadi.    

Namanya hairpin benar-benar tusuk konde di situ dengan tikungan ‘V’-nya, bedalah dengan memancing konde. Bisa dibayangkan punya trek lurus terpanjang di dunia atau 1.200 meter, tapi top speednya kalah dari Losail yang hanya 1.068 meter. Di Austin hanya 344 km/jam di Losail bisa 151 km/jam. 

Karena pembalap sudah peras rem duluan dari trek lurus berhadapan dengan tikungan pertama yang ‘V’. Di situ motor sampai ke gigi rendah sekali. Situasi yang jadi pekerjaan rumah Yamaha yang keteter di model tikungan macam itu. Lantas menjadi keuntungan Honda yang mulus di gigi rendah dengan aturan lama. Juga dipengaruhi tikungan terakhir atau R20 yang juga bentuknya V yang bikin motor diawali sangat lambat. Semoga Michelin lebih siap agar tontonan terlihat utuh. MM  

BACA JUGA

Klasemen MotoGP 2016, Moto2 2016, Moto3 2016

MotoGP 2016 Jelang Austin Amerika: Kata Cewek Cantik Ini, Sinting Yang Meremehkan Rossi

MotoGP 2016 Jelang Austin Amerika: Podium Muntahan Pedrosa, Bikin Senyum..!

MotoGP 2016: Konyol Dari Ducati, Ogah Terulang Di GP Amerika, Iannone Minta Maaf

MotoGP 2016 Argentina (Pasca Race), Jelang Amerika: Lorenzo Kehilangan Kepercayaan Pada Situasi Lomba

BAGIKAN