nhk

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Lorenzo Pada Throttle, Motor Marquez Agresif, Rossi ‘Mengejutkan’

 

ManiakMotor – Dengan ban dan elektronik baru, cara Jorge Lorenzo yang halus memainkan tenaga M1 lewat throttle mengantarnya juara. Honda yang dikebut Marc Marquez belum keluar potensi sebenarnya, masih kelewat agrasif. Ducati punya power brutal dan kinerja Rossi yang mengejutkan dalam tanda petik.

Itu menurut Matthew Birt si pengamat MotoGP dari hasil ronde pertama di Qatar. Karena Lorenzo yang menang, fokus ceritanya pada JL. Analisa dia, Lorenzo punya celah memanfaatkan ECU terpadu dengan cara bawa yang halus dan rapi. “Dengan begitu, ban Michelin dipakai Lorenzo tidak  menjadi stress. Otomatis momentum grip ban juga selalu dapat,” sebut   Birt yang mengaku sudah 21 tahun mengulas MotoGP.

Diprediksi Lorenzo sendiri soal elektronik. Selain dibantu pergerakan tubuh, juga halusnya pergelangan kanan memutar gas mengatur tenaga. Sama dengan kata Birt, Lorenzo tangkas mengerem dan melepasnya bersamaam dengan control throttle. Motornya  menggelinding cepat masuk tikungan dengan beban depan terukur. Keadaan ini terawat di dalam tikungan.  Bahkan kalau kehilangan grip, Lorenzo masih tetap di racing line dengan putaran gas yang pas tanpa motor bergeser saat keluar tikungan. Itulah bikin Lorenzo jagoan di Qatar.

Sedangkan Ducati Desmosedici,  kalau dilepas di arena drag bike, pasti jagoannya, hehe. Maksudnya unggul di trek lurus.  Merek dari Italia ini sanggup memanfaatkan tenaga brutalnya lewat Andrea Dovizioso, walau Iannone jatuh. “Kalau Honda menurut saya, belum bisa memanfaatkan yang mereka miliki. Motornya masih kelewat agresif. Ini hanya soal anti-wheelie dan kontrol traksi yang membebani fisik pembalapnya,” kata Birt.

Yang mengejutkan pengamatan Birt pada Rossi. Masak iya sih, dari 22 lap walau berada dengan empat pembalap di depan, sama sekali tak bikin manuver menyodok. Aksi yang biasanya selalu menyalip dari dalam bangat, juga tak pernah terjadi. Persis  pengakuan Rossi sendiri, dia tak punya kecepatan untuk bertempur. Malah dari 22 lap itu, kata Birt Rossi tak pernah memperlihatkan moncong depannya untuk gertakan.  Padahal Rossi hanya ketinggalan 0.1085 detik setiap lap dengan Lorenzo yang juara. Berarti sangat dekat dengan Dovi dan Marquez yang kedua dan ketiga.  

Itu kejutan dalam tanda petik, alias tumben Rossi bermain hati-hati. Lihat saja nanti di Argentina. MM

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Selebrasi Lorenzo Histeris, Akibat Kontrak + Omelan Rossi

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Rossi Tetap Senyum Pada Motornya

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Stoner Jadi Pengamat, Kendali Michelin Butuh Waktu

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Rossi Tetap Senyum Pada Motornya

MotoGP 2015 Tes Privat Ducati Stoner Di Qatar, Bantah Habis Ganti Petrucci

BAGIKAN