nhk

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Stoner Jadi Pengamat, Kendali Michelin Butuh Waktu

ManiakMotor – Minchelin digunakan pada lomba penuh setelah 7 tahun mundur dari MotoGP. Terjadi di ronde pertama Qatar, kemarin. Dianggap para pembalap belum menyatu dengan ban Prancis ini. Para pembalap masih terbawa karakter Bridgestone.

Itu dikatakan Casey Stoner yang mengaku bukan sebagai pengamat tapi jadi penonton. Tester Ducati itu melihat, ban Michelin belum kepegang oleh peserta. “Secara keseluruhan di ronde 1 penguasaan pada ban tersebut masih butuh waktu. Bisa dilihat dari putaran rata-rata saat lomba masih naik-turun,” jelas Stoner.

Bahkan katanya yang di papan atas masih ada kesalahan. Mereka sering  keluar dari racing line yang umumnya melebar.  Makanya belum ada yang dominan dari seorang pembalap. Tadinya diharapkan dari Jorge Lorenzo, tapi dia hanya bisa kabur di akhir balapan.

Stoner yakin hal ini berlaku sementara. Karena pembalap masih terbawa gaya Bridgestone. Di sudut-sudut tertentu pembalap tak bisa memperlakukan teknik yang sama dengan tahun lalu. “Caranya tinggal melupakan ban lama dan bekerja pada ban baru. Tetap kompetitif, buktinya fastest lap saya tergantikan sejak 2008,” kata Stoner soal kecepatan ketika lomba yang tadinya 1’55.153 atas nama dirinya yang diubah oleh Lorenzo jadi 1’54.927 di Qatar 2016.  

Stoner memang tidak mengaitkan dengan elektronik baru. Ceritanya lebih fokus pada ban. Padahal sebelumnya para joki sudah memprediksi kecepatan rata-rata juga bisa dipengaruhi ECU. Peranti ini jelas berbeda pada kontrol tenaga dengan yang sebelumnya. Ito

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Argentina: Rossi Tetap Senyum Pada Motornya

MotoGP 2015 Tes Privat Ducati Stoner Di Qatar, Bantah Habis Ganti Petrucci

MotoGP 2016: Tiga Motor Podium Qatar Pakai Winglet, Alatnya Dilarang Akhir Musim

MotoGP 2016 Pasca Race Qatar: Iannone Dikalahkan Garis Putih

MotoGP 2016 Pasca Race Qatar: Vinales Kecewa Perilaku GSX-RR Saat Lomba, Beda Saat Latihan

 

BAGIKAN