nhk

MotoGP 2016 Jelang Assen: Honda Nggak Adil Pada Pembalapnya?

ManiakMotor – Dani Pedrosa bukan tipikal pembalap bawel, tak suka mengeluh, dan lebih sering bilang, “Harus memikirkan tim, bukan pentingkan diri sendiri.” Makanya kelihatannya Honda nggak adil terhadap Marc Marquez dan dirinya, ya Pedrosa. Itu kelihatannya bro.

Gara-gara sikap terlalu ‘lembut’ itulah yang mungkin membuatnya selalu gagal menjadi juara dunia. Dia  sudah 10 tahun di tim elit Repsol Honda loh. Tapi juga selalu dipakai Honda jasanya. Karena nrimo dan tak banyak mulut, maksudnya menuntut itu.

Itu pula yang terjadi tahun ini, saat membangun RC213V. Lalu disimpulkan mesinnya disegel. Itu sepenuhnya didesain dan dibangun sesuai kebutuhan dan keinginan Marquez. Motor tahun ini yang ‘bocor’ informasinya keliru pada bandul kruk-asnya. Itu bandul kurang galak mengirim torsi berakibat lemahnya akselerasi. “Seluruhnya berdasarkan kepentingan Marc, saya tak terlibat sedikit pun” ujar DP yang punya keluhan terbesar adalah akselerasi besutannya.

Sementara ini, RC213V memang ndak bisa berbuat banyak pada akselerasinya. Marquez dengan dua kemenangan  dan kini posisi pemimpin klasemen, sudah menguras skillnya. Juga dipengaruhi dua musuhnya macam Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dua kali seri gagal dapat point. Sementara DP mengalami banyak hambatan.

Kala tes RC213V spek 2016 pada tes Valencia, November 2015, DP mengaku sudah tahu semuanya. Dia bakalan sulit menyesuaikan dirinya, lantaran motor uah masukan Marquez semata. Ada perubahan radikal pada karakter mesin, dia nggak terlibat. Demikian juga mMesin-mesin RC213V yang dipakai para pembalap satelit pun terkendala. Dalam 7 seri musim ini, prestasi terbaik satelit baru diraih Cal Crutchlow (LCR Honda) pada GP Catalunya lalu di urutan finish ke-6. “Dibandingkan 2 atau 3 tahun lalu, para pembalap satelit Honda bisa finish 4 atau 5 Besar lewat Stefan Bradl dan Alvaro Bautista,” imbuh DP menyebut para mantan rider LCR dan Gresini Honda itu.

Sadar basis motor yang digeber bukan hasil masukannya, DP toh menerima saja. Dia berusaha mengatasi set-up di tempat alias menyetel motor sirkuit sirkuit yang disinggahi serial. Jangankan Pedrosa, Marquez pun mengeluh pengembangan mesin itu, maka Pedrosa bekerja ekstra keras untuk menemukan format pada setiap sirkuit tadi. 

Mengapa DP mengapungkan soal ini setelah 7 ronde MotoGP berputar? Tentu ia sendiri yang tahu, tapi mungkin saja dengan maksud agar para pendukung setianya mengerti permasalahan dan memaklumi penampilannya yang belum mampu fight di baris depan. Andro

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Assen: Aha..Suzuki Punya 2 Calon Pendamping Andrea Iannone, Ini Dia Pembalapnya

Mau Tampil Gaya Yamaha Movistar MotoGP, Ada Aerox 125LC

MotoGP 2016 Jelang Assen: Marquez dan Pedrosa ‘Curi Start’ di Austria

MotoGP 2016 Jelang Assen: M1 Rossi Lebih Ngegrip, Lorenzo Bingung

MotoGP 2016 Jelang Assen: Lorenzo Kunjungi Sirkuit Baru di Kazakhstan. Wah…Jangan-Jangan Desain Trek Minta Diubah!

BAGIKAN