nhk

MotoGP 2016 Jelang Assen: Pindah ke Ducati, Kasta Rossi Memang Lebih Tinggi Dari Lorenzo

 

ManiakMotor – Saat pindah dari Yamaha ke Ducati di ujung musim 2010, apa kata Valentino Rossi wajib diiyakan Ducati. Salah satunya adalah inginnya The Doctor memboyong seluruh mekaniknya di bawah komandan Jeremy Burgess. Beda dengan Jorge Lorenzo yang akhir 2016 ini hengkang ke Ducati. 

Chief mechanic andalan Lorenzo, Ramon Forcada, menurut Lorenzo memilih tetap tinggal di Yamaha. Bukan hanya Ramon, Lorenzo bahkan tidak membawa seorang pun mekaniknya. Bisa jadi itu memang maunya Ramon, namun muncul juga dugaan kalau Ducati ingin JL datang sendiri. Sejak ditangani Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna, pabrikan Italia yang sudah dimiliki perusahaan otomotif Jerman itu inginkan organisasi yang ramping. Tak perlu banyak orang, apalagi Gigi sempat menangangi Lorenzo semasa GP250.

Dibandingkan dengan pindahnya Rossi ketika ke Ducati dulu, ada perbedaan nilai tawar. Bisa saja  lebih tinggi Rossi dengan bedol desa timnya saat itu. Meski begitu, Rossi berkomentar bijak soal gagalnya JL membawa Ramon ke Ducati. Ia tak ingin disebut super istimewa dan berada di atas JL meski dalam keseharian Mas Lorenzo itu adalah musuh besarnya.

Katanya pembalap punya kisah tersendiri yang tak bisa dibanding-bandingkan. Soal tim mekanik masing-masing, selalu ada untung ruginya jika tetap bersama seorang pembalap atau tidak. “Ini suatu hal yang sifatnya sangat pribadi. Anda yang harus merasakan apakah perlu mempertahankan seseorang atau merasa perlu perubahan,” kata Rossi yang akhirnya membuat perubahan kontroversial saat mengganti Burgess dengan Silvano Galbusera sampai saat ini.

Rossi bijak menyikapi bertahannya Ramon di Yamaha maupun dari sisi kepentingan Ducati. Ia nilai Ramon sebagai mekanik yang hebat, sarat pengalaman dan selalube kerja professional. Buktinya, ia berperan besar dalam memberikan 3 gelar jurdun MotoGP buat Lorenzo. “Di sisi lain, Ducati adalah motor yang sangat spesifik. Menurut saya juga sangat penting memiliki tim yang sudah benar-benar paham dengan karakter motor ini,” imbuh Rossi yang sepanjang 2011-2012 bisa dibilang terpuruk di Ducati dengan isu utama penyakit understeer Ducati yang kala itu sama sekali tak terobati. 

Komentar Rossi netral sekali dengan analisa yang logis, terlebih lagi punya pengalaman di Ducati.  Andro

BACA JUGA

MotoGP 2016 Jelang Assen: Dua Sasis Beda di Kubu Suzuki

MotoGP 2016 Jelang Assen: Tes Privat Rossi dan Lorenzo Di Catalunya, Geometri Sasis Rahasia

MotoGP 2016 Jelang Assen: Lorenzo Silakan Pergi ke Ducati, Tim Teknisnya Tetap di Yamaha

MotoGP 2016 Jelang Assen: Marquez Juga Mainkan Sasis dan Knalpot Baru Di Tes Catalunya

MotoGP Assen 2016 Jelang: Rossi Siapkan Sasis dan Swingarm Baru

BAGIKAN